Akan ditambah supaya aku "mandi darah"!

By Negus Johan Pahlawan

submitted January 25, 2003

Translate from:
  To  
Text Size:

Rizal temanku baru saja pulih dari kondisi stress. Kata dokter ia mengalam homosexual panic reaction. Sebetulnya reaksi panik seperti ini hanya muncul pada laki-laki yang tidak sadar bahwa dirinya punya kecenderungan homosexual dan menjadi panik ketika ia tiba-tiba saja terpikat untuk melakukan hubungan sex dengan sesama jenis.

Reaksi yang muncul pada Rizal terjadi ketika dia berkenalan melalui internet dengan seorang laki-laki. Meskipun Rizal belum pernah melihat secara pribadi orang yang di-"kencani"-nya lewat e-mail tapi rupanya dorongan untuk berhubungan sex dengan pria itu begitu memuncak. Tentu saja nafsunya tak bisa disalurkan melalui kontak di cyberspace itu. Apalagi Mas Ditya,Sang Cowok, tinggal di Surabaya beristeri dan punya anak dua orang. Sialnya, yang lalu jadi sasarannya adalah aku,orang yang paling dekat dengan Rizal secara fisik.

Karena Rizal seorang yang berorientasi sadistik maka dia melampiaskan paniknya dengan menghajar aku sepuas-puasnya.Untunglah Dr.Rizki yang kenal Rizal secara pribadi,segera tahu apa yang sedang diderita Rizal - ia segera diberi obat penenang.

Sekarang Rizal sudah mulai tenang. Dia sedang menjalani konsultasi psikologis. Tetapi untuk menjaga kerahasiaan homosexualitasnya, Dr. Rizki tidak mengirim Rizal ke dokter spesialis jiwa. Ia menangani penyakit Rizal sendiri.

Tiga hari aku disiksa Rizal sampai tubuhku habis babak belur, penuh bilur, lebam, lecet, luka dan kebiruan. Untunglah fisikku kuat, berkat berbagai latihan fisik. Waktu aku buka baju dan bercermin, kulihat bilur-bilur di punggung, pinggang dan dadaku, diseling oleh lecet dan lebam. Ketika aku mandi, air dan sabun terasa pedih di luka dan lecet di tubuhku. Tapi sebagai seorang masochist, rasa perih ini malah merangsang aku dan kontolku jadi ngaceng sejadi-jadinya. Aku teringat ketika Rizal memaksa aku telanjang dada dan berlutut. Lalu tubuhnya yang atletis, kekar, berotot dan juga telanjang dada itu dengan bernafsu menghajar tubuhku. Mula-mula dengan koppelriem, diseling dengan ikat pinggang. Tapi yang membikin aku nyaris pingsan adalah ketika Rizal menggunakan ekor ikan pari untuk mencambuki aku. Waadduhh! Nyeri dan pedihnya bukan main!. Ada kemungkinan satu tulang igaku retak akibat dihajar Rizal.

Ketika neraka yang dibuat Rizal untukku berakhir, aku lega. Hampir saja aku tinggalkan Rizal yang sering kuanggap sebagai pacar[atau setengah suami (?)atau setengah isteri(?)]untuk selama-lamanya. Sesudah makan obat penenang, Rizal mulai sadar serta minta maaf dan ampun padaku sambil berurai air mata. Ya sudah, aku maafkan. Namanya juga orang lagi stress!. Pikirku.

Oleh karena itu ketika sorenya aku dibook cowok, aku segera saja terima. Buat refreshing. Tapi apa lacur, memang sudah nasibku. Cowok yang booking aku juga seorang sadistik. Waktu aku bilang aku siap kencan tapi badanku sedang babak belur, dia malahan menimpali bahwa dia akan melanjutkan dengan siksaan lanjutan sampai aku "mandi darah". Gila!.

Cowok yang mem-book aku sudah beristeri dengan satu anak. Bahtera perkawinannya dengan seorang aktris terkenal sedang retak. Mereka sedang pisah rumah dan tentu pisah ranjang. Ingin sekali aku menuliskan namanya atau inisial namanya.Agar Para Pembaca MOTN bisa tahu "who is who" -nya. Tapi tindakan seperti itu tentu tidak etis, bukan?

