Dua kakak beradik: Muslih dan Zulfan, Part 1

By Negus Johan Pahlawan

submitted June 8, 2003

Translate from:
  To  
Text Size:

Sudah dua tahun Muslih tinggal di rumahku. Muslih berijazah SMU dan datang ke Jakarta untuk mencari kerja. Susahnya kehidupan di daerah menyebabkan banyak pencari kerja yang melakukan urbanisasi ke kota besar termasuk Jakarta. Zulfan, kakak Muslih yang membawanya kepadaku. Sebelumnya Zulfan sudah menghubungi aku dan menjamin bahwa adiknya anak baik. Sebelum pindah ke Jakarta, Muslih pernah kerja di suatu penginapan di kota kabupaten dekat kampungnya, sebagai semacam bell boy atau pelayan. Jadi Muslih punya pengalaman mengurus rumah atau penginapan. Muslih bahkan bisa masak dan menyetir mobil.

Jika aku mau menerima Muslih bekerja di rumahku maka mereka akan menjual rumah orang tuanya di kampung. Karena setelah kedua orang tua mereka meninggal dunia, saudara-saudara mereka yang lain menuntut harta warisan atas rumah itu. Aku jadi kasihan pada Zulfan dan Muslih. Zulfan umurnya 22 tahun dan Muslih 18 tahun. Setelah kupikir-pikir tak ada salahnya menerima Muslih di rumahku. Apa lagi Zulfan menjamin bahwa adiknya anak baik.

Aku hidup sendiri, karena itu aku memilih tinggal di apartemen. Meskipun sedikit lebih mahal dari perumahan biasa tetapi lebih mudah mengelolanya. Bagi yang memerlukan, Manajemen Apartemen bisa menyediakan servis maintenance termasuk pelayanan untuk mengurus kebersihan tiap apartemen. Semula maintenance apartemen aku serahkan ke Manajemen Apartemen.Bagiku uang bukan masalah.Tapi setelah Muslih masuk ke rumahku dia yang mengusulkan agar dia diizinkan mengurus maintenance sehari-hari apartemenku.Apalagi uang yang harus dibayarkan ke Manajemen Apartemen cukup besar.Walaupun buat aku uang bukan masalah. Aku bisa paham, tentu saja Muslih merasa risih jika dia tidak melakukan apa-apa.Padahal dia makan,tidur,digaji dan sekolahnya aku biayai.Aku membiayai Muslih kuliah di jurusan informatika pada sebuah perguruan tinggi swasta.

Zulfan adalah penjaga villa "Prijati" di Puncak milik Kolonel Subagyo. Harus kuakui bahwa aku kenal Zulfan "luar-dalam". Waktu aku menginap di villa "Prijati" aku sempat mereguk kenikmatan tubuhnya. Memang Zulfan ganteng, kekar dan sangat kelaki-lakian.Kontolnya juga besar, mungkin hanya bisa dikalahkan ukurannya oleh kontol kuda Arab atau kontol kuda Australia.

Aku berhubungan dengan Zulfan waktu menginap di villa "Prijati"[Pria Sejati].Waktu itu pagi hari, Zulfan sedang mencuci mobilku dengan mengenakan singlet. Meskipun hawa dingin, tapi Zulfan kuat hanya mengenakan singlet saja. Lengannya tampak kekar, ketiaknya bersih dan otot dadanya amat menonjol ke depan. Aku tak tahan...! Aku "seret" Zulfan yang ganteng dan kekar ke dalam rumah. Aku dorong dia kekamar tidur dan aku nikmati sepuas-puasku :bibir, puting susu, ketiak, dan kontolnya yang teramat ledzatt itu. Aku makin bernafsu dan tanpa pikir panjang lobang pantat Zulfan juga aku jilati. Nikmatt! Setelah puasss menjilati semua bagian tubuh Zulfan yang ingin aku cicipi dengan lidahku aku ingin mencicipi pejuhnya. Karena itu aku pindah kedepan kebagian kontolnya yang besar, disunat ketat. Kepala kontolnya berwarna merah membara dan berkilat. Lobang kencingnya sudah dihiasi oleh setetes mazie [pre-cum] bening. Aku jadi makin menggila, tanpa permisi, kontol Zulfan aku kulum aku sedot, aku kulum aku sedot. Lobang kencingnya aku jilati sampai dia melenguh karena kenikmatan dan merasa jadi laki-laki sejati mmmmph .. mmmmph.. mmmph.. mmmph... Aku bahagia sekali.

