AIDS ,Penyakit Yang Menghantui Kami Gay

By Negus Johan Pahlawan

submitted January 11, 2003

Translate from:
  To  
Text Size:

Rizal cowokku menemani Lino sobatnya di SMU pergi berziarah ke makam Almarhum Jeffri. Jeffri baru saja meninggal dunia, sekitar sebulan sebelumnya. Jeffri meninggal terserang AIDS. Semasa hidupnya, Jeffri cukup dekat dengan Lino dan mereka sering kontak per telepon,fax dan surat-suratan Jakarta -San Francisco. Jeffri rajin mengirimkan berita, foto, VCD sinetron, filem dan FTV yang ada Irgi-nya.Sebab, walaupun sudah pindah ke Amerika, Lino masih nge-fans berat sama Irgi Achmad Fahrezi.Sama dengan aku, aku juga tergila-gila pada Irgi!

Jeffri adalah teman satu geng Rizal dan Lino waktu di SMU.Geng mereka terdiri dari empat orang, satu lagi adalah Bambang Satyo. Aku sendiri bukan geng mereka dan tamatan SMU lain. Aku kenal Rizal di pekerjaan.Rizal dan aku adalah sama-sama anggota security atau lebih dikenal sebagai Anggota Satuan Pengamanan alias Satpam. Tapi kami berdua punya nilai tambah karena Rizal dan aku punya ijazah S-1 dari UT=Universitas Terbuka. Rizal jurusan hukum (SH) dan aku jurusan ekonomi (SE).

Rizal punya nilai tambah lain, yaitu tampangnya yang ganteng dan macho. Dia mirip sekali dengan penyiar Metro TV: Bang Abdul Rasyid. Bahkan kalau Rizal jalan-jalan di mal sering diliatin orang dikira Bang Abdul Rasyid. Pernah ada yang jabatan tangan segala, sampai Rizal tersipu-sipu kemalu-maluan. Padahal kalau Rizal lagi senyum sensual banget bikin gemes dan bikin aku ingin menyedot bibirnya yang kelaki-lakian itu.

Lino, nama panggilan Marcellino Thomas tinggal di San Francisco, ibukota kaum homosex Amerika. Lino seperti juga aku (Johan), pacarku Jose Rizal dan juga Almarhum Jeffri adalah cowok-cowok homosex yang biasa melakukan hubungan sejenis. Bahkan aku dan Rizal kadang-kadang juga berhubungan dengan cowok-cowok yang tergolong kaum selebriti. Cowok- cowok selebriti ini (juga suami-suami cewek-cewek selebriti) sering kami jumpai di tempat kerja. Kebetulan kami bekerja di suatu perusahaan yang mengelola production house.

Kematian Jeffri sebetulnya menjadikan aku dan Rizal shock berat. Karena, inilah pertama kalinya kami mendengar dan melihat sendiri orang yang kami kenal secara pribadi, jatuh sakit karena AIDS dan meninggal dunia.

Sebetulnya aku dan Rizal sudah mengetahui banyak tentang HIV/AIDS, cara penularan dan termasuk cara pencegahannya. Kami belajar dari Dr. Rizki, dia teman dan pelatih karate kami. Kami tahu bahwa hubungan homosexual sangat berisiko penularan HIV/AIDS, oleh karena itu harus memakai kondom. Tapi seumur hidupku,aku tidak pernah pakai kondom kalau sedang nge-homo. Termasuk kalau sedang ada kesempatan hubungan homosexual dengan cowok-cowok selebriti. Mati aku!!

Dokter Rizki adalah dokter yang menyunat secara diam-diam salah seorang selebriti di rumah Rizal. Waktu itu, Dr. Rizki melakukannya dengan sangat hati-hati, karena dia tidak punya jaminan apakah si selebriti yang disunatnya itu mengidap virus HIV atau tidak. Walaupun, cara menyunat yang dipakai adalah metode cincin yang praktis tidak menumpahkan darah. Waktu Rizal diam-diam minta izin untuk boleh menyimpan sisa guntingan kulup si selebriti buat souvenir. Dokter Rizki wanti-wanti agar Rizal menyimpannya dalam botol yang tertutup dan jangan sekali-sekali mengeluarkannya atau memegangnya. Hubungan Rizal dengan Dr. Rizki sangat dekat dan dia tahu bahwa Rizal cowok homo. Dr. Rizki juga tahu bahwa cowok homo sering nekat dan berbuat yang aneh-aneh!.