Karena itu aku akan menyebutnya saja Si Sadis. Waktu masih remaja dia pernah terpilih sebagai pemenang dalam suatu kontes di ibu kota. Orangnya tinggi besar kekar, tingginya lebih dari 170 cm dan beratnya kukira sekitar 80 Kg, tapi tubuhnya proporsional.Wajahnya juga ganteng.Bisa dibayang-kan betapa besar ukuran kontolnya. Waktu kencan pertama dengan dia (saat itu rumah tangganya sudah bermasalah), aku sempat berpikir: Apa lagi yang dicari oleh isteri-nya? Sudah punya suami seindah dan senikmat itu masih kurang bersyukur!.

Aku sering nggak ngerti jalan pikiran cewek-cewek yang minta cerai dari suami yang aduhai nikmatnya itu (Sudah terbukti! Karena aku sempat menikmati suami-suami yang baru bercerai itu).

Si Sadis menjemput aku di restoran waralaba agar praktis. Dia kelihatan baru pulang kantor dan dia mengaku baru menengok anaknya. Kami memesan makanan dan makan malam sedikit. Kelihatannya dia baru mengecroti bajunya dengan parfum. Mungkin Etienne Aigner. Pikirku: Pria ini kencan dengan Satpam sesama jenis dan menyiram bajunya dengan parfum! Hebat juga aku, ya? Setelah makan ia langsung tancap gas ke Puncak. Aku bilang: "Nggak kejauhan Mas?". Dia menjawab dengan sadis: "Nggak, jadi kalo lu gua bunuh, tinggal lemparin mayat lu ke jurang". Sableng juga nih orang, pikirku.Lalu dia mmbawa mobilnya ngebut gila-gilaan.Aku diam saja. Kalau diberi tahu, nanti dia malah makin nekat, pikirku. Tapi untungnya kami cepat sampai.

Dia membawa aku ke suatu villa. Kelihatannya villa milik teman atau salah satu saudaranya, karena penjaganya sudah kenal. Seperti biasa, si penjaga segera pergi meninggalkan villa. Si Sadis mengajak aku ke lantai atas yang luas. Dari dalam tasnya dia mengambil beberapa alat penyiksa, ada cambuk (bull whip) ada borgol, penjepit puting susu dan ada kawat duri. Wah, bakalan mandi darah beneran nih gua, pikirku.

Tanpa banyak omong dia menanggalkan pakaiannya dan melemparkannya ke lantai. Ketika di sudah tinggal kancutnya saja dia memerintah aku dengan nada kasar : "Telanjang lu!".Aku terangsang dan merasa jadi slave dikasari begitu dan segera menelanjangi diri. Dia segera memasang borgol dan menelikung lenganku kebelakang. Caranya yang kasar membikin aku kesakitan. Lalu aku didorong ke sebuah balai-balai berkasur yang ada dalam ruangan itu dan dihunjamkan menelungkup. Tanpa ampun dia mengikat pergelangan kakiku dengan kawat duri. Nyeri terasa di pergelangan kakiku. Kurasa ada sesuatu yang dingin di kakiku. Mungkin darah!

Dalam keadaan begitu dia segera menghajar bagian belakang tubuhku dengan cemeti (bull-whip). Wah dihajar lagi nih, pikirku.Tapi aku nikmati saja. Benar saja, segera cemetinya diayun sekuat tenaga ke tubuhku: CETTAAAR ..CETTAAAR..CETTAAAR berkali- kali. Perih dan nikmat. Kontolku jadi ngaceng. Karena aku telungkup telanjang bulat di seprei, kontolku tergesek di seprei dan terasa nikmat!

Terus aku disuruh mengangkang dan.. Haaaagh!, aku menjerit rupanya dia memasukkan dildo berduri ke lobang pantatku. Jahanam. Sakit sekali! Dibiarkan dildo berduri itu bersarang di lobang pantatku.

Lalu dia menjambak rambutku dan juga menampar mukaku beberapa kali dengan keras. Untung bibirku tidak sobek dan gusiku tidak pecah!

Sambil mendongakkan kepalaku dengan menjambak rambutku dia mendekatkan mulutku kearah kontolnya dan membentak:ISEP!

