Kuli proyek nonton bioskop
submitted February 23, 2004
Malam itu film India ditayangkan di bioskop tersebut, tak banyak lagi peminat bioskop semenjak sarana hiburan telah masuk langsung ke ruang tamu masing masing keluarga berupa TV, VCD maupun DVD. Hanya ada beberapa orang yang sedang menunggu di lobby sederhana bioskop tersebut menunggu loket karcis buka, termasuk aku yang sengaja datang ke bioskop tersebut untuk menyalurkan hobbyku menyedot kontol penonton yang memang datang dengan alasan yang sedikit berbeda yaitu kontolnya minta disedot, klop sudah. Dari penampilan pengunjung tampak umumnya laki laki berasal dari kelas bawah, tak perduli dengan penampilan, berpakaian seadanya, sendal jepit, tak ada bau parfum yang menyengat, kaos oblong lusuh atau baju terbuka dua atau tiga kancing atas telah lepas, celana pendek maupun panjang dengan robekan disana sini, pokoknya betul betul menggugah selera homo jahanamku, karena aku tahu pasti lebih dari 80% dari mereka pastilah tidak memakai celana dalam karena sudah menjadi kebiasaan kalangan pekerja kasar tidak mau direpotkan dengan segala macam asesoris termasuk celana dalam. Ada dua orang kuli proyek masuk kedalam lobby sambil menenteng helm kuning, memakai celana jeans sempit ngepas dikaki dengan robekan pada daerah kedua lutut dan paha, memakai baju kotak kotak tangan panjang yang sama lusuhnya dengan celana mereka, kancing baju terbuka menampakkan dada mereka yang bidang dengan otot dada yang menggelembung bahkan yang seorang hanya mengikat simpulkan ujung bawah bajunya karena tak berkancing lagi sehingga otot perutnya yang rata dapat aku nikmati. Hmm... aku targetkan untuk duduk didekat mereka, untung untung dapat menggoda salah seorang atau keduanya ketika didalam nanti. Tak lama kemudian loketpun buka, seperti halnya kelas bawah maka langsung saja menyerbu bergerombol didepan loket tanpa mengenal kata antri, akupun berusaha juga mendekati kedua kuli proyek tersebut dengan harapan mendapat nomer kursi yang berdekatan, namun akh... gagal. Ketika membayar uang karcis diloket, si penjaga karcis entah sengaja atau tidak meremas tanganku iihh... genit juga ini orang namun aku membiarkan saja remasan tangannya pada tanganku sambil menerima uang kembalian beserta karcis, nomer A10. Baris paling belakang pinggir kanan, aku menuju tempat dudukku sambil mataku menjalang liar kekanan kekiri melihat dimana gerangan posisi kuli proyek yang aku taksir tadi agar dapat pindah kedekat mereka ketika film mulai main. Gotcha!... baris 4 kiri tengah. Lampu dipadamkan, tayangan ekstra mulai main, kwalitas film nggak usah ditanya, banyak gerimisnya, tiba tiba ada seorang berdiri didepanku menghalangi pandanganku kelayar, busyet si penjaga karcis telah berdiri didepanku dengan kontolnya mengacung tegak keluar dari ritsleting celananya yang terbuka lebar. "Isep!" bisiknya padaku seraya menarik belakang kepalaku mendekat kearah kontolnya. Hidangan pembuka terhidang, aku tak melepaskan kesempatan itu segera saja lidahku mulai menari nari menjilati kepala kontolnya yang semakin merekah membesar berkilat. Semakin lama semakin dalam dia menyodok nyodokkan kontolnya kedalam mulutku dan aku layani saja dengan segenap kemampuanku mengulum mengemut dan mengisap kontolnya yang gede itu sampai kepangkal kontolnya sehingga jembutnya menggelitik hidungku... dan badannya mulai mengejang bergetar sementara kontolnya berdenyut denyut di dalam mulutku dan... crroot crroot arrrgh dia mengerang ketika kontolnya memuncratkan pejuhnya yang hangat kedalam pangkal tenggorokanku. Aku telan abis pejuhnya tanpa tersisa sambil menjilati membersihkan lelehan pejuh dibatang kontolnya, dia mengambil tempat duduk disebelahku terkapar lemes dan sebentar saat kemudian tertidur, dasar laki laki tipe pejantan tulen taunya ngecret dan tidur. Filmnya sudah berjalan seru, aku tak sempat memperhatikan ceritanya tentang apa karena gangguan si penjaga loket yang kini terkapar disebelahku, yang ditayangkan dilayar saat ini seorang penyanyi dengan pakaian erotis teteknya mau tumpah dari BH bergetar getar seluruh tubuhnya di pelukan seorang lelaki India... tau ah, aku bangkit menuju baris