Sejak kematian Jeffri, aku dan Rizal selektif dalam memilih partner sexual. Hanya saja hubungan sex kaum homo tidak bisa direncanakan. Apalagi kami berdua bukan pelacur-pria atau gigolo atau kucing (pelacur pria yang khusus melayani cowok homosex). Walaupun hubunganku dengan Rizal boleh dibilang steady atau menetap, tapi baik aku atau pun Rizal sering juga mau berhubungan sex dengan cowok lain. Terutama dengan orang-orang di tempat kerja kami. Kesempatan untuk bisa ngehomo hampir selalu datang tiba-tiba,sayang kalau ditolak! Apa lagi kalau yang mengajak kami,cowok yang ganteng, sexy, atletis dan aktor terkenal. Mana tahaaan?!

Dr. Rizki menganjurkan agar kami selalu siap dan mengantongi kondom.Tapi,belum tentu pasangan kami mau main sex pakai kondom. Padahal kalau ada yang mengajak aku "main", aku jadi horny banget alias ngaceng berat. Kalau cowoknya pinter foreplay dan mencumbu, aku jadi lupa daratan.Mana mungkin bisa inget kondom?!

Setelah kematian Jeffri, setiap kali aku hubungan homosex dengan cowok, selain Rizal, aku bayangkan sebentar lagi aku mati kena AIDS. Masalah lain adalah bahwa kami laki-laki homosex, sebetulnya hidupnya sudah sangat tidak bahagia. Karena, harus menutup-nutupi orientasi sexual kami, apalagi di Indonesia. Jadi, seringkali kami tidak peduli,mau mati kena AIDS juga nggak apa-apa! Masa bodo!!!

Contohnya, selama Lino di Jakarta, Lino tega-teganya pinjam Rizal-ku dan malahan dia tidur di rumah Rizal segala. Aku jadi panas, cemburu, gila dan hampir kalap!. Untung saja aku nge-fans Irgi.

Dalam kegalauan dan kekalapan itu aku cepat-cepat nikmati semua koleksi Irgi-ku : gambar, poster, foto dan VCD.Langsung aku jadi tenang, sabar dan tenteram setelah melihat senyum Irgi yang ceria, nakal dan jahil, tapi cakepnya bukan main.Sampai aku tertidur dan mimpi pelukan dan ciuman dengan Irgi-ku tersayang dan aku jadi mimpi basah. Gila!!Terima kasih ya Irgi, kamu adalah cahaya bagi pencerahan jiwaku!

Setelah kena AIDS,Jeffri kondisinya sangat turun. Dia jadi kurus sekali. Padahal Jeffri orangnya ganteng, dandy, rapi, dan bahkan tubuhnya selalu wangi. Jadi bisa dibayangkan betapa terpukulnya dia. Tampangnya jadi nggak karuan-karuan, apalagi penyakit eksim di kulitnya juga berbau tidak sedap. Dia juga terus batuk-batuk, dan badannya penuh bercak-bercak kehitaman.

Waktu sakitnya makin parah, dia minta pindah di suatu tempat perawatan ODHA (Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS). Karena dia tidak mau ketemu orang yang dia kenal kecuali ortunya. Di rumah atau di rumah sakit, dia merasa bahwa selalu ada risiko ketemu orang yang dia kenal. Tapi, Jeffri masih mau kontak per telepon dengan Rizal. Oleh karena itu, kami berdua tahu betul perkembangan Jeffri sampai saat meninggalnya. Kami juga sering kontak dengan ortu-nya Jeffri, terutama ibunya.