Kontolku ngaceng membara, pakaianku aku lucuti supaya aku bisa menikmati total saat-saat yang indah berhubungan sejenis dengan cowok sejantan Zulfan. Zulfan terbaring di tempat tidur sambil telentang, pakaiannya sudah aku lepas dari tadi, dia telanjang bulat telentang, paha mengangkang lebar. Aku menelungkup dan menggesek-gesekkan kontolku yang sudah ngaceng hebat bagai membara ke sprei yang kesat. Agh! Nikmatt!

Tanganku tak tinggal diam menggerayangi tubuhnya yang ketat, puting susunya yang ketat, ketiaknya, yang nikmat basah dan berkeringat,silitnya alias lobang pantat. Semua bagian yang relevan dengan kenikmatan surgawi, nirwana, moksa aku upayakan.

[Belakangan aku jadi mengerti mengapa kaki-tangan Polis Malaysia begitu lama menyekap Zulfan untuk dinikmati dan disiksa! Habis... memang tubuhnya indah dan ledzat].

Tubuh Zulfan makin berkeringat tetapi pejuhnya belum muncrat juga.Tanda dia memang lelaki hebat sanggup menahan muncratnya pejuh dan kenikmatan di kontolnya begitu lama. Aku sedot,aku jilat,aku sedot aku jilat.Akhirnya dia mengejang-ngejangkan tubuh ketatnya dan kontolnya disodok-sodokkan ke mulutku sampai aku hampir tersedak dan akhirnya.. Aaaaaaaaaaaaagh! Pejuh Zulfan muncrat juga dipagi yang sejuk itu .. CRROOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOT! CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT!.. CROOOOOOOOOOOOOOOOOOT, terus-menerus seakan tidak pernah akan berhenti.. pejuhnya kental, putih, volumenya banyak dan bau-nya semerbak pejuh...! Indah dan nikmat sekali!

Sayang sekali hari itu aku punya urusan bisnis lain.Kalau tidak, mau aku menikmati tubuh Zulfan mantan-TKI yang luar biasa jantan dan amat kelaki-lakian itu sepanjang hari,sepanjang bulan, sampai sepanjang tahun, bahkan sepanjang zaman!

Zulfan mantan-TKI di Malaysia.Mula-mula di Sabah di perkebunan kelapa sawit. Kemudian dia lari ke Sarawak lalu ke Semenanjung. Zulfan kabur dari perkebunan karena gaji dan hak-hak lainnya tidak pernah dibayar,baik oleh majikannya,oleh pengerah tenaga kerja di Indonesia maupun oleh tekong. Dia kabur tanpa paspor atau surat apapun karena semua surat-surat, paspor dan entah apa lagi disandera oleh perusahaan pengerah tenaga kerja,tekong,atau majikan yang semuanya babi-anjing itu!

Waktu ada razia di Kuala Lumpur(KL), Zulfan kena tangkap. Tapi sebelum masuk ke Lokap Imigresyen dia disekap oleh seorang kaki-tangan Polis Di-Raja Malaysia di sebuah rumah. Dalam sekapan itu Zulfan yang ganteng, atletis dan berkontol besar itu jadi hidangan kaki-tangan Polis.Lobang pantat-nya sampai berdarah-darah karena disodomi [Bahasa Malaysianya : liwath] secara bergantian. Kontol, biji peler, lobang pantat, puting susu dan ketiak-nya sering diberi sengatan listrik sebagai pemuas nafsu sadis kaki-tangan Polis anjing itu! Zulfan juga sering dipaksa onani [Bahasa Malaysianya : lancap atau rancap] berkali-kali,sampai dia lemes. Kalau Zulfan tidak bisa memuncratkan pejuh lagi dia dicambuk dengan ikat pinggang oleh pejabat polis yang babi-anjing dan bajingan itu.

Penyiksaan seksual yang kejam itu membuat Zulfan masih stres sampai sekarang!Sekarang Zulfan masih dalam perawatan seorang Psikiater. Zulfan tidak gila, hanya dia sangat trauma dengan siksaan yang dialami di Malaysia.Baik oleh kaki-tangan Jawatan Imigresyen Malaysia maupun oleh kaki-tangan Polis Di-Raja Malaysia. Anjing, Babi, Iblis, Bajingan!

