Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Nov 23, 2014 - Home of 20361 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

Berpacaran sesama jenis

By Negus Johan Pahlawan

submitted July 27, 2003

Categories: In Indonesian

Text Size:

Apa iya ada dua lelaki berpacaran? Agh! Itu omong kosong. Mana ada dua orang lelaki saling mencinta! Itu yang disebut menggantang asap, perbuatan sia-sia.Karena,it will go no-where, tidak akan menuju kemana-mana. Jika dua orang berlawanan jenis ber-pacaran maka hubungan itu mungkin akan berakhir pada pernikahan.Tapi jika dua orang sesama jenis? Apalagi antara dua orang laki-laki,maka akan ber-akhir pada perpisahan baik-baik atau malahan per-musuhan!

Hubunganku dengan Bang Rizal bermuara atau ber-akhir pada persahabatan atau kami "berpisah baik-baik"! Aku tetap sahabat Bang Rizal, tapi kami bukan lagi berpacaran s/M. Sekarang kalau Bang Rizal ingin menyiksa aku untuk melampiaskan nafsu sadisnya,aku harus mau dulu,harus atas dasar suka sama suka.Sebelumnya,dia bisa menghajar aku kapan saja dia mau.Karena sebelumnya aku dianggap milik pribadinya, slave-nya!

Jadi, aku memang pernah berpacaran, dengan sesama jenis. Tentu bukan didasari cinta, tapi didasari adanya "persamaan",bisa persamaan hobby,pekerjaan atau kepentingan.Yah! Kepentingan seksual, yaitu kepentingan akan memenuhi dorongan nafsu homo-seksual! Itulah dasarnya.

Suatu hari, tanpa sengaja aku berkenalan dengan Lettu [Letnan Satu] Sunaryo. Tidak perlu kusebut dari dia kesatuan mana. Yang jelas dia tentara dari suatu pasukan elit.Waktu itu aku sedang me-nunggu tamu di Bandar Udara Sukarno - Hatta. Aku sedang bertugas akan mengawal seorang tamu asing, berpartner dengan Alex.

Karena pesawatnya masih akan tiba satu jam lagi, aku masih punya waktu cukup untuk cuci mata. Jika berada di bandara,hobbyku adalah cuci mata. Kalau-kalau ada pilot atau pramugara yang ganteng. Staf ground handling atau security pun kadang-kadang ada yang enak dilihat : ganteng, atletis. Syukur-syukur berotot ketat.

Aku lihat seorang perwira berpangkat letnan satu sedang duduk di bangku kayu di pelataran luar Terminal-2 Kedatangan. Wajahnya yang ganteng dan tubuhnya yang atletis, berdada bidang, membikin kontolku ngaceng! Gila!

Aku putuskan untuk nekat mencoba berkenalan.Tak mudah berkenalan dengan tentara. Mereka sombong, arogan dan selalu menganggap rendah orang yang bukan tentara, yang disebut "orang sipil". Ta'i! Tapi saat itu aku pakai baju Safari dan tampang-ku dan penampilanku lumayan gagah [Menurut aku sendiri!]. Supaya ada alasan berkomunikasi, diam-diam arlojiku aku lepas dan aku masukkan kantong celana.

Maka aku duduk di sampingnya dan pura-pura ber-tanya : "Maaf Pak, jam berapa?". Dia mengangkat lengan kirinya dan melihat ke arloji."Jam lima kurang sepuluh" jawabnya. Aku berusaha menenang-kan diri. "Tunggu tamu, Pak" tanyaku."Iya",jawab-nya lagi. Diam-diam aku merasa bahagia duduk ber-sebelahan dengan perwira militer yang ganteng itu. Dasar hokkie-ku lagi bagus. Ternyata pesawat yang aku tunggu delayed dan hebatnya lagi sang perwira juga menunggu tamu yang datang dengan pesawat yang sama. Maka aku ada alasan untuk mem-perpanjang obrolan. Sampai aku bisa tahu namanya dan aku memperkenalkan namaku "Johan". Ternyata dia hobby tennis, basket dan karate. Aku usahakan membicarakan hal-hal yang bisa menarik perhatian-nya. Segera saja komunikasi antara kami mencair.

