Akademi Fantasi Gay; Rekrutmen
submitted March 10, 2004
Koh Tjiang memanggilku untuk menyampaikan maksudnya memperluas bidang usaha bar&pub miliknya di bilangan Mangga Besar, yaitu menambah side wing eksklusif untuk gay. Untuk itu ia merasa perlu untuk melakukan seleksi ketat terhadap calon "waiter paripurna" yang akan mengisi lowongan tersebut, dan ia menetapkan beberapa syarat agar aku dapat mencarikan tepat sesuai keinginannya serta berjanji akan memberikan segala sesuatu bantuan finansial padaku dalam upaya seleksi tersebut. Aku setuju saja, lagi pula pekerjaan di kantorku saat ini tak menjanjikan apapun tentang masa depan, hanya sebagai pembantu umum saja yang tidak mempunyai jenjang jabatan, i'm quit. Waktu yang diberikan untuk seleksi tersebut sekitar satu atau dua minggu, dibutuhkan 6 orang lelaki muda usia dibawah 20 tahun, kuat, berbagai warna kulit, putih - kuning - sawo - hitam, tinggi badan tak kurang dari 170 cm, dan yang terpenting adalah kontolnya gede dan tidak keberatan mau diapakan saja. Apabila telah di seleksi, Koh Tjiang minta agar ke 6 calon waiter tersebut untuk dihadapkan terlebih dahulu kepadanya untuk diseleksi lagi olehnya secara "pribadi" sebelum masuk ke masa training terhadap rekruitment tersebut.
Dasar bi sex babi rakus! aku mah udah tahu aja apa kira kira isi seleksi pribadi yang dimaksud oleh Koh Tjiang, tapi tak mengapa, yang penting aku juga dapat bagian tentunya dan yang terpenting lagi bagiku tentunya hidupku lebih terjamin di banding kerja sebagai pembantu umum di kantor. Karena bila rekruitment memuaskan selanjutnya masa training waiter paripurna semacam Akademi Fantasi Gay juga akan dipercayakan kepadaku bersama tim yang udah dipersiapkan oleh Koh Tjiang untuk itu, bahkan tempat trainingnyapun sudah ada yaitu rumah bertingkat tiga milik Koh Tjiang di bilangan Tanggerang lengkap dengan sarana fitness dan pelbagai pernik untuk keperluan training. Semula aku tak punya gambaran bagaimana caranya mendapatkan lelaki muda yang dimaksud, namun ketika dalam perjalanan pulang kekamar kostku dari bar Koh Tjiang barulah aku dapatkan ide setelah melihat sekelompok pedagang asongan muda belia yang berkerumun di perempatan lampu merah dan mulai malam itu akupun hunting. Di perempatan Senen, banyak sekali pilihan tinggal mendekati satu persatu menanyakan kesediaan mereka dan memberikan gambaran pekerjaan dan penghasilan yang akan diperoleh apabila ia bersedia dan diterima dalam masa rekruitment, gaji 1 juta seminggu bersih, makan - minum - kamar ditanggung, siapa yang nggak tergiur terhadap tawaran tersebut.
Pedagang asongan yang satu itu menarik perhatian ketika aku duduk memperhatikan kelompok anak muda di perempatan Senen. Badannya langsing, tinggi, sawo matang, dan yang terpenting ketika dia kencing sembarangan aku lihat kontolnya cukup gede dan panjang. Aku mendekatinya dan mulai pdkt
"Cil, mau kerja enak nggak ? bla... bla... bla..
"Syaratnye ape?" tanyanya
"Kalo ukuran kontol loe lagi ngaceng segede ini, kemungkinan loe dapat keterima" kataku padanya sambil menunjukkan penggaris 20 cm kepadanya yang sememang sudah aku siapkan untuk dibawa sebagai alat bantu aku ketika menyeleksi calon. Kontol ngaceng ? Koh Tjiang tidak memberikan syarat tersebut ? Tapi aku tentu tak ingin kehilangan peluang untuk menyalurkan hobby homo jahanamku, kesempatan emas ketika masa rekruitment itu aku dapat mengelus menggenggam dan kalau perlu mengemut kontol calon sebanyak mungkin, dasar homo edan doyan kontol! Dia setuju, kemudian kami berdua beranjak ke belakang bangunan toko dan anak muda pedagang asongan tersebut mulai mengeluarkan kontolnya, ngloco, aku menanti dengan penggaris, dia ngloco, aku masih menanti, ngloco lagi tapi nggak ngaceng maksimal.
"Lama banget, loe bisa ngaceng nggak, Cil?"
"... b.. b.. bisa mas"
"Sini Cil, gue bantu isep biar cepat ngaceng"
"... ???"
"Kontol elo mau diukur kagak?"