Dengan patuh aku isap kontol kudanya yang sudah tegang terangsang oleh pelampiasan nafsu sadisnya itu. Susah payah aku isap kontolnya dengan mulut dan bibirku tanpa bantuan tanganku, karena tanganku terborgol. Aku isap kontolnya sampai pejuhnya muncrat. Dia terus berdiri mengangkang selama aku melakukan tugas blow-job itu!.

Setelah pejuhnya muncrat, aku dipaksa menjilati lagi kontolnya yang masih penuh ceceran pejuh itu. Dia nganceng lagi, lalu berjalan ke arah lobang pantatku. Dengan kasar dildo dicabut dari pantat-ku, aku menggelinjang kesakitan."Diem lu jangan banyak gerak!", bentaknya. Lalu dengan kasar kontolnya dihunjamkan ke boolku. Tanpa ampun diq memompakan kontolnya ke lobang pantatnya seperti mengembat vagina isterinya. Mataku penuh air mata karena kesakitan. Tapi lama-lama terasa nikmat.. terasa ..nikmat... terasa nikmat. Secara harmonis aku gosokkan kontolku ke seprei, sementara dia menghajar lobang pantatku. Akhirnya pejuhku bisa muncrat duluan disusul oleh dia (untuk kedua kalinya).

Aku merasa perih seluruh badanku dan juga lemess. Dia melemparkan uang tiga juta rupiah ke mukaku, melepaskan alat siksa dari badanku, mengenakan pakaiannya dan dengan acuh tak acuh berkata "Gua tunggu lu di bawah". Dasar anjing, lu!, kataku dalam hati !. Aku segera berpakaian dan turun ke bawah.

Dia sudah di mobil. "Siapa yang ngunci villa?" tanyaku."Si Parmin", jawabnya. Dia tancap gas dan ngebut gila-gilaan. Dia antar aku ke rumah Rizal dan untung masih mau bilang padaku :"Thanks,ya!". Babi, lu!. Aku menyumpah dalam hati.


Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Negus Johan Pahlawan

Tidak mudah bekerja sebagai camera-man di suatu production house. Jadwal kerjanya juga sering aneh, siang, malam, dini hari, atau subuh, dengan gaji yang pas-pasan saja. Tapi apa daya? Aku tidak punya pilihan dan keahlian lain, paling tidak, sekarang belum ada pilihan kerja lain! Aku juga sering frustasi. Maklumlah sebagai pria homoseks - aku sering berkesempatan memandangi tubuh lelaki... read more

Bekerja untuk membiayai kuliah, begitulah yang aku kerjakan sejak aku berumur 20 tahunan. Karena bukan pegawai-tetap maka tugasku serabutan sebagai "camera man" atau kadang-kadang sebagai "kacung". Istilah kerennya "office boy". Atas bantuan kenalan orang-tuaku aku diizinkan kerja sambilan di suatu production house. Aku mulai bekerja ketika production house itu membuat suatu sinetron remaja... read more

Pada saat episode Pondok Pak Jon ditayangkan dan kemudian episode Lupus Millenia disiarkan, waktu itu lah aku berhasil diterima masuk di suatu pendidikan ketentaraan di suatu negara. Walaupun kisah ini kutulis dalam bahasa Indonesia, tidak berarti bahwa apa yang aku alami ini terjadi di Indonesia. Kejadian ini terjadi di suatu negara yang tak perlu kusebut namanya. Waktu itu aku pemuda... read more

Meskipun sudah sering mendengar apa yang dialami para taruna, khususnya calon prajurit taruna atau capratar, selama pendidikan, tak urung aku shock juga - waktu pertama kali dihajar para senior dan pelatih di akademi. Walaupun akhirnya, kontolku ngaceng juga!. Apalagi setelah dihajar, biasanya kami dipaksa onani (= masturbasi, ngeloco alias coli). Sampai pejuh kami berceceran di kamar siksa.... read more

Selesai SMU aku pindah ke Amerika Serikat untuk masuk College kemudian mengambil MBA di UCLA - University of California in Los Angeles. Selesai kuliah dan setelah meraih MBA aku menetap di San Francisco. Saat itu, cowok pujaanku : Irgi Ahmad Fahrezi lagi kuliah di Sunway College, Malaysia, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Waktu di SMU, aku iseng-iseng mengisi formulir lotere imigrasi ke AS... read more