Mas Naryo mulai ramah dan kami bisa ngobrol enak. Aku berikan kartu namaku dan dia mau memberiku nomor HP-nya. Bahkan,aku boleh menelepon dia![Agh!Jangan panggil aku Johan Pahlawan kalau aku nggak bisa menarik perhatian cowok].

Ketika pesawat yang kami tunggu sudah diumumkan akan mendarat,kami berpisah. Aku dan Alex segera masuk ke dalam terminal setelah menunjukkan pas kami masing-masing.

Aku dan Alex bertugas mengawal tamu selama satu minggu. Tamu hanya akan punya urusan di Jakarta. Di hotel kami mendapat satu kamar bersebelahan dengan tamu. Aku dan Alex bergantian jaga, siang malam.Kalau tamu keluar hotel kami menguntit dari belakang.Kadang-kadang salah satu dari kami me-nyetir mobil tamu atau duduk di samping supir seperti ajudan. Tergantung situasi!

Akhirnya waktu satu minggu itu berakhir dengan selamat. Bagaimana pun pekerjaanku berisiko. Tak mungkin ada orang minta pengawalan kalau tidak menghadapi suatu ancaman. Oleh karena itu kami para bodyguard rajin berdoa supaya selamat. Yang tidak rajin berdoa mencoba mencari jimat dari para dukun,tempat keramat dan makam-makam.Begitu-lah yang terjadi di kalangan kami para bodyguard sewaan ini.

Kebetulan setelah job yang seminggu itu aku dan Alex mendapat libur seminggu.Waktu tujuh hari itu aku pakai untuk mencari Letnan Sunaryo alias Mas Naryo.Yang paling mudah adalah mengajak makan.Aku ajak Alex untuk menemaniku mentraktir Mas Naryo. Aku hubungi Mas Naryo melalui HP dan aku ajak dia makan siang.

Si tentara ganteng tidak keberatan dan hatiku ber-bunga-bunga. Kami mengajak makan siang seafood di Muara Karang hari Sabtu. Agh! Gantengnya cowokku yang satu itu. Aku makin suka pada Mas Naryo. Dia mengenakan celana jeans, baju kaos hitam. Lengan dan dadanya berotot.Apa lagi? Pokoknya kontol Mas Naryo harus dan akan aku sedot! Begitu aku pasang niat homosex sialan! Waktu makan, mulai ketahuan bahwa Mas Naryo masih perjaka [entah kontolnya, entah boolnya yang masih perjaka].Harapanku makin besar dan aku mulai mengajak untuk kapan-kapan bisa berenang bersama.Mas Naryo OK-OK saja! Kami janjian akan berenang hari Minggu, esoknya. Aku yang akan menjemput Mas Naryo di Mess Perwira. Alex sudah punya feeling, aku punya niat kotor. Karena itu Alex bilang dengan sangat menyesal dia tidak bisa ikut.

Hari Minggu pagi,jam delapan,aku jemput Mas Naryo-ku di Mess Perwira. Rupanya dia masih perwira beneran, karena waktu aku datang jam 07:45 dia sudah siap. Dia mengenakan celana hitam dan baju kotak-kotak biru. Agh! Ganteng banget! Aku ajak ke suatu Sport Center yang lengkap. Aku tawari apakah mau sarapan dulu atau berenang dulu. Dia memilih berenang dulu. Kami ke kamar ganti. Buka celana dan pasang kancut. Aku memakai celana renang yang "sopan". Tapi rupanya Mas Naryoku lebih "maju", kancutnya minim.Sehingga darah homo-ku menggelegak dan kontolku mengeras, ngaceng! Betapa aku tidak ngaceng, disuguhi pemandangan tubuh lelaki yang begitu gagah perkasa, berotot, ketat. Dadanya menonjol, biseps dan trisepsnya aduhai. Sangat serasi dengan rambut ketiaknya yang hitam lebbatt.Amat seksi!. Dalam kegalauan pikiranku, aku mencebur ke dalam air dan kami latihan beneran. Berenang dari ujung ke ujung dan beberapa kali berganti-ganti gaya renang. Hebatt!

Setelah kelelahan berenang kami berhenti dan duduk di tepi kolam. Sport Center itu masih sepi. Memang hari agak mendung.Mas Naryo mengajak untuk membilas badan.Karena sama-sama lelaki,kami masuk ke ruang bilas yang sama.Telanjang bulat di bawah shower!Di situlah aku diterjang perwira muda itu. Aku dipeluk, bibirku dilumat dengan ber-nafsu.Aku menyerah!Shower kami biarkan menyembur air agar perbuatan kami tak terdengar dan tidak dicurigai orang. Mas Naryo minta pantatku! Agh! Hubungan sex yang paling aku benci.Tapi kalau aku menolak, aku akan kehilangan Mas Naryo.Dengan berat hati, boolku yang baru dienema itu aku serahkan. Aku menunduk dan mengangkang. Kontol tentaranya yang perkasa dihunjamnkan ke lobang pantatku. AGH! SAKIT!Aku menggelinjang kesakitan,dia makin ber-nafsu. Kontolnya disodok, disodok, disodokkan ke lobang pantatku tanpa ampun.

Sphincterku mulai terbuka dan kepala kontolnya mulai masuk. Dia sodokkan kontolnya makin dalam [AGH! SAKIT!],lalu keluar,sodok..keluar,sodok.. keluar. Agh! Jago juga nih tentara nyodok lobang pantat lelaki. Aku mulai merasa nikmat di prostat-ku karena tergesek-gesek kontol Mas Naryo.Kontol-ku mulai ngaceng dan tangan Mas Naryo mulai me-ngocok kontolku. Agh!Dia mulai sinkronkan sodokan kontolnya di pantatku dan kocokan tangannya di kontolku. Sodok.. kocok, sodok.. kocok, sodok... kocok!Makin cepat, makin cepat, sodok-kocok,sodok-kocok,sodok-kocok..... dan AAAAAAAAAAAAGH! Kami muncrat bareng CROOOOOOOOOOOT! CRROOOOOOOOOOT! CRROOOOOOOOOOOOOOT! Nikmat di ujung kontol, perih di lobang pantat dan lemes di dengkul! AGH! Pagi jahanam!Jadi niatku, mau nyedot kontol Mas Naryo, malahan lobang pantatku yang diembat dan kontolku yang dikocok! Sialan!

Karena kecapean berenang dan dientot,aku mengajak Mas Naryo tidur dulu di Sport Center. Disitu ada kamar yang bisa disewa. Tapi rupanya Mas Naryo salah paham! Di kamar, aku bukan dibiarkan tidur, istirahat, malahan dia minta kontolnya aku isap. Dengan besar hati aku lakukan tugasku untuk blow-job. Mas Naryo ngaceng lagi waktu aku jilat dan isap kontolnya. Hebatnya dia, pejuhnya muncrat lagi! Pejuhnya masih kental dan volumenya masih banyak. Semuanya aku jilat, hirup, telan dengan nikmat, ledzat dan penuh perasaan! Akhirnya.Kami tergelimpang,terlentang di tempat tidur kecapean dalam keadaan telanjang bulat!Kami lupa sarapan!

Siangnya,jam 12:00 aku terbangun. Aku berpakaian dan memesan makan siang di kamar. Mas Naryo ter-bangun mendengar suaraku menelepon.Dia masih ber- telanjang bulat. Dia tidak segera berpakaian. Di-biarkan tubuhnya yang indah itu telanjang bulat! Aku bahagia, Mas Naryo tidak risih bertelanjang bulat di hadapanku. Aku bangga. Aku merasa jadi bagian hidupnya.