tempat duduk kuli proyek tadi berada, menuju hidangan utama setelah hidangan pembuka tadi aku tuntaskan abis. Dengan menunduk nunduk aku menyusuri baris demi baris kursi akhirnya sampai juga ketempat tujuan "Kosong mas?" pura pura aku bertanya pada kuli proyek yang sedang serius memelototi penari erotik India yang tengah ditayangkan dilayar "Hmm..." jawabnya sekenanya tanpa memperhatikan aku Aku duduk disebelah mereka, sambil melirik ekspresi dan gerak gerik kuli tersebut ketika asyik menonton. Bau mereka khas bau laki laki pekerja kasar yang menurut hematku lebih harum dari parfum perancis yang manapun, mulut ternganga, jakun naik turun menelan liur, dan tangan mereka masing masing mengusap tonjolan kontol yang menggunung di celananya wow... lagi terangsang ya. Aku beranikan diri untuk mulai meraba lututnya yang terbuka, mengelus pahanya dan naik terus kearah gundukan kontol kuli disebelahku "Iiih... ngaceng ya mas" bisikku lirih mendekati kupingnya. Dia diam saja tak bereaksi untuk menepiskan tanganku, membuat aku semakin berani meremas kontolnya yang masih terbungkus celana jeansnya itu. "Gue isep ya mas?" tanpa menunggu persetujuannya aku berjongkok di hadapannya sambil sibuk membuka membebaskan kontol kuli yang udah terangsang berat akibat tayangan film dan belaian, usapan dan remasanku dan... ploph! kontolnya tegak berdiri gagah, tak salah lagi aku menaksir orang yang menjadi inceran, kontol gede berurat urat menantang dengan kepala kontol merekah bagaikan kepala jamur. Dia memelorotkan sedikit posisi duduknya sehingga memudahkan aku menyelomoti kontolnya sementara tanganku mengusap usap perutnya yang rata menjalar kearah dadanya yang berotot dengan puting susu item gede melenting. Sementara itu temannya mulai terangsang pula melihat kegiatan yang tengah berlangsung disebelahnya, menangkap tanganku yang satu dan membawanya kearah kontolnya yang ternyata udah keluar dari sarangnya dan tak kalah gede dengan kontol temannya yang sedang aku selomoti "Gantian isep kontol gue juga dong" bisiknya padaku. Tawaran yang aku tunggu tunggu, dua kontol gede kuli proyek ngaceng berat aku genggam, jilat dan aku isep bergantian di dalam ruang bioskop yang gelap. Semakin lama semakin gede dan kenceng aja kedua kontol itu dan semakin mekar kepala kontol mereka membuat aku tak tahan lagi "Entotin pantat gue dong" pintaku pada mereka Gila, mereka menuruti kemauanku, merosot dari kursinya masing masing yang seorang mengentotin mulutku keluar masuk dengan ganas dan buas bahkan sampai melewati pangkal tenggorokanku dan yang seorang lagi menyodomi pantatku tak kalah ganas dan buasnya dengan kuli yang mengentotin mulutku, suara kecipak kecipok ploph ditingkahi dengan musik India membuat mereka semakin bersemangat menyodokkan kontolnya yang lapar dan dahaga minta segera dipuaskan... argghh,keringat membanjiri tubuh kami karena ruang bioskop tidak ber AC aku nggak perdulikan lagi keadaan sekitar apakah ada yang memperhatikan kegiatan kami atau tidak, yang jelas tak berapa lama kemudian kedua kuli itu semakin mempercepat kentotannya di mulut dan di lobang pantatku, badan mereka bergetar hebat menggelijang menggeliat dan diiringi dengan lenguhan bagaikan banteng terluka memuncratlah pejuh hangat dalam jumlah yang sangat banyak mereka kedalam mulut dan lobang pantatku hingga meleleh keluar, berkali kali dan berkali kali. Setelah beberapa saat membiarkan kontolnya didalam mulut dan didalam lobang pantatku, akhirnya mereka melepaskan kentotannya "Jilat sampe bersih" perintah kuli tersebut padaku. Aku menjilati kontol mereka bagaikan kucing membersihkan bulunya, sampai bersih mengkilap, akupun beranjak dari tempat tersebut menuju jalan keluar sementara air mani kuli proyek masih meleleh keluar dari anusku, licin anget perih membuat sensasi tersendiri sehingga membuat kontolku udah nggak tahan lagi dan muncrat didalam celana membentuk noda basah... cuek aja dah aku melenggang jalan keluar bioskop dengan bercak sperma dibaju tumpahan pejuh kuli proyek yang mengentotin mulutku dan dicelana yang keluar dari kontolku yang masih ngaceng dan dari anusku limpahan pejuh kuli proyek yang menyodomiku tadi, wow...