Jatuh cinta atau tergila-gila pada aktris, aktor, penyanyi, presenter dan penyiar TV adalah hal yang biasa-biasa saja. Lazimnya disebut nge-fans. Biasanya cewek nge-fans cowok dan sebaliknya!. Jika cewek nge-fans cewek masih bisa dimaafkan!. Tapi jangan coba-coba cowok nge-fans cowok, bisa dituduh homo. Padahal, memang! Demikianlah halnya dengan aku seorang cowok homoseks murni 100%.Aku... read more

Tujuh tahun sudah aku tinggalkan Indonesia Tanah Airku Tercinta. Lima tahun untuk sekolah dan dua tahun untuk berusaha di Amerika Serikat. Untunglah aku lahir sebagai lelaki homoseks 100% yang tidak terlalu emosional. Meskipun demikian tak urung aku rindu juga pada cowok Indonesia yang lumayan ramah dan ganteng. Saat cerita cabul ini kutulis untuk "MOTN Erotic Stories", aku sudah memegang Green... read more

Setiap tahun aku pulang ke Tanah Air,Tanah Tempat Kelahiranku - Indonesia. Biasanya aku memilih libur di musim gugur (di Amerika disebut "fall"). Aku juga tidak bisa pulang terlalu lama. Bisnisku di San Francisco bisa kacau.Tetapi setelah Diemas Arief dan Bagus Errwynn bergabung di apartemenku, aku boleh libur agak lama. Mereka berdua (cowok Indonesia) mahasiswa di Berkeley dan mereka mau... read more

Waktu di SMU aku punya geng yang terdiri dari empat orang,yaitu: aku sendiri, Jose, Jeffri dan Bambang. Persahabatan kami melintasi suku, agama dan tingkat sosial ekonomi. Yang menyatukan kami adalah bahwa kami berada dalam satu kelas dan kami berempat termasuk ber-otak encer. Tetapi ada satu keanehan dari geng kami, yaitu bahwa ternyata kami berempat punya kecenderungan homoseksual - alias... read more

Liburan di Tanah Air tahun ini (2003) adalah yang paling berkesan buatku. Aku sempat berziarah di makam almarhum sobatku Jeffri di Pemakaman Tanah Kusir. Entah apa yang bikin aku jadi cengeng dan menangis di kuburan sobatku yang jadi korban AIDS itu. Aku juga berhasil ketemu Bambang Satyo bekas partner homoku di SMU yang sekarang berlagak jadi straight dan punya anak isteri segala. Aku juga ... read more



Hari ini aku mengantar Marcellino ke bandar-udara pulang ke Amerika. Mungkin tahun depan dia tidak akan pulang lagi kalau dia sudah jadi US Citizen. "Johan, aku cinta Tanah Air,tapi aku perlu hidup" begitu katanya padaku. Memang sukar buat Lino untuk bisa hidup di Tanah Air dalam masa krisis begini. Bahkan tahun depan seluruh keluarganya menyusul ke Amerika.Bokap dan nyokapnya sudah tua dan... read more

Kepulangan Lino (Marcellino Thomas) ke Amerika bagaikan bertiupnya kembali angin segar dalam jiwa ku. Betapa tidak, selama dua minggu Lino seakan merebut Rizal, cowokku - kekasihku dari sisiku. Sementara aku tak berkutik. Karena Lino kaya dan orang luar negeri dan sobat lama Rizal. Sementara aku setengahnya di kantor adalah bawahan Rizal dan aku seperti tidak punya keistimewaan apa-apa untuk... read more

Rizal cowokku menemani Lino sobatnya di SMU pergi berziarah ke makam Almarhum Jeffri. Jeffri baru saja meninggal dunia, sekitar sebulan sebelumnya. Jeffri meninggal terserang AIDS. Semasa hidupnya, Jeffri cukup dekat dengan Lino dan mereka sering kontak per telepon,fax dan surat-suratan Jakarta -San Francisco. Jeffri rajin mengirimkan berita, foto, VCD sinetron, filem dan FTV yang ada... read more