Belum tahu pasti dimana Jeffri ketularan HIV/AIDS apakah dia ketularan karena hubungan sex dengan pria atau wanita (Jeffri sebetulnya bi-sex) atau karena hubungan dengan orang asing (Jeffri juga pernah punya pacar cowok asing, bule asal dari salah satu negara Eropa yang orangnya atletis dan ganteng banget) ataukah Jeffri pernah pakai Narkoba suntikan gantian, atau jangan-jangan dia pernah nyobain wadam Jakarta yang kebanyakan HIV(+). Jeffri juga pernah beberapa kali ke luar negeri bersama cowok bulenya.Jangan-jangan mereka di luar negeri main sex gila-gilaan, seperti gang bang (main sex rame-rame), three-some (bertiga) atau four-some (berempat).Tapi sudahlah, pantang membicarakan kekurangan orang yang sudah wafat. RIP (Rest In Peace).Semoga arwah Jeffri istirahat dengan damai. Amin!

Sesudah Jeffri meninggal, aku sempat diajak main homosex oleh seorang cowok selebriti. Dia masih lajang, ganteng dan bintang laga. Aku juga heran, kenapa dia mau pilih aku. Padahal banyak kucing yang ganteng-ganteng dan ada macam-macam ukuran body dan kontol, yang bisa dia booking.

Waktu sampai di Bogor (dia ajak aku ke suatu villa di Bogor) aku tanyai kenapa dia pilih aku, nggak coba cari kucing saja.Dia bilang: "Lu 'kan sexy merangsang.Kalo sama lu 'kan lebih aman. Gua tahu lu bersih dan gua tahu lu bisa dipercaya".

Pikirku,"Dasar homo lu. Nggak ada rasa cinta sama sekali, cuman mau sex doang!". Aku coba bujuk dia untuk pakai kondom, tapi dia diam saja. Malahan bibirku langsung dilumat dengan bibirnya yang sensual dan kelakian-lakian itu. Diperlakukan begitu aku meyerah, mana tahaaan!. Dia begitu ganteng. Pikirku, kena AIDS ya kena AIDS 'lah kapan lagi gua bisa nikmatin bibir cowok ganteng yang begitu nikmat, pemain sinetron laga lagi!Gua 'kan cuma Satpam doang!. Masih untung dia mau sama gua!

Waktu dia akan mengembat boolku, dengan kontolnya yang sebesar kontol kuda itu - sambil memiting badanku dari belakang dengan badannya yang besar, kekar, atletis, putih dan berotot, dia masih sempat ngeledek : "Coba nih rasain enak mana, ini kontol gua nggak pake kondom nih". Bangsat!, kataku dalam hati. Kalau gua yang sakit AIDS, lu yang nanti ketularan. Mampus lu!

Aku heran, dia nafsu sekali, malam itu! Semua bagian tubuhku dijadikan sasaran untuk menggesek kontolnya. Aku hitung, ada sekitar lima kali dia memancarkan pejuh sejuknya.Sampai serasa tubuhku diguyur sedikit-sedikit dengan lendir kental yang terasa sejuk di sekujur tubuhku. Dua dari lima kali eyakulasinya dimuncratkan di dalam mulutku. Nikmat sekali dan aku kekenyangan menelan pejuh, sampai tidak punya nafsu makan malam lagi. Harus aku akui bahwa produksi pejuhnya banyak banget. Denyutan kontolnya seakan-akan tak akan pernah berhenti setiap kali dia memuncratkan pejuh muda remajanya. Dia juga berbaik hati mau mengocok kontolku dengan tangannya yang kekar dan putih, waktu dia mau mengembat lobang pantatku. Waktu melakukan itu, dia juga bersedia mengatur agar pejuhnya muncrat bersamaan dengan muncratnya pejuhku,supaya kami mencapai puncak syahwat alias orgasme bersama-sama. Terasa nikmatt dan aku merasa bahagia sekali terlahir sebagai homosex!

Dia memberikan uang tali-asih atau uang tutup mulut lima juta rupiah. Sebetulnya aku sedih sekali, aku ingin bisa berhubungan sex berdasar cinta. Tapi yang ada untukku hanyalah jadi tempat pelampiasan saja. Aku bukan pelacur, tapi aku mau dibayar dan sedihnya aku mau juga menerima uang lendir itu alias uang pejuh, karena ekonomiku yang kepepet. Aku Sarjana Ekonomi, Satpam dan Pelacur Pria sekaligus!. Sedih sekali, hina dan nista!. Mungkin di akhirat, kedua orang tuaku almarhum menangis melihat kelakuanku!