More stories From kontolgatal
Feb 23, 2004
Sore itu aku berada di depan gudang Dolog di bilangan Jakarta Timur, berjalan jalan menghirup udara sore hari melepas kepenatan setelah lima hari bekerja di kantor. Ada 2 buah truk penuh berisi beras import yang sedang diturunkan oleh sekelompok kuli keluar masuk dari truk kedalam gudang memanggul 2 atau 3 karung beras dipundak mereka yang kekar, kuat dan perkasa hmm... sangat menarik perhatianku... read more
Mar 02, 2004
Perjalanan menuju lokasi logging sangat melelahkan, 2 hari 3 malam berada di dalam mobil Land Rover menempuh jalanan tanah berlubang, berlumpur, tak terawat, menembus rimba belantara yang telah rusak tercabik, bersama 2 orang staf perusahaan kayu yang hendak melakukan audit di lapangan karena hasil penebangan sudah semakin tak menguntungkan perusahaan sehingga dirasa perlu untuk meninjau lapangan... read more
Kuli Logging Lebih Dahsyat, Part 2
Mar 02, 2004
Sore menjelang malam aku menuju barak C sesuai yang diperintahkan oleh kuli logging yang mengembat abis mulutku siang tadi, rahangku masih terasa pegel oleh karena terlalu lama menganga penuh untuk menerima sodokan kontol item gede sepergelangan tanganku. Sementara lelehan pejuh dicelanaku sudah mengering, membentuk gambaran tersendiri dicelanaku dan bila aku bersendawa maka uap pejuh kental... read more
Kuli Logging Lebih Dahsyat, Part 3
Mar 03, 2004
Matahari telah keluar dari peraduannya, demikian pula kuli logging pada berkeluaran dari bedengnya masing masing, ada 5 bedeng dilokasi penebangan kayu tersebut, bedeng A sampai bedeng E, sama kumuh dan sama sempitnya, berisi rata rata 6 orang kuli per bedeng. Hari ini hari Minggu merupakan hari istirahat mereka, namun oleh karena lokasi terpencil ditengah hutan dan ketiadaan sarana transportasi... read more
Kuli Logging Lebih Dahsyat (epilog)
Mar 04, 2004
Aku masih terikat diambang pintu, telanjang bulat, jejas bilur sabetan dan bogem mentah serta bekas sundutan rokok dan cupang menghiasi sekujur tubuh, dengan pejuh berceceran diseluruh tubuhku, bahkan mengalir perlahan keluar dari anus membentuk aliran di selangkanganku turun ke buah pelerku dan menetes, turun juga ke kedua pahaku sampai ke betis, aliran pejuh hangat geli geli basah akhhh...... read more
Kuli PETI (Gurandil) Haus Seks
Mar 05, 2004
PETI, penambangan tanpa ijin merupakan skandal terbesar di negeri ancur ancuran seperti di Indonesia ini. Lokasi penambangan emas dibangun, lobang penggalian dibuat dengan dana pemerintah yang tidak sedikit dan kemudian dinyatakan ditutup karena konon katanya tak menghasilkan dan selanjutnya penambang liar yang di kordinir oleh oknum PT Aneka Tambang yang mengoperasikan lobang tambang tersebut... read more
Kuli PETI (Gurandil) Swarga Kaum Gay
Mar 05, 2004
Betapa tidak, sebuah lokasi penambangan emas illegal dimana semua aturan dan norma hukum yang lazim dalam sebuah masyarakat yang beradab tidak berlaku termasuk tanpa pengawasan dari aparat penegak keadilan, hanya hukum rimba yang kuat mengalahkan yang lemah, yang kuat menjadi berhak atas eksplotasi yang lemah luar dalam, maka tempat itu mejadi benar benar menjadi swarga yang indah bagi kaum gay,... read more
Kuli PETI (Gurandil) Haus Seks
Mar 05, 2004