Sejak siang itu kami sering jumpa. Tapi hubungan kami bukan hubungan timbal-balik. Mas Naryo amat posesif,maunya menang sendiri dan sering menyiksa aku! Setiap akan hubungan sex denganku, pasti di-dahului dengan lecutan-lecutan keras cemeti atau ikat pinggangya ke tubuhku. Setelah dia cukup terangsang [aroused, barulah aku dipakai. Semua-nya atas perintahnya. Apakah blow-job, apakah ngentot, Mas Naryo yang memutuskan! Dia selalu minta ketemu denganku di Sport Center. Lalu kami jogging, tennis, renang, atau fitness.Setelah itu di kamar aku dihajar lalu dipaksa melayani nafsu homosexual jahanamya. Kamar di Sport Center itu bentuknya cottage, jadi bunyi lecutan cemetinya nyaris tak terdengar!

Walaupun aku senang juga jadi obyek penyiksaan. Tapi lama-lama aku jenuh juga, berpacaran "cara militer" itu.Aku putuskan untuk berpisah. Aku tak pernah menghubungi dia dan dia juga tak lagi meng-hubungi aku. Tiga bulan setelah kami pisah. Aku dapat undangan pernikahannya. Aku datang saat akad nikah.Waktu memberi selamat, kami berpelukan lama sekali, seperti dua saudara beneran!

Itulah berpacaran "cara militer" yang pernah aku alami dengan seorang cowok gay. Beberapa luka lecet bekas cambukan Letnan Sunaryo masih ber-bekas di punggung, paha dan bokongku. Ada juga bekas sundutan rokoknya di pahaku! Agh! Dasar homosex setan!



Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From Negus Johan Pahlawan

Tidak mudah bekerja sebagai camera-man di suatu production house. Jadwal kerjanya juga sering aneh, siang, malam, dini hari, atau subuh, dengan gaji yang pas-pasan saja. Tapi apa daya? Aku tidak punya pilihan dan keahlian lain, paling tidak, sekarang belum ada pilihan kerja lain! Aku juga sering frustasi. Maklumlah sebagai pria homoseks - aku sering berkesempatan memandangi tubuh lelaki... read more

Bekerja untuk membiayai kuliah, begitulah yang aku kerjakan sejak aku berumur 20 tahunan. Karena bukan pegawai-tetap maka tugasku serabutan sebagai "camera man" atau kadang-kadang sebagai "kacung". Istilah kerennya "office boy". Atas bantuan kenalan orang-tuaku aku diizinkan kerja sambilan di suatu production house. Aku mulai bekerja ketika production house itu membuat suatu sinetron remaja... read more

Pada saat episode Pondok Pak Jon ditayangkan dan kemudian episode Lupus Millenia disiarkan, waktu itu lah aku berhasil diterima masuk di suatu pendidikan ketentaraan di suatu negara. Walaupun kisah ini kutulis dalam bahasa Indonesia, tidak berarti bahwa apa yang aku alami ini terjadi di Indonesia. Kejadian ini terjadi di suatu negara yang tak perlu kusebut namanya. Waktu itu aku pemuda... read more

Meskipun sudah sering mendengar apa yang dialami para taruna, khususnya calon prajurit taruna atau capratar, selama pendidikan, tak urung aku shock juga - waktu pertama kali dihajar para senior dan pelatih di akademi. Walaupun akhirnya, kontolku ngaceng juga!. Apalagi setelah dihajar, biasanya kami dipaksa onani (= masturbasi, ngeloco alias coli). Sampai pejuh kami berceceran di kamar siksa.... read more

Selesai SMU aku pindah ke Amerika Serikat untuk masuk College kemudian mengambil MBA di UCLA - University of California in Los Angeles. Selesai kuliah dan setelah meraih MBA aku menetap di San Francisco. Saat itu, cowok pujaanku : Irgi Ahmad Fahrezi lagi kuliah di Sunway College, Malaysia, mengambil jurusan Ilmu Komunikasi. Waktu di SMU, aku iseng-iseng mengisi formulir lotere imigrasi ke AS... read more

Jatuh cinta atau tergila-gila pada aktris, aktor, penyanyi, presenter dan penyiar TV adalah hal yang biasa-biasa saja. Lazimnya disebut nge-fans. Biasanya cewek nge-fans cowok dan sebaliknya!. Jika cewek nge-fans cewek masih bisa dimaafkan!. Tapi jangan coba-coba cowok nge-fans cowok, bisa dituduh homo. Padahal, memang! Demikianlah halnya dengan aku seorang cowok homoseks murni 100%.Aku... read more