Pada mulanya bukan aku yang mulai. Tapi "mereka" yang mulai. Mereka yang mengajak aku berbuat dan minta dirahasiakan. Bahkan mereka memberi aku uang tali-asih yang sekaligus jadi uang tutup-mulut. Tetapi kenapa sekarang mereka sendiri yang membocorkan rahasia ini?. Aku marah, jengkel, dan ketakutan. Kalau rahasiaku terbongkar mukaku harus disembunyikan dimana? Sialan! Aku juga takut kalau ... read more

Waktu terjadi heboh konser grup musik asing dari suatu tempat di benua kita, tak aku sangka bahwa heboh yang disebut terakhir ini akan punya kaitan dengan diriku. Setelah misteri Si Peragawan Tommy yang mengaku ngebet dengan aku. Dua hari kemudian aku dapat telepon lagi.Di seberang sana seorang pria dengan nada ramah mengundang aku ke suatu restoran, "Ada yang mau saya bicarakan", katanya.... read more

Jadwal jaga atau piket Satpam di perusahaan kami diatur tiga shift sehari. Untuk shift malam hari mulai jam 22:00. Karena jumlah Anggota Satpam ada duabelas orang, tiap kali jaga diatur berdua. Malam itu aku jaga dengan Alex, tapi ternyata isterinya masuk rumah sakit akan melahirkan. Jadi Alex minta izin menunggui isterinya. Waktu aku melapor pada Jose Rizal, Komandan Satpam. Dia menanyakan... read more

Ada seorang tamu yang hampir secara rutin datang di kantorku. Biasanya dia datang menjelang tutup kantor atau pada hari Jum'at sore.Aku perhatikan rata-rata dia datang di kantorku dua sampai tiga kali seminggu. Kami para Satpam hafal tamu-tamu Bos Besar.Karena semua tamu, tak terkecuali, diminta untuk mengisi buku tamu. Di buku tamu dia menuliskan namanya : Subagyo. Kami Anggota Satpam dan... read more

Seorang kenalanku yang gay dan sudah berusia 50 tahun mengatakan :"Nobody loves you when you are old and gay" artinya "Tak ada yang mencintaimu jika engkau sudah tua dan gay". Kadang-kadang hal ini menghantui aku. Sekarang usiaku 26 tahun. Empat tahun lagi 30 tahun dan kemudian 40 tahun, lalu 50 tahun dst. Lalu kalau udah tua, aku mau ngapain?Itu pun kalau aku tidak kena AIDS. Nanti kalau... read more

Sebetulnya aku ingin sekali menyebut nama atau inisial seorang aktor sinteron action yang akhir-akhir ini sering minta aku "kawal". Maksudnya agar para Pembaca bisa lebih menghayati dan juga lebih menikmati kisahku. Tapi apa daya, aku harus berpegang pada moral dan etik dan harus menjaga nama baik serta kehormatan si aktor ganteng ini. Oleh karena itu, agar mudahnya, dalam kisah ini aku akan... read more

Ketika itu, sudah hampir sepuluh hari aku punya affair cinta sejenis dengan seorang aktor yang konon paling ganteng dan pernah di-issue-kan sebagai gay itu.Ketika itu, kebetulan dia sedang libur, tidak ada shooting. Karena dia sedang menunggu realisasi kontrak berikut untuk sebuah sinetron. Pembaca yang budiman, demi moral-etika dan untuk menjaga kehormatan sang aktor,aku sebut saja nama-nya... read more



Untuk kedua-kalinya aku kencan dengan Si Tommy ganteng yang mengaku dirinya entah model, entah peragawan, entah apa. Kali yang kedua ini dia juga membawa aku ke Hotel "B". Hotel bintang lima yang merupakan hotel favorit orang-orang Amerika yang berduit. Pada kencan yang pertama dia yang mengajak duluan dan ternyata kemudian aku dijebak. Aku diajak Tommy melakukan hubungan homosex,lalu... read more

Kegalauan yang aku rasakan setiap kali kumerenung adalah masa depanku dan penyakit AIDS. Pertanyaan sampai kapankah aku akan jadi Satpam yang praktis tidak punya masa depan dan tanpa jenjang karir ini?,sampai kapankah aku akan hidup liar sebagai homosex?,dan kapankah virus AIDS masuk ke badanku lalu menyeretku ke lubang kubur?. Seumur hidupku aku belum pernah diembat cowok yang mau memakai... read more