Nah, pembaca MOTN yang budiman. Begitulah keadaan di Indonesia. AIDS memang mengancam, tapi berat sekali jika kami cowok-cowok homo harus memilih antara (1) tidak kena AIDS, tapi kehilangan kesempatan main dengan cowok ganteng dan (2) kena AIDS tapi bisa menikmati "surga dunia" berupa tubuh, kontol, dan pejuh cowok ganteng. Apalagi cowoknya selebritis bintang sinetron laga. Mana tahaaan!!! Sebagai penutup, aku buatkan puisi buat Irgi, cowokku tercinta :

Aku percaya engkau lelaki sejati, semoga kau tak suka menikmati sesama lelaki. Irgi Achmad Fahrezi, nikahilah segera kekasihmu Fenny Arishanty, usiamu seperempat abad lebih, saatnya kau jadi ayah dan suami. Jangan biarkan coba iblis merasuk kalbumu, jangan biarkan lelaki dan narkoba memikatmu. Masa depan indah dan bahagia terbentang, menanti engkau jalani bersama anak-isteri.

Salam dari Johan Pahlawan buat segenap Pembaca MOTN tercinta dan Irgi Achmad Fahrezi pujaanku.


Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Negus Johan Pahlawan

Tidak mudah bekerja sebagai camera-man di suatu production house. Jadwal kerjanya juga sering aneh, siang, malam, dini hari, atau subuh, dengan gaji yang pas-pasan saja. Tapi apa daya? Aku tidak punya pilihan dan keahlian lain, paling tidak, sekarang belum ada pilihan kerja lain! Aku juga sering frustasi. Maklumlah sebagai pria homoseks - aku sering berkesempatan memandangi tubuh lelaki... read more

Bekerja untuk membiayai kuliah, begitulah yang aku kerjakan sejak aku berumur 20 tahunan. Karena bukan pegawai-tetap maka tugasku serabutan sebagai "camera man" atau kadang-kadang sebagai "kacung". Istilah kerennya "office boy". Atas bantuan kenalan orang-tuaku aku diizinkan kerja sambilan di suatu production house. Aku mulai bekerja ketika production house itu membuat suatu sinetron remaja... read more

Pada saat episode Pondok Pak Jon ditayangkan dan kemudian episode Lupus Millenia disiarkan, waktu itu lah aku berhasil diterima masuk di suatu pendidikan ketentaraan di suatu negara. Walaupun kisah ini kutulis dalam bahasa Indonesia, tidak berarti bahwa apa yang aku alami ini terjadi di Indonesia. Kejadian ini terjadi di suatu negara yang tak perlu kusebut namanya. Waktu itu aku pemuda... read more

Meskipun sudah sering mendengar apa yang dialami para taruna, khususnya calon prajurit taruna atau capratar, selama pendidikan, tak urung aku shock juga - waktu pertama kali dihajar para senior dan pelatih di akademi. Walaupun akhirnya, kontolku ngaceng juga!. Apalagi setelah dihajar, biasanya kami dipaksa onani (= masturbasi, ngeloco alias coli). Sampai pejuh kami berceceran di kamar siksa.... read more

Selesai SMU aku pindah ke Amerika Serikat untuk masuk College kemudian mengambil MBA di UCLA - University of California in Los Angeles. Selesai kuliah dan setelah meraih MBA aku menetap di San Francisco. Saat itu, cowok pujaanku : Irgi Ahmad Fahrezi lagi kuliah di Sunway College, Malaysia, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Waktu di SMU, aku iseng-iseng mengisi formulir lotere imigrasi ke AS... read more

Jatuh cinta atau tergila-gila pada aktris, aktor, penyanyi, presenter dan penyiar TV adalah hal yang biasa-biasa saja. Lazimnya disebut nge-fans. Biasanya cewek nge-fans cowok dan sebaliknya!. Jika cewek nge-fans cewek masih bisa dimaafkan!. Tapi jangan coba-coba cowok nge-fans cowok, bisa dituduh homo. Padahal, memang! Demikianlah halnya dengan aku seorang cowok homoseks murni 100%.Aku... read more