Tujuh tahun sudah aku tinggalkan Indonesia Tanah Airku Tercinta. Lima tahun untuk sekolah dan dua tahun untuk berusaha di Amerika Serikat. Untunglah aku lahir sebagai lelaki homoseks 100% yang tidak terlalu emosional. Meskipun demikian tak urung aku rindu juga pada cowok Indonesia yang lumayan ramah dan ganteng. Saat cerita cabul ini kutulis untuk "MOTN Erotic Stories", aku sudah memegang Green... read more

Setiap tahun aku pulang ke Tanah Air,Tanah Tempat Kelahiranku - Indonesia. Biasanya aku memilih libur di musim gugur (di Amerika disebut "fall"). Aku juga tidak bisa pulang terlalu lama. Bisnisku di San Francisco bisa kacau.Tetapi setelah Diemas Arief dan Bagus Errwynn bergabung di apartemenku, aku boleh libur agak lama. Mereka berdua (cowok Indonesia) mahasiswa di Berkeley dan mereka mau... read more

Waktu di SMU aku punya geng yang terdiri dari empat orang,yaitu: aku sendiri, Jose, Jeffri dan Bambang. Persahabatan kami melintasi suku, agama dan tingkat sosial ekonomi. Yang menyatukan kami adalah bahwa kami berada dalam satu kelas dan kami berempat termasuk ber-otak encer. Tetapi ada satu keanehan dari geng kami, yaitu bahwa ternyata kami berempat punya kecenderungan homoseksual - alias... read more

Liburan di Tanah Air tahun ini (2003) adalah yang paling berkesan buatku. Aku sempat berziarah di makam almarhum sobatku Jeffri di Pemakaman Tanah Kusir. Entah apa yang bikin aku jadi cengeng dan menangis di kuburan sobatku yang jadi korban AIDS itu. Aku juga berhasil ketemu Bambang Satyo bekas partner homoku di SMU yang sekarang berlagak jadi straight dan punya anak isteri segala. Aku juga ... read more



Hari ini aku mengantar Marcellino ke bandar-udara pulang ke Amerika. Mungkin tahun depan dia tidak akan pulang lagi kalau dia sudah jadi US Citizen. "Johan, aku cinta Tanah Air,tapi aku perlu hidup" begitu katanya padaku. Memang sukar buat Lino untuk bisa hidup di Tanah Air dalam masa krisis begini. Bahkan tahun depan seluruh keluarganya menyusul ke Amerika.Bokap dan nyokapnya sudah tua dan... read more

Kepulangan Lino (Marcellino Thomas) ke Amerika bagaikan bertiupnya kembali angin segar dalam jiwa ku. Betapa tidak, selama dua minggu Lino seakan merebut Rizal, cowokku - kekasihku dari sisiku. Sementara aku tak berkutik. Karena Lino kaya dan orang luar negeri dan sobat lama Rizal. Sementara aku setengahnya di kantor adalah bawahan Rizal dan aku seperti tidak punya keistimewaan apa-apa untuk... read more

Rizal cowokku menemani Lino sobatnya di SMU pergi berziarah ke makam Almarhum Jeffri. Jeffri baru saja meninggal dunia, sekitar sebulan sebelumnya. Jeffri meninggal terserang AIDS. Semasa hidupnya, Jeffri cukup dekat dengan Lino dan mereka sering kontak per telepon,fax dan surat-suratan Jakarta -San Francisco. Jeffri rajin mengirimkan berita, foto, VCD sinetron, filem dan FTV yang ada... read more

Pada mulanya bukan aku yang mulai. Tapi "mereka" yang mulai. Mereka yang mengajak aku berbuat dan minta dirahasiakan. Bahkan mereka memberi aku uang tali-asih yang sekaligus jadi uang tutup-mulut. Tetapi kenapa sekarang mereka sendiri yang membocorkan rahasia ini?. Aku marah, jengkel, dan ketakutan. Kalau rahasiaku terbongkar mukaku harus disembunyikan dimana? Sialan! Aku juga takut kalau ... read more