Dalam hatiku aku selalu menyanggah bahwa aku jual diri atau melacur, walaupun pada kenyataannya aku sudah seperti Gigolo,atau tepatnya Kucing (lelaki yang memberikan servis sex kepada sesama jenis). Betapa tidak, sekarang aku sering mempersiapkan diri agar pasangan homosexualku merasa puas. Aku sendiri tidak tahu apakah aku mengharapkan uang ataukah aku ingin membahagiakan laki-laki yang... read more

Namanya agak aneh Alexis Askan Lukman. Dia suka menyingkat namanya dengan AAL."AAL itu singkatan dari Akademi Angkatan Laut",katanya. Sehari-hari nama panggilannya Alex.Menurut cerita Alex, waktu dia lahir ayahnya sedang membaca cerita tentang Tsar Rusia yang terakhir. Dalam cerita itu ada nama Putera Mahkota Alexis. Dari nama Putera Tsar yang terkecil inilah nama "Alexis" diambil. Mungkin... read more

Sebelumnya jadwal harianku sederhana saja.Maklum aku hanya seorang Satpam perusahaan productionn house. Tetapi tanpa aku sadari ternyata jadwal harianku makin hari makin padat. Kalau dulu HP-ku hanya sekali-sekali berdering dan nada SMS juga jarang terdengar, sekarang paling tidak setiap setengah sampai seperempat jam ada saja nada SMS atau nada panggil. Nada panggil atau nada SMS itu... read more

Jika aku dihadapkan pada ujian-ujian iman berupa tawaran atau ajakan melakukan hubungan homosex maka lebih sering aku gagal.Bagaimana tidak,lebih sering ajakan itu terjadi tiba-tiba, tidak pernah disangka-sangka dan sangat menggoda. Itulah sebab-nya aku sering lupa pada dosa, sering lupa pada harga diriku, dan sering lupa pada risiko AIDS. Para Pembaca MOTN perlu memahami bahwa walaupun aku... read more

Belum lama ini aku dan Rizal masuk jadi anggota suatu Fitness Center. Fitness Center ini baru dan letaknya di suatu Komplex Kantor Pemerintahan. Anggota Fitness Center ini campuran : masyarakat umum dan juga ada karyawan/karyawati dari kantor yang jadi lokasi Fitness Center tersebut. Rizal(Jose Rizal) yang mengajak aku masuk Fitness Center itu. Kebetulan ada "Paket Keluarga" yang iurannya... read more

Orang-tuaku memberi nama aku Negus Negusti Johan Pahlawan. Negus Negusti adalah gelar kekaisaran Etiopia yang artinya Raja Diraja atau Maha Raja. Gelar ini dipakai oleh Kaisar Haile Selassie yang berkuasa sampai empat dasa warsa lebih sebagai Kaisar di Etiopia sebelum kelak ia digulingkan oleh kaum komunis yang dipimpin oleh Jenderal Mengistu Haile Miriam. Mengistu sendiri kemudian digulingkan... read more

Sudah hampir lima tahun aku berhubungan dengan Rizal. Lebih sering aku memanggil dia Zal atau Rizal saja. Kalau ingin mesra,aku suka memanggil dia Bang Rizal. Sekali-sekali aku memanggilnya Beli Wayan. Nama lengkap Rizal adalah Wayan Indrawan Jose Rizal. Dalam Bahasa Bali, kata Beli artinya Kakak atau mungkin sama dengan panggilan Mas dalam Bahasa Jawa. Rizal berdarah bangsawan [tidak etis kalau... read more

Ketika Rizal sakit, aku kontak Lino [Marcellino Thomas Dj] di San Francisco dengan telepon. Dia coba bicara dengan Rizal, tapi Rizal tidak mau bicara.Maklum sedang stress. Aku agak senang juga Rizal tidak mau bicara dengan Lino. Sebab,jauh di lubuk hatiku sebetulnya aku cemburu pada Lino.Dia teman Rizal satu geng di SMU dan semasa remaja Rizal dan Lino sering melakukan hubungan homosex. ... read more



Page 1 of 8

1 2 3 4 5 6 7 8

Table of contents


Legend

  • = Category Updated
  • Flash Video Play Button = Flash Play Button