Tujuh tahun sudah aku tinggalkan Indonesia Tanah Airku Tercinta. Lima tahun untuk sekolah dan dua tahun untuk berusaha di Amerika Serikat. Untunglah aku lahir sebagai lelaki homoseks 100% yang tidak terlalu emosional. Meskipun demikian tak urung aku rindu juga pada cowok Indonesia yang lumayan ramah dan ganteng. Saat cerita cabul ini kutulis untuk "MOTN Erotic Stories", aku sudah memegang Green... read more

Setiap tahun aku pulang ke Tanah Air,Tanah Tempat Kelahiranku - Indonesia. Biasanya aku memilih libur di musim gugur (di Amerika disebut "fall"). Aku juga tidak bisa pulang terlalu lama. Bisnisku di San Francisco bisa kacau.Tetapi setelah Diemas Arief dan Bagus Errwynn bergabung di apartemenku, aku boleh libur agak lama. Mereka berdua (cowok Indonesia) mahasiswa di Berkeley dan mereka mau... read more

Waktu di SMU aku punya geng yang terdiri dari empat orang,yaitu: aku sendiri, Jose, Jeffri dan Bambang. Persahabatan kami melintasi suku, agama dan tingkat sosial ekonomi. Yang menyatukan kami adalah bahwa kami berada dalam satu kelas dan kami berempat termasuk ber-otak encer. Tetapi ada satu keanehan dari geng kami, yaitu bahwa ternyata kami berempat punya kecenderungan homoseksual - alias... read more

Liburan di Tanah Air tahun ini (2003) adalah yang paling berkesan buatku. Aku sempat berziarah di makam almarhum sobatku Jeffri di Pemakaman Tanah Kusir. Entah apa yang bikin aku jadi cengeng dan menangis di kuburan sobatku yang jadi korban AIDS itu. Aku juga berhasil ketemu Bambang Satyo bekas partner homoku di SMU yang sekarang berlagak jadi straight dan punya anak isteri segala. Aku juga ... read more



Hari ini aku mengantar Marcellino ke bandar-udara pulang ke Amerika. Mungkin tahun depan dia tidak akan pulang lagi kalau dia sudah jadi US Citizen. "Johan, aku cinta Tanah Air,tapi aku perlu hidup" begitu katanya padaku. Memang sukar buat Lino untuk bisa hidup di Tanah Air dalam masa krisis begini. Bahkan tahun depan seluruh keluarganya menyusul ke Amerika.Bokap dan nyokapnya sudah tua dan... read more

Kepulangan Lino (Marcellino Thomas) ke Amerika bagaikan bertiupnya kembali angin segar dalam jiwa ku. Betapa tidak, selama dua minggu Lino seakan merebut Rizal, cowokku - kekasihku dari sisiku. Sementara aku tak berkutik. Karena Lino kaya dan orang luar negeri dan sobat lama Rizal. Sementara aku setengahnya di kantor adalah bawahan Rizal dan aku seperti tidak punya keistimewaan apa-apa untuk... read more

Pada mulanya bukan aku yang mulai. Tapi "mereka" yang mulai. Mereka yang mengajak aku berbuat dan minta dirahasiakan. Bahkan mereka memberi aku uang tali-asih yang sekaligus jadi uang tutup-mulut. Tetapi kenapa sekarang mereka sendiri yang membocorkan rahasia ini?. Aku marah, jengkel, dan ketakutan. Kalau rahasiaku terbongkar mukaku harus disembunyikan dimana? Sialan! Aku juga takut kalau ... read more

Waktu terjadi heboh konser grup musik asing dari suatu tempat di benua kita, tak aku sangka bahwa heboh yang disebut terakhir ini akan punya kaitan dengan diriku. Setelah misteri Si Peragawan Tommy yang mengaku ngebet dengan aku. Dua hari kemudian aku dapat telepon lagi.Di seberang sana seorang pria dengan nada ramah mengundang aku ke suatu restoran, "Ada yang mau saya bicarakan", katanya.... read more