Seperti yang telah aku ceritakan terdahulu bahwa di lokasi penambangan emas liar banyak sekali fihak yang berkepentingan, menangguk keuntungan dari keboborokan sistem negeri brengsek ini dengan segala tipu daya dan muslihat menjungkir balikkan logika akal sehat, memeras tenaga gurandil sampai kering kerontang tak meninggalkan bekas apapun untuk kemajuan mereka apalagi untuk kemajuan masyarakat... read more
Kuli PETI (Gurandil) Permainan Brutal
Mar 07, 2004
Kebrutalan di lokasi penambangan emas liar merupakan kisah lama yang selalu berulang dari abad ke abad sepanjang tragedi kehidupan manusia. Pengasapan lobang penggalian hingga berakhir dengan kematian para gurandil merupakan hal yang dianggap lumrah saja oleh karena persaingan antar kelompok yang sama rakus sama tamak sama biadab sehingga nyawa manusia tak lebih sama saja dengan nyawa tikus got... read more
Kuli Serabutan; Paling Bokis Deh
Mar 07, 2004
Dua orang kuli memanggul peralatan galian berjalan di depan kamar kostku, ditengah hujan deras yang melanda Jakarta. Mereka berjalan sambil bercanda satu sama lain ditengah hujan lebat, entah apa yang mereka bicarakan namun kelihatan mereka sangat happy dan yang jelas kontol mereka berdua tampak ngaceng berat tercetak dengan tegas dibalik pakaian mereka yang basah kuyup itu. Aku sendiripun lagi... read more
Kuli Serabutan; Nge-joss banget
Mar 08, 2004
Setelah beberapa saat aku berada telanjang bulat diantara pelukan dua kuli serabutan yang baru saja menumpahkan pejuh kedalam mulut dan kedalam lobang pantatku, perutku mulai keroncongan. Maklumlah banyak sudah energi yang keluar apalagi diluar udara dingin dengan tiupan angin mengiringi hujan petir yang belum juga berhenti dari tadi membasahi bumi Jakarta, aku bangkit menuju pojokan dapur masih... read more
Akademi Fantasi Gay; Rekrutmen
Mar 10, 2004
Koh Tjiang memanggilku untuk menyampaikan maksudnya memperluas bidang usaha bar&pub miliknya di bilangan Mangga Besar, yaitu menambah side wing eksklusif untuk gay. Untuk itu ia merasa perlu untuk melakukan seleksi ketat terhadap calon "waiter paripurna" yang akan mengisi lowongan tersebut, dan ia menetapkan beberapa syarat agar aku dapat mencarikan tepat sesuai keinginannya serta berjanji akan... read more
Akademi Fantasi Gay; Masa Training
Mar 10, 2004
Ke enam calon terpilih memasuki kampus Akademi Fantasi Gay. Seragam kaos buntung ketat dengan celana boxer tipis membayang, Adi kulit sawo matang pakaian warna merah, Bonar sawo matang pakaian warna jingga, Cokro kulit kuning pakaian warna kuning, Don kulit hitam pakaian warna hijau, Edmond kulit putih kuning pakaian warna biru dan Fred kulit hitam pakaian warna ungu. Warna warni pelangi, bendera... read more
Akademi Fantasi Gay; Sentuhan Akhir
Mar 10, 2004
Masa training hampir berakhir, sudah 3 bulan ke 6 akademia berada dalam kampus dan tak satupun tereliminasi oleh karena kemampuan mereka sangat baik dalam menerima latihan yang diberikan olehku, Gugun dan Koh Tjiang sangat teramat puas pada performance mereka, terutama setelah orgy yang dilakukan mereka bersama Koh Tjiang. Penampilan para akademia harus mendapat sentuhan agar layak jual pada... read more
Mar 11, 2004
Minggu depan para peserta akademia akan mulai bertugas di bar&pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar Jakarta, berarti kampus Akademi Fantasi Gay akan kosong entah untuk berapa lama aku belum mendapat order lain dari Koh Tjiang. Upacara yudisium untuk melepaskan para akademia akan segera diselenggarakan di kampus, kami sudah merencanakan sedetil mungkin tahap demi tahap jalannya upacara... read more
Akademi Fantasi Gay: Zero Hour at Ground Zero
Mar 12, 2004
Jam 00.00 pada hari Minggu pembukaan bar& pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar. Undangan telah berdatangan hadir, aku melihat tokoh gay Indonesia dari Surabaya juga hadir malam itu dan banyak selebriti, pejabat, mantan pejabat, pebisnis, profesional muda dan juga atlit yang hadir malam itu. Acara dimeriahkan oleh sekelompok grup entertainer gay yang sudah kondang di Jakarta dengan penari... read more
Mar 13, 2004
"Oo it's ooo" awal kampanye pemilu sudah dimulai, entah apa yang di kampanyekan oleh puluhan partai yang tak jelas juntrungannya di negara republik drakula ini, hanya sekelompok petualang politik picisan yang berlomba untuk mendapatkan kesempatan menguras habis kekayaan yang berlimpah di negeri yang konon kabarnya gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja ini. Pesta demokrasi katanya,... read more
Mar 14, 2004
Salah satu keanehan mungkin satu satunya di dunia adalah pembentukan satgas pengamanan oleh masing masing partai setiap menjelang pemilu. Kan ada instansi resmi yang mengurusi masalah keamanan dan pengamanan, tapi entahlah semua partai di negara ini merasa penting membentuk satgas pengamanan sendiri yang terkadang justru membuat situasi menjadi tidak aman. Satgas yang dibentuk umumnya terdiri... read more
Mar 14, 2004
Semenjak awal kampanye hingga hari ini banyak sekali kegiatan calon legislatif dari masing masing partai yang berhamburan di negeri ini, umumnya segala cara dilakukan untuk menjaring massa calon pemilih agar mencoblos partainya dan gambarnya sebagai orang yang dipercaya untuk menyalurkan aspirasi mereka dalam pemerintahan yang akan datang. Bar&pub milik Koh Tjiang (baca : Akademi Fantasi Gay ) di... read more
00 it's 000; Deg deg ser dengan jurkam
Mar 15, 2004
"Deg deg ser..." hatiku bergetar tatkala melihat salah seorang juru kampanye diantara segerombolan jurkam diatas sebuah pentas. Masih muda diantara jurkam tua bangkotan perut buncit muka berminyak namun jurkam yang satu ini lain dan seakan aku pernah ketemu tetapi entah dimana. Kemarin dia ada juga disana tetapi sebagai juru kampanye partai lain, apakah aku salah lihat, deja vu?, entahlah... read more
00 it's 000; Erangan Erotik di Bilik Suara
Mar 16, 2004
Urusan logistik pemilu? Oo it's ooo... Hmm... membuat kita lebih sedih lagi melihat sistem kerja bangsa ini. Pemilu itukan sudah dijadwalkan setiap lima tahun, tapi selalu saja persiapannya on the last minute sehingga segala sesuatu dikerjakan terburu buru penuh masalah banyak task force den tentunya akn banyak penyimpangan dibanding bila dikerjakan secara apik rapi terprogram sejak lima tahun... read more
! Ekshibisionis; Aktualisasi Seorang Gay
Mar 17, 2004
Ya... keinginan kuat untuk mempertontonkan kontol biji peler, lobang kencing dan lobang pantat kepada sesama lelaki merupakan sumber kenikmatan tersendiri bagiku, apalagi disertai dengan manipulasi manual pada zona erotik tersebut dan mendapat reaksi terhadap aksiku dari sesama lelaki yang melihat baik reaksi positif artinya menikmati tontonan yang aku suguhkan maupun reaksi negatif dengan kening... read more
! Ekshibisionis; Berlumuran Pejuh di KRL
Mar 18, 2004
Memberikan sinyal rangsangan seksual kepada sesama lelaki merupakan kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri bagi seorang homo tulen bin sejati seperti diriku. Tak perduli apakah rangasangan seksual tersebut menjelma menjadi permainan entot mengentot atau hanya cukup menyebabkan kontol penerima sinyal menjadi ngaceng berat, hal itu tak menjadi persoalan karena untuk selanjutnya toh pengalaman... read more