"Eh... ma... mau mas" anak itu mendekat menyerahkan kontolnya yang setengah ngaceng untuk aku emut... akh, nikmat. Lobang kencingnya aku kilik kilik dengan ujung lidahku sampai dia menggelinjang menggeliat kegelian, kepala kontolnya aku jilat, batang kontol sampai kepangkal, biji pelernya aku kulum dengan penuh perasaan sampai anak tersebut mulai mendesis mendesah mengerang keenakan. Kontolnya yang aku telan abis sampai ke pangkal, deep throat, mulai berdenyut denyut di dalam mulutku dan sesaat sebelum dia muncrat aku mengukur panjang kontolnya dari pangkal batang kontol sampai ke ujung kepala kontol, busyeeet... lebih dari 20 cm
"Elo keterima, nama loe siapa"
"Nggghh... A.. Adi, mas... arrggghh!" sambil muncrat dia menjawab pertanyaanku
"OK, tanggal 20 bulan ini, ketemu di terminal Kali Deres, bawa kartu namaku ini" Malam itu ada 12 anak muda yang aku seleksi, kontol mereka satu persatu semuanyaku kemut abis sampai muncrat crat craaat, dan ada 2 anak muda lagi yang keterima setelah Adi yaitu Bonar anak Batak dan Fred anak Manado, ketiganya dengan kontol gede ukuran lebih dari penggaris yang aku bawa.
Demikianlah selanjutnya malam demi malam aku selusuri jalanan kota Jakarta, mencari calon peserta Akademi Fantasi Gay, hingga akhirnya kudapatkan 6 orang yang dimaksud jauh lebih cepat dari waktu yang ditargetkan oleh Koh Tjiang. Puluhan kontol anak muda aku selomoti, berbagai ukuran, cut dan uncut, berbagai warna kulit dan yang pasti kesemuanya sangat bernafsu ketika mengentoti mulutku maklumlah lelaki muda belia dengan gejolak semburan hormon jantan yang menggelegak, dan pejuh mereka juga umumnya kental legit anget dalam jumlah yang melimpah ruah. Yang menarik dari pengalamanku dalam melakukan seleksi ini adalah bahwa hampir 80% anak muda yang aku dekati tak menolak ketika aku minta mereka untuk mengeluarkan kontolnya, hanya 20% yang menunjukkan raut muka keheranan dan menggelengkan kepala atas ajakanku untuk bergabung dalam Akademi Fantasi Gay tersebut, dan hanya ada beberapa anak yang terbirit birit lari ketika aku tawarkan untuk mengemut kontolnya, he…he…he. Cokro, anak Cina miskin pinggiran Jakarta, Don anak Ambon hitam manis serta Edmond anak Papua, melengkapi koleksi calon peserta Akademi Fantasi Gay yang kini telah berkumpul di terminal Kali Deres masing masing membawa kartu namaku dan dengan minibus kami pergi untuk menghadap big boss, Koh Tjiang, untuk mengikuti seleksi tahap akhir terhadap hasil rekruitmentku. Tentunya aku telah memberikan briefing terlebih dahulu kepada mereka agar jangan sampai ada yang syok bila diperlakukan tak senonoh oleh Koh Tjiang, sambil memberikan penekanan tentang gaji 1 juta seminggu bersih yang akan diberikan oleh big boss bila beliau merasa puas terhadap penampilan mereka.
Satu per satu mereka masuk ke ruang seleksi Koh Tjiang, ruangan cukup luas dengan kamar mandi terbuka, mereka diharuskan mandi telanjang di bawah shower yang tersedia, sabun wangi, shampoo, sikat gigi, dan handuk bersih. Koh Tjiang duduk di sofa bersama aku memandang penuh nafsu ketika anak muda tersebut mandi telanjang dihadapannya, dan setelah mengeringkan tubuh mereka disuruh mendekat tanpa busana untuk diraba dielus dan diukur kembali kontolnya. Bila Koh Tjiang setuju maka mereka diberikan seragam Akademi Fantasi Gay berupa kaos buntung ketat dan celana boxer tipis membayang, tanpa celana dalam tentunya!
Pakaian lusuh dan peralatan kumuh mereka semuanya ditinggalkan disitu, yang nantinya bila ada peserta Akademi yang gagal mereka dapat kembali pulang dan mengambil hak miliknya tersebut. Adi warna merah, Bonar warna jingga, Cokro warna kuning, Don warna hijau, Edmond warna biru dan Fred warna ungu. Lengkaplah warna pelangi, bendera gay, semua calon sangat memuaskan Koh Tjiang memujiku abis dan untungnya babi bi seks itu tak melakukan perbuatan tercela apapun terhadap mereka kecuali sekadar meremas remas gemas kontol gede mereka yang sudah terlebih dahulu aku seleksi sehingga rata rata mereka diatas standard yang ditetapkan oleh Koh Tjiang. Namun setelah keenam calon peserta selesai di seleksi dan keluar ruangan, Koh Tjiang segera memelukku menciumi mulutku ala French Kiss teramat dalam dengan ganas dan buas, kontolnya yang masih berkulup ngaceng berat keluar dari celananya dan...