Jadwal jaga atau piket Satpam di perusahaan kami diatur tiga shift sehari. Untuk shift malam hari mulai jam 22:00. Karena jumlah Anggota Satpam ada duabelas orang, tiap kali jaga diatur berdua. Malam itu aku jaga dengan Alex, tapi ternyata isterinya masuk rumah sakit akan melahirkan. Jadi Alex minta izin menunggui isterinya. Waktu aku melapor pada Jose Rizal, Komandan Satpam. Dia menanyakan... read more

Ada seorang tamu yang hampir secara rutin datang di kantorku. Biasanya dia datang menjelang tutup kantor atau pada hari Jum'at sore.Aku perhatikan rata-rata dia datang di kantorku dua sampai tiga kali seminggu. Kami para Satpam hafal tamu-tamu Bos Besar.Karena semua tamu, tak terkecuali, diminta untuk mengisi buku tamu. Di buku tamu dia menuliskan namanya : Subagyo. Kami Anggota Satpam dan... read more

Seorang kenalanku yang gay dan sudah berusia 50 tahun mengatakan :"Nobody loves you when you are old and gay" artinya "Tak ada yang mencintaimu jika engkau sudah tua dan gay". Kadang-kadang hal ini menghantui aku. Sekarang usiaku 26 tahun. Empat tahun lagi 30 tahun dan kemudian 40 tahun, lalu 50 tahun dst. Lalu kalau udah tua, aku mau ngapain?Itu pun kalau aku tidak kena AIDS. Nanti kalau... read more

Sebetulnya aku ingin sekali menyebut nama atau inisial seorang aktor sinteron action yang akhir-akhir ini sering minta aku "kawal". Maksudnya agar para Pembaca bisa lebih menghayati dan juga lebih menikmati kisahku. Tapi apa daya, aku harus berpegang pada moral dan etik dan harus menjaga nama baik serta kehormatan si aktor ganteng ini. Oleh karena itu, agar mudahnya, dalam kisah ini aku akan... read more

Ketika itu, sudah hampir sepuluh hari aku punya affair cinta sejenis dengan seorang aktor yang konon paling ganteng dan pernah di-issue-kan sebagai gay itu.Ketika itu, kebetulan dia sedang libur, tidak ada shooting. Karena dia sedang menunggu realisasi kontrak berikut untuk sebuah sinetron. Pembaca yang budiman, demi moral-etika dan untuk menjaga kehormatan sang aktor,aku sebut saja nama-nya... read more

Untuk kedua-kalinya aku kencan dengan Si Tommy ganteng yang mengaku dirinya entah model, entah peragawan, entah apa. Kali yang kedua ini dia juga membawa aku ke Hotel "B". Hotel bintang lima yang merupakan hotel favorit orang-orang Amerika yang berduit. Pada kencan yang pertama dia yang mengajak duluan dan ternyata kemudian aku dijebak. Aku diajak Tommy melakukan hubungan homosex,lalu... read more



Kegalauan yang aku rasakan setiap kali kumerenung adalah masa depanku dan penyakit AIDS. Pertanyaan sampai kapankah aku akan jadi Satpam yang praktis tidak punya masa depan dan tanpa jenjang karir ini?,sampai kapankah aku akan hidup liar sebagai homosex?,dan kapankah virus AIDS masuk ke badanku lalu menyeretku ke lubang kubur?. Seumur hidupku aku belum pernah diembat cowok yang mau memakai... read more

Dalam hatiku aku selalu menyanggah bahwa aku jual diri atau melacur, walaupun pada kenyataannya aku sudah seperti Gigolo,atau tepatnya Kucing (lelaki yang memberikan servis sex kepada sesama jenis). Betapa tidak, sekarang aku sering mempersiapkan diri agar pasangan homosexualku merasa puas. Aku sendiri tidak tahu apakah aku mengharapkan uang ataukah aku ingin membahagiakan laki-laki yang... read more