! Fetish; Cenderamata Bernilai Erotik
Mar 18, 2004
Betapa bahagianya aku ketika membuka lemari yang berisikan barang cenderamata yang bernilai erotik bagiku yang semakin hari semakin bertambah. Dari mulai topi penutup kepala sampai dengan sepatu karet rombeng, dari sapu tangan bekas ngelap pejuh sampai dengan celana jeans robek, pokoknya segala macam pernak pernik barang yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kegiatan entot mengentot namun... read more
Mar 19, 2004
"Lagi bertugas mas?" "Dinas luar..." jawaban pendek tegas dari seorang seorang anggota polisi, namanya tertera dibaju seragam coklat, Sumarjo. Anggota polisi yang satu ini sangat menarik perhatianku, mungkin juga menarik perhatian anda yang mempunyai selera yang sama, "!" kontol ngaceng seorang homo fetish. Betapa tidak, anak muda gagah tinggi berbadan segitiga abis man, dada bidang kekar... read more
! Ekshibisionis; Fuck Me If You Can
Mar 20, 2004
Seperti umumnya seorang homo ekshibisionis sejati maka segala sesuatu tindakan dan perbuatannya selalu saja mengisyaratkan "fuck me if you can", entotlah aku bila kau mau, tentu saja aksi akan mendapatkan reaksi dari sesama lelaki homo ekshibisionis maupun homo voyeurism "i'm really greedy to fuck you, man", gua demen banget ngentotin loe. Nah, klop bukan bila mendapatkan hal tersebut, dimana... read more
Mar 20, 2004
"!", sebuah tanda baca yang mempunyai banyak arti, awas, hati hati, attention, beware, achtung dan sejuta makna dapat mengartikan tanda baca"!". Bagiku seorang homoseksual gay sejati maka "!" adalah kontol ngaceng,ya kontol ngaceng tegak berdiri siap untuk mengentot siapa saja yang menghendaki kontol ngaceng tersebut baik di mulut maupun di lobang pantat tapi tidak di memek. Homoseksual sebuah... read more
! Gay Gangbang; Gelapnya Sel Tahanan
Mar 20, 2004
"Aku tidak bersalah apapun" protesku "Nanti saja urusannya, pokoknya ikut ke kantor" "Anda tidak berhak menahanku" "Melawan petugas ya!" ancam petugas tramtib ketika mereka menertibkan kawasan liar di pinggiran rel kereta api, dua tangan kekar mencengkeram lenganku dikiri dan kanan dan menggelandang aku masuk kedalam mobil tahanan bersama beberapa orang lagi yang sudah berada didalam mobil... read more
! Gay Gangbang; Hasrat Seks di Sasana Tinju
Mar 20, 2004
Sasana tinju merupakan tempat favoritku memuaskan pandangan mata mengisi perbendaharaan fantasi seorang homo tulen seperti diriku, tempat dimana sekelompok lelaki muda kekar berbentuk segitiga abis berotot ketat kenyal dada bidang dengan otot dada menggelembung dihiasi pentil yang melenting perut rata berotot six pack kaya papan cucian pinggang ramping dengan daging buah pantat yang padat kenyal... read more
! Militer; Instruktur yang Sadis dan Sedap
Mar 24, 2004
Komplek latihan calon tamtama itu berada diluar kota, sepi, jauh dari kesibukan masyarakat umum, dikejauhan terdengar suara orang yang sedang latihan khas dengan nyanyian para militer yang datar dan tegas mengikuti oleh gerak mereka. Aku mengantarkan titipan barang yang ditujukan kepada sersan Bimo, instruktur calon tamtama disana, melapor di gerbang masuk, periksa identitas, barang titipan di... read more















= Flash Play Button