Untung saja perlakuanku terhadap Zulfan di pagi yang cabul di villa "Prijati" itu tidak membikin dia tambah stress. Mungkin karena selama kenal dengan Zulfan aku bersikap bersahabat.Atau jangan-jangan memang dia suka dengan aku? Agh! Mudah-mudahan saja begitu!

Waktu dia datang ke apartemenku untuk bicara tentang adiknya, aku jadi kumat ingin menikmati tubuhnya yang ledzat. Karena itu, sebelum Zulfan pulang aku minta "jatah". Karena kebetulan Zulfan datang di hari liburan panjang [tiga hari] keruan saja dia aku tahan untuk menginap di rumahku tiga hari dan aku nikmati sepuas-puasku! Tapi kemudian aku jadi sedih dan terharu.Mentang-mentang Zulfan sedang perlu bantuan, aku mengambil kesempatan dalam kesempitan. Karena itu setiap kali habis aku setubuhi, Zulfan aku keloni dengan mesra.Agar dia tahu bahwa aku sayang pada dia.[Terutama pada kontol dan pejuhnya!]

Muslih juga tak kalah ganteng dengan abangnya.Aku heran ada dua pemuda desa yang demikian ganteng. Yang aku kagumi juga adalah ketiak mereka bersih, bebas rambut semuanya. Keringatnya mereka juga tidak berbau. Karena itu aku cepat lengket pada Muslih. Sebagai seorang homosex tentu saja aku rajin menjaga penampilanku. Karena itu aku juga mempunyai beberapa mesin olah raga di rumah. Aku senang,karena Muslih juga rajin melatih otot-otot-nya. Aku meramalkan bahwa lama-kelamaan Muslih pasti jadi sasaran pelampiasan hasrat sex-ku juga. Dasar aku, homosex ta'i!

Begitu mudahnya Muslih menyesuaikan diri di rumah-ku agaknya tak terlepas dari cara pendidikan di rumahnya. Walaupun tinggal di desa, kedua orang-tua Muslih [dan Zulfan]adalah guru sekolah dasar. Karena itu Muslih dan Zulfan berhasil menyelesai-kan SMU walaupun sukar untuk mereka mendapatkan pekerjaan. Sepertinya tak mungkin mereka membiayai pendidikan di tingkat perguruan tinggi jika tak ada yang mensponsori!

Kalau Zulfan sehat,aku juga mau membiayai sekolah Zulfan. Aku ingin menyekolahkan Zulfan untuk acting atau modelling. Sebetulnya, tampang dan tubuhnya memenuhi syarat untuk jadi pemain film atau model.Semoga Zulfan kembali sehat jiwanya! Supaya kelak, Pembaca MOTN juga bisa menikmati keindahan tubuh dan wajahnya di tabloid atau di acara TV tentang selebritis!

[Bersambung/To be continued]


Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Negus Johan Pahlawan

Tidak mudah bekerja sebagai camera-man di suatu production house. Jadwal kerjanya juga sering aneh, siang, malam, dini hari, atau subuh, dengan gaji yang pas-pasan saja. Tapi apa daya? Aku tidak punya pilihan dan keahlian lain, paling tidak, sekarang belum ada pilihan kerja lain! Aku juga sering frustasi. Maklumlah sebagai pria homoseks - aku sering berkesempatan memandangi tubuh lelaki... read more

Bekerja untuk membiayai kuliah, begitulah yang aku kerjakan sejak aku berumur 20 tahunan. Karena bukan pegawai-tetap maka tugasku serabutan sebagai "camera man" atau kadang-kadang sebagai "kacung". Istilah kerennya "office boy". Atas bantuan kenalan orang-tuaku aku diizinkan kerja sambilan di suatu production house. Aku mulai bekerja ketika production house itu membuat suatu sinetron remaja... read more

Pada saat episode Pondok Pak Jon ditayangkan dan kemudian episode Lupus Millenia disiarkan, waktu itu lah aku berhasil diterima masuk di suatu pendidikan ketentaraan di suatu negara. Walaupun kisah ini kutulis dalam bahasa Indonesia, tidak berarti bahwa apa yang aku alami ini terjadi di Indonesia. Kejadian ini terjadi di suatu negara yang tak perlu kusebut namanya. Waktu itu aku pemuda... read more

Meskipun sudah sering mendengar apa yang dialami para taruna, khususnya calon prajurit taruna atau capratar, selama pendidikan, tak urung aku shock juga - waktu pertama kali dihajar para senior dan pelatih di akademi. Walaupun akhirnya, kontolku ngaceng juga!. Apalagi setelah dihajar, biasanya kami dipaksa onani (= masturbasi, ngeloco alias coli). Sampai pejuh kami berceceran di kamar siksa.... read more

Selesai SMU aku pindah ke Amerika Serikat untuk masuk College kemudian mengambil MBA di UCLA - University of California in Los Angeles. Selesai kuliah dan setelah meraih MBA aku menetap di San Francisco. Saat itu, cowok pujaanku : Irgi Ahmad Fahrezi lagi kuliah di Sunway College, Malaysia, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Waktu di SMU, aku iseng-iseng mengisi formulir lotere imigrasi ke AS... read more

Jatuh cinta atau tergila-gila pada aktris, aktor, penyanyi, presenter dan penyiar TV adalah hal yang biasa-biasa saja. Lazimnya disebut nge-fans. Biasanya cewek nge-fans cowok dan sebaliknya!. Jika cewek nge-fans cewek masih bisa dimaafkan!. Tapi jangan coba-coba cowok nge-fans cowok, bisa dituduh homo. Padahal, memang! Demikianlah halnya dengan aku seorang cowok homoseks murni 100%.Aku... read more

Tujuh tahun sudah aku tinggalkan Indonesia Tanah Airku Tercinta. Lima tahun untuk sekolah dan dua tahun untuk berusaha di Amerika Serikat. Untunglah aku lahir sebagai lelaki homoseks 100% yang tidak terlalu emosional. Meskipun demikian tak urung aku rindu juga pada cowok Indonesia yang lumayan ramah dan ganteng. Saat cerita cabul ini kutulis untuk "MOTN Erotic Stories", aku sudah memegang Green... read more

Setiap tahun aku pulang ke Tanah Air,Tanah Tempat Kelahiranku - Indonesia. Biasanya aku memilih libur di musim gugur (di Amerika disebut "fall"). Aku juga tidak bisa pulang terlalu lama. Bisnisku di San Francisco bisa kacau.Tetapi setelah Diemas Arief dan Bagus Errwynn bergabung di apartemenku, aku boleh libur agak lama. Mereka berdua (cowok Indonesia) mahasiswa di Berkeley dan mereka mau... read more

Waktu di SMU aku punya geng yang terdiri dari empat orang,yaitu: aku sendiri, Jose, Jeffri dan Bambang. Persahabatan kami melintasi suku, agama dan tingkat sosial ekonomi. Yang menyatukan kami adalah bahwa kami berada dalam satu kelas dan kami berempat termasuk ber-otak encer. Tetapi ada satu keanehan dari geng kami, yaitu bahwa ternyata kami berempat punya kecenderungan homoseksual - alias... read more

Liburan di Tanah Air tahun ini (2003) adalah yang paling berkesan buatku. Aku sempat berziarah di makam almarhum sobatku Jeffri di Pemakaman Tanah Kusir. Entah apa yang bikin aku jadi cengeng dan menangis di kuburan sobatku yang jadi korban AIDS itu. Aku juga berhasil ketemu Bambang Satyo bekas partner homoku di SMU yang sekarang berlagak jadi straight dan punya anak isteri segala. Aku juga ... read more



Hari ini aku mengantar Marcellino ke bandar-udara pulang ke Amerika. Mungkin tahun depan dia tidak akan pulang lagi kalau dia sudah jadi US Citizen. "Johan, aku cinta Tanah Air,tapi aku perlu hidup" begitu katanya padaku. Memang sukar buat Lino untuk bisa hidup di Tanah Air dalam masa krisis begini. Bahkan tahun depan seluruh keluarganya menyusul ke Amerika.Bokap dan nyokapnya sudah tua dan... read more

Kepulangan Lino (Marcellino Thomas) ke Amerika bagaikan bertiupnya kembali angin segar dalam jiwa ku. Betapa tidak, selama dua minggu Lino seakan merebut Rizal, cowokku - kekasihku dari sisiku. Sementara aku tak berkutik. Karena Lino kaya dan orang luar negeri dan sobat lama Rizal. Sementara aku setengahnya di kantor adalah bawahan Rizal dan aku seperti tidak punya keistimewaan apa-apa untuk... read more