Waktu terjadi heboh konser grup musik asing dari suatu tempat di benua kita, tak aku sangka bahwa heboh yang disebut terakhir ini akan punya kaitan dengan diriku. Setelah misteri Si Peragawan Tommy yang mengaku ngebet dengan aku. Dua hari kemudian aku dapat telepon lagi.Di seberang sana seorang pria dengan nada ramah mengundang aku ke suatu restoran, "Ada yang mau saya bicarakan", katanya.... read more

Jadwal jaga atau piket Satpam di perusahaan kami diatur tiga shift sehari. Untuk shift malam hari mulai jam 22:00. Karena jumlah Anggota Satpam ada duabelas orang, tiap kali jaga diatur berdua. Malam itu aku jaga dengan Alex, tapi ternyata isterinya masuk rumah sakit akan melahirkan. Jadi Alex minta izin menunggui isterinya. Waktu aku melapor pada Jose Rizal, Komandan Satpam. Dia menanyakan... read more

Ada seorang tamu yang hampir secara rutin datang di kantorku. Biasanya dia datang menjelang tutup kantor atau pada hari Jum'at sore.Aku perhatikan rata-rata dia datang di kantorku dua sampai tiga kali seminggu. Kami para Satpam hafal tamu-tamu Bos Besar.Karena semua tamu, tak terkecuali, diminta untuk mengisi buku tamu. Di buku tamu dia menuliskan namanya : Subagyo. Kami Anggota Satpam dan... read more

Seorang kenalanku yang gay dan sudah berusia 50 tahun mengatakan :"Nobody loves you when you are old and gay" artinya "Tak ada yang mencintaimu jika engkau sudah tua dan gay". Kadang-kadang hal ini menghantui aku. Sekarang usiaku 26 tahun. Empat tahun lagi 30 tahun dan kemudian 40 tahun, lalu 50 tahun dst. Lalu kalau udah tua, aku mau ngapain?Itu pun kalau aku tidak kena AIDS. Nanti kalau... read more

Sebetulnya aku ingin sekali menyebut nama atau inisial seorang aktor sinteron action yang akhir-akhir ini sering minta aku "kawal". Maksudnya agar para Pembaca bisa lebih menghayati dan juga lebih menikmati kisahku. Tapi apa daya, aku harus berpegang pada moral dan etik dan harus menjaga nama baik serta kehormatan si aktor ganteng ini. Oleh karena itu, agar mudahnya, dalam kisah ini aku akan... read more

Ketika itu, sudah hampir sepuluh hari aku punya affair cinta sejenis dengan seorang aktor yang konon paling ganteng dan pernah di-issue-kan sebagai gay itu.Ketika itu, kebetulan dia sedang libur, tidak ada shooting. Karena dia sedang menunggu realisasi kontrak berikut untuk sebuah sinetron. Pembaca yang budiman, demi moral-etika dan untuk menjaga kehormatan sang aktor,aku sebut saja nama-nya... read more



Untuk kedua-kalinya aku kencan dengan Si Tommy ganteng yang mengaku dirinya entah model, entah peragawan, entah apa. Kali yang kedua ini dia juga membawa aku ke Hotel "B". Hotel bintang lima yang merupakan hotel favorit orang-orang Amerika yang berduit. Pada kencan yang pertama dia yang mengajak duluan dan ternyata kemudian aku dijebak. Aku diajak Tommy melakukan hubungan homosex,lalu... read more

Kegalauan yang aku rasakan setiap kali kumerenung adalah masa depanku dan penyakit AIDS. Pertanyaan sampai kapankah aku akan jadi Satpam yang praktis tidak punya masa depan dan tanpa jenjang karir ini?,sampai kapankah aku akan hidup liar sebagai homosex?,dan kapankah virus AIDS masuk ke badanku lalu menyeretku ke lubang kubur?. Seumur hidupku aku belum pernah diembat cowok yang mau memakai... read more