Namanya agak aneh Alexis Askan Lukman. Dia suka menyingkat namanya dengan AAL."AAL itu singkatan dari Akademi Angkatan Laut",katanya. Sehari-hari nama panggilannya Alex.Menurut cerita Alex, waktu dia lahir ayahnya sedang membaca cerita tentang Tsar Rusia yang terakhir. Dalam cerita itu ada nama Putera Mahkota Alexis. Dari nama Putera Tsar yang terkecil inilah nama "Alexis" diambil. Mungkin... read more

Sebelumnya jadwal harianku sederhana saja.Maklum aku hanya seorang Satpam perusahaan productionn house. Tetapi tanpa aku sadari ternyata jadwal harianku makin hari makin padat. Kalau dulu HP-ku hanya sekali-sekali berdering dan nada SMS juga jarang terdengar, sekarang paling tidak setiap setengah sampai seperempat jam ada saja nada SMS atau nada panggil. Nada panggil atau nada SMS itu... read more

Jika aku dihadapkan pada ujian-ujian iman berupa tawaran atau ajakan melakukan hubungan homosex maka lebih sering aku gagal.Bagaimana tidak,lebih sering ajakan itu terjadi tiba-tiba, tidak pernah disangka-sangka dan sangat menggoda. Itulah sebab-nya aku sering lupa pada dosa, sering lupa pada harga diriku, dan sering lupa pada risiko AIDS. Para Pembaca MOTN perlu memahami bahwa walaupun aku... read more

Belum lama ini aku dan Rizal masuk jadi anggota suatu Fitness Center. Fitness Center ini baru dan letaknya di suatu Komplex Kantor Pemerintahan. Anggota Fitness Center ini campuran : masyarakat umum dan juga ada karyawan/karyawati dari kantor yang jadi lokasi Fitness Center tersebut. Rizal(Jose Rizal) yang mengajak aku masuk Fitness Center itu. Kebetulan ada "Paket Keluarga" yang iurannya... read more

Orang-tuaku memberi nama aku Negus Negusti Johan Pahlawan. Negus Negusti adalah gelar kekaisaran Etiopia yang artinya Raja Diraja atau Maha Raja. Gelar ini dipakai oleh Kaisar Haile Selassie yang berkuasa sampai empat dasa warsa lebih sebagai Kaisar di Etiopia sebelum kelak ia digulingkan oleh kaum komunis yang dipimpin oleh Jenderal Mengistu Haile Miriam. Mengistu sendiri kemudian digulingkan... read more

Sudah hampir lima tahun aku berhubungan dengan Rizal. Lebih sering aku memanggil dia Zal atau Rizal saja. Kalau ingin mesra,aku suka memanggil dia Bang Rizal. Sekali-sekali aku memanggilnya Beli Wayan. Nama lengkap Rizal adalah Wayan Indrawan Jose Rizal. Dalam Bahasa Bali, kata Beli artinya Kakak atau mungkin sama dengan panggilan Mas dalam Bahasa Jawa. Rizal berdarah bangsawan [tidak etis kalau... read more

Rizal temanku baru saja pulih dari kondisi stress. Kata dokter ia mengalam homosexual panic reaction. Sebetulnya reaksi panik seperti ini hanya muncul pada laki-laki yang tidak sadar bahwa dirinya punya kecenderungan homosexual dan menjadi panik ketika ia tiba-tiba saja terpikat untuk melakukan hubungan sex dengan sesama jenis. Reaksi yang muncul pada Rizal terjadi ketika dia berkenalan... read more

Ketika Rizal sakit, aku kontak Lino [Marcellino Thomas Dj] di San Francisco dengan telepon. Dia coba bicara dengan Rizal, tapi Rizal tidak mau bicara.Maklum sedang stress. Aku agak senang juga Rizal tidak mau bicara dengan Lino. Sebab,jauh di lubuk hatiku sebetulnya aku cemburu pada Lino.Dia teman Rizal satu geng di SMU dan semasa remaja Rizal dan Lino sering melakukan hubungan homosex. ... read more



Page 1 of 8

1 2 3 4 5 6 7 8

Table of contents


Legend

  • = Category Updated
  • Flash Video Play Button = Flash Play Button