Rizal cowokku menemani Lino sobatnya di SMU pergi berziarah ke makam Almarhum Jeffri. Jeffri baru saja meninggal dunia, sekitar sebulan sebelumnya. Jeffri meninggal terserang AIDS. Semasa hidupnya, Jeffri cukup dekat dengan Lino dan mereka sering kontak per telepon,fax dan surat-suratan Jakarta -San Francisco. Jeffri rajin mengirimkan berita, foto, VCD sinetron, filem dan FTV yang ada... read more

Pada mulanya bukan aku yang mulai. Tapi "mereka" yang mulai. Mereka yang mengajak aku berbuat dan minta dirahasiakan. Bahkan mereka memberi aku uang tali-asih yang sekaligus jadi uang tutup-mulut. Tetapi kenapa sekarang mereka sendiri yang membocorkan rahasia ini?. Aku marah, jengkel, dan ketakutan. Kalau rahasiaku terbongkar mukaku harus disembunyikan dimana? Sialan! Aku juga takut kalau ... read more

Waktu terjadi heboh konser grup musik asing dari suatu tempat di benua kita, tak aku sangka bahwa heboh yang disebut terakhir ini akan punya kaitan dengan diriku. Setelah misteri Si Peragawan Tommy yang mengaku ngebet dengan aku. Dua hari kemudian aku dapat telepon lagi.Di seberang sana seorang pria dengan nada ramah mengundang aku ke suatu restoran, "Ada yang mau saya bicarakan", katanya.... read more

Jadwal jaga atau piket Satpam di perusahaan kami diatur tiga shift sehari. Untuk shift malam hari mulai jam 22:00. Karena jumlah Anggota Satpam ada duabelas orang, tiap kali jaga diatur berdua. Malam itu aku jaga dengan Alex, tapi ternyata isterinya masuk rumah sakit akan melahirkan. Jadi Alex minta izin menunggui isterinya. Waktu aku melapor pada Jose Rizal, Komandan Satpam. Dia menanyakan... read more

Ada seorang tamu yang hampir secara rutin datang di kantorku. Biasanya dia datang menjelang tutup kantor atau pada hari Jum'at sore.Aku perhatikan rata-rata dia datang di kantorku dua sampai tiga kali seminggu. Kami para Satpam hafal tamu-tamu Bos Besar.Karena semua tamu, tak terkecuali, diminta untuk mengisi buku tamu. Di buku tamu dia menuliskan namanya : Subagyo. Kami Anggota Satpam dan... read more

Seorang kenalanku yang gay dan sudah berusia 50 tahun mengatakan :"Nobody loves you when you are old and gay" artinya "Tak ada yang mencintaimu jika engkau sudah tua dan gay". Kadang-kadang hal ini menghantui aku. Sekarang usiaku 26 tahun. Empat tahun lagi 30 tahun dan kemudian 40 tahun, lalu 50 tahun dst. Lalu kalau udah tua, aku mau ngapain?Itu pun kalau aku tidak kena AIDS. Nanti kalau... read more

Sebetulnya aku ingin sekali menyebut nama atau inisial seorang aktor sinteron action yang akhir-akhir ini sering minta aku "kawal". Maksudnya agar para Pembaca bisa lebih menghayati dan juga lebih menikmati kisahku. Tapi apa daya, aku harus berpegang pada moral dan etik dan harus menjaga nama baik serta kehormatan si aktor ganteng ini. Oleh karena itu, agar mudahnya, dalam kisah ini aku akan... read more

Ketika itu, sudah hampir sepuluh hari aku punya affair cinta sejenis dengan seorang aktor yang konon paling ganteng dan pernah di-issue-kan sebagai gay itu.Ketika itu, kebetulan dia sedang libur, tidak ada shooting. Karena dia sedang menunggu realisasi kontrak berikut untuk sebuah sinetron. Pembaca yang budiman, demi moral-etika dan untuk menjaga kehormatan sang aktor,aku sebut saja nama-nya... read more



Untuk kedua-kalinya aku kencan dengan Si Tommy ganteng yang mengaku dirinya entah model, entah peragawan, entah apa. Kali yang kedua ini dia juga membawa aku ke Hotel "B". Hotel bintang lima yang merupakan hotel favorit orang-orang Amerika yang berduit. Pada kencan yang pertama dia yang mengajak duluan dan ternyata kemudian aku dijebak. Aku diajak Tommy melakukan hubungan homosex,lalu... read more

Kegalauan yang aku rasakan setiap kali kumerenung adalah masa depanku dan penyakit AIDS. Pertanyaan sampai kapankah aku akan jadi Satpam yang praktis tidak punya masa depan dan tanpa jenjang karir ini?,sampai kapankah aku akan hidup liar sebagai homosex?,dan kapankah virus AIDS masuk ke badanku lalu menyeretku ke lubang kubur?. Seumur hidupku aku belum pernah diembat cowok yang mau memakai... read more

Dalam hatiku aku selalu menyanggah bahwa aku jual diri atau melacur, walaupun pada kenyataannya aku sudah seperti Gigolo,atau tepatnya Kucing (lelaki yang memberikan servis sex kepada sesama jenis). Betapa tidak, sekarang aku sering mempersiapkan diri agar pasangan homosexualku merasa puas. Aku sendiri tidak tahu apakah aku mengharapkan uang ataukah aku ingin membahagiakan laki-laki yang... read more

Namanya agak aneh Alexis Askan Lukman. Dia suka menyingkat namanya dengan AAL."AAL itu singkatan dari Akademi Angkatan Laut",katanya. Sehari-hari nama panggilannya Alex.Menurut cerita Alex, waktu dia lahir ayahnya sedang membaca cerita tentang Tsar Rusia yang terakhir. Dalam cerita itu ada nama Putera Mahkota Alexis. Dari nama Putera Tsar yang terkecil inilah nama "Alexis" diambil. Mungkin... read more

Sebelumnya jadwal harianku sederhana saja.Maklum aku hanya seorang Satpam perusahaan productionn house. Tetapi tanpa aku sadari ternyata jadwal harianku makin hari makin padat. Kalau dulu HP-ku hanya sekali-sekali berdering dan nada SMS juga jarang terdengar, sekarang paling tidak setiap setengah sampai seperempat jam ada saja nada SMS atau nada panggil. Nada panggil atau nada SMS itu... read more

Jika aku dihadapkan pada ujian-ujian iman berupa tawaran atau ajakan melakukan hubungan homosex maka lebih sering aku gagal.Bagaimana tidak,lebih sering ajakan itu terjadi tiba-tiba, tidak pernah disangka-sangka dan sangat menggoda. Itulah sebab-nya aku sering lupa pada dosa, sering lupa pada harga diriku, dan sering lupa pada risiko AIDS. Para Pembaca MOTN perlu memahami bahwa walaupun aku... read more

Belum lama ini aku dan Rizal masuk jadi anggota suatu Fitness Center. Fitness Center ini baru dan letaknya di suatu Komplex Kantor Pemerintahan. Anggota Fitness Center ini campuran : masyarakat umum dan juga ada karyawan/karyawati dari kantor yang jadi lokasi Fitness Center tersebut. Rizal(Jose Rizal) yang mengajak aku masuk Fitness Center itu. Kebetulan ada "Paket Keluarga" yang iurannya... read more

Orang-tuaku memberi nama aku Negus Negusti Johan Pahlawan. Negus Negusti adalah gelar kekaisaran Etiopia yang artinya Raja Diraja atau Maha Raja. Gelar ini dipakai oleh Kaisar Haile Selassie yang berkuasa sampai empat dasa warsa lebih sebagai Kaisar di Etiopia sebelum kelak ia digulingkan oleh kaum komunis yang dipimpin oleh Jenderal Mengistu Haile Miriam. Mengistu sendiri kemudian digulingkan... read more

Sudah hampir lima tahun aku berhubungan dengan Rizal. Lebih sering aku memanggil dia Zal atau Rizal saja. Kalau ingin mesra,aku suka memanggil dia Bang Rizal. Sekali-sekali aku memanggilnya Beli Wayan. Nama lengkap Rizal adalah Wayan Indrawan Jose Rizal. Dalam Bahasa Bali, kata Beli artinya Kakak atau mungkin sama dengan panggilan Mas dalam Bahasa Jawa. Rizal berdarah bangsawan [tidak etis kalau... read more

Rizal temanku baru saja pulih dari kondisi stress. Kata dokter ia mengalam homosexual panic reaction. Sebetulnya reaksi panik seperti ini hanya muncul pada laki-laki yang tidak sadar bahwa dirinya punya kecenderungan homosexual dan menjadi panik ketika ia tiba-tiba saja terpikat untuk melakukan hubungan sex dengan sesama jenis. Reaksi yang muncul pada Rizal terjadi ketika dia berkenalan... read more



Page 1 of 8

1 2 3 4 5 6 7 8

Table of contents


Legend

  • = Category Updated
  • Flash Video Play Button = Flash Play Button