Dalam hatiku aku selalu menyanggah bahwa aku jual diri atau melacur, walaupun pada kenyataannya aku sudah seperti Gigolo,atau tepatnya Kucing (lelaki yang memberikan servis sex kepada sesama jenis). Betapa tidak, sekarang aku sering mempersiapkan diri agar pasangan homosexualku merasa puas. Aku sendiri tidak tahu apakah aku mengharapkan uang ataukah aku ingin membahagiakan laki-laki yang... read more

Namanya agak aneh Alexis Askan Lukman. Dia suka menyingkat namanya dengan AAL."AAL itu singkatan dari Akademi Angkatan Laut",katanya. Sehari-hari nama panggilannya Alex.Menurut cerita Alex, waktu dia lahir ayahnya sedang membaca cerita tentang Tsar Rusia yang terakhir. Dalam cerita itu ada nama Putera Mahkota Alexis. Dari nama Putera Tsar yang terkecil inilah nama "Alexis" diambil. Mungkin... read more

Sebelumnya jadwal harianku sederhana saja.Maklum aku hanya seorang Satpam perusahaan productionn house. Tetapi tanpa aku sadari ternyata jadwal harianku makin hari makin padat. Kalau dulu HP-ku hanya sekali-sekali berdering dan nada SMS juga jarang terdengar, sekarang paling tidak setiap setengah sampai seperempat jam ada saja nada SMS atau nada panggil. Nada panggil atau nada SMS itu... read more

Jika aku dihadapkan pada ujian-ujian iman berupa tawaran atau ajakan melakukan hubungan homosex maka lebih sering aku gagal.Bagaimana tidak,lebih sering ajakan itu terjadi tiba-tiba, tidak pernah disangka-sangka dan sangat menggoda. Itulah sebab-nya aku sering lupa pada dosa, sering lupa pada harga diriku, dan sering lupa pada risiko AIDS. Para Pembaca MOTN perlu memahami bahwa walaupun aku... read more

Belum lama ini aku dan Rizal masuk jadi anggota suatu Fitness Center. Fitness Center ini baru dan letaknya di suatu Komplex Kantor Pemerintahan. Anggota Fitness Center ini campuran : masyarakat umum dan juga ada karyawan/karyawati dari kantor yang jadi lokasi Fitness Center tersebut. Rizal(Jose Rizal) yang mengajak aku masuk Fitness Center itu. Kebetulan ada "Paket Keluarga" yang iurannya... read more

Orang-tuaku memberi nama aku Negus Negusti Johan Pahlawan. Negus Negusti adalah gelar kekaisaran Etiopia yang artinya Raja Diraja atau Maha Raja. Gelar ini dipakai oleh Kaisar Haile Selassie yang berkuasa sampai empat dasa warsa lebih sebagai Kaisar di Etiopia sebelum kelak ia digulingkan oleh kaum komunis yang dipimpin oleh Jenderal Mengistu Haile Miriam. Mengistu sendiri kemudian digulingkan... read more

Sudah hampir lima tahun aku berhubungan dengan Rizal. Lebih sering aku memanggil dia Zal atau Rizal saja. Kalau ingin mesra,aku suka memanggil dia Bang Rizal. Sekali-sekali aku memanggilnya Beli Wayan. Nama lengkap Rizal adalah Wayan Indrawan Jose Rizal. Dalam Bahasa Bali, kata Beli artinya Kakak atau mungkin sama dengan panggilan Mas dalam Bahasa Jawa. Rizal berdarah bangsawan [tidak etis kalau... read more

Rizal temanku baru saja pulih dari kondisi stress. Kata dokter ia mengalam homosexual panic reaction. Sebetulnya reaksi panik seperti ini hanya muncul pada laki-laki yang tidak sadar bahwa dirinya punya kecenderungan homosexual dan menjadi panik ketika ia tiba-tiba saja terpikat untuk melakukan hubungan sex dengan sesama jenis. Reaksi yang muncul pada Rizal terjadi ketika dia berkenalan... read more



Page 1 of 8

   1 2 3 4 5 6 7 8      

Table of contents


Legend

  • = Category Updated
  • Flash Video Play Button = Flash Play Button