"Isepin kontol wa, kaga tahan neh"
"Euleuh euleuh, Koh Tjiang tadi jaim ye"
"Uda ah banyak bacot, wa pengen entotin lo"
Koh Tjiang menggerayangi tubuhku, melucuti seluruh pakaianku dengan gemas sampai kancing baju dan ristsleting celanaku brodol semua dan posisi 69 kontolku diemutnya aku mengemut kontolnya setelah itu dia menjilati lobang pantatku sampai basah kuyup oleh air liurnya, kontolnya yang gede menghajar lobang pantatku tanpa ampun mendengus dengus sambil menjilat mengisap terkadang menggigit kuduk dan bahuku , kecipak kecipok kecipak kecipok suara kontolnya yang basah oleh air liur dan pre cum keluar masuk kelobang pantatku, doggy style, sementaranya tangannya meloco kontolku... sampai kami berdua muncrat dan muncrat lagi dan muncrat craat craat.
Masih dengan minibus yang sama aku bersama 6 anak muda calon peserta training menuju rumah yang telah dipersiapkan untuk menjadi kampus Akademi Fantasi Gay, aku memandang puas kearah mereka berenam lelaki muda gagah perkasa terbalut rapi dan sexy dalam warna warni seragam Akademi, hasil rekruitmentku tak satupun gugur dari seleksi awal dan kontol serta lobang pantatku mulai berdenyut denyut lagi licin basah anget oleh sisa pejuh Koh Tjiang yang mengalir perlahan membasahi celana minta untuk dipuaskan membayangkan masa training bersama mereka... arrrgggh! (bodo ah, ...CD gw udah basah neh)
More stories From kontolgatal
Feb 23, 2004
Sore itu aku berada di depan gudang Dolog di bilangan Jakarta Timur, berjalan jalan menghirup udara sore hari melepas kepenatan setelah lima hari bekerja di kantor. Ada 2 buah truk penuh berisi beras import yang sedang diturunkan oleh sekelompok kuli keluar masuk dari truk kedalam gudang memanggul 2 atau 3 karung beras dipundak mereka yang kekar, kuat dan perkasa hmm... sangat menarik perhatianku... read more
Feb 23, 2004
Malam itu film India ditayangkan di bioskop tersebut, tak banyak lagi peminat bioskop semenjak sarana hiburan telah masuk langsung ke ruang tamu masing masing keluarga berupa TV, VCD maupun DVD. Hanya ada beberapa orang yang sedang menunggu di lobby sederhana bioskop tersebut menunggu loket karcis buka, termasuk aku yang sengaja datang ke bioskop tersebut untuk menyalurkan hobbyku menyedot kontol... read more
Mar 02, 2004
Perjalanan menuju lokasi logging sangat melelahkan, 2 hari 3 malam berada di dalam mobil Land Rover menempuh jalanan tanah berlubang, berlumpur, tak terawat, menembus rimba belantara yang telah rusak tercabik, bersama 2 orang staf perusahaan kayu yang hendak melakukan audit di lapangan karena hasil penebangan sudah semakin tak menguntungkan perusahaan sehingga dirasa perlu untuk meninjau lapangan... read more
Kuli Logging Lebih Dahsyat, Part 2
Mar 02, 2004
Sore menjelang malam aku menuju barak C sesuai yang diperintahkan oleh kuli logging yang mengembat abis mulutku siang tadi, rahangku masih terasa pegel oleh karena terlalu lama menganga penuh untuk menerima sodokan kontol item gede sepergelangan tanganku. Sementara lelehan pejuh dicelanaku sudah mengering, membentuk gambaran tersendiri dicelanaku dan bila aku bersendawa maka uap pejuh kental... read more
Kuli Logging Lebih Dahsyat, Part 3
Mar 03, 2004
Matahari telah keluar dari peraduannya, demikian pula kuli logging pada berkeluaran dari bedengnya masing masing, ada 5 bedeng dilokasi penebangan kayu tersebut, bedeng A sampai bedeng E, sama kumuh dan sama sempitnya, berisi rata rata 6 orang kuli per bedeng. Hari ini hari Minggu merupakan hari istirahat mereka, namun oleh karena lokasi terpencil ditengah hutan dan ketiadaan sarana transportasi... read more
Kuli Logging Lebih Dahsyat (epilog)
Mar 04, 2004
Aku masih terikat diambang pintu, telanjang bulat, jejas bilur sabetan dan bogem mentah serta bekas sundutan rokok dan cupang menghiasi sekujur tubuh, dengan pejuh berceceran diseluruh tubuhku, bahkan mengalir perlahan keluar dari anus membentuk aliran di selangkanganku turun ke buah pelerku dan menetes, turun juga ke kedua pahaku sampai ke betis, aliran pejuh hangat geli geli basah akhhh...... read more
Kuli PETI (Gurandil) Haus Seks
Mar 05, 2004
PETI, penambangan tanpa ijin merupakan skandal terbesar di negeri ancur ancuran seperti di Indonesia ini. Lokasi penambangan emas dibangun, lobang penggalian dibuat dengan dana pemerintah yang tidak sedikit dan kemudian dinyatakan ditutup karena konon katanya tak menghasilkan dan selanjutnya penambang liar yang di kordinir oleh oknum PT Aneka Tambang yang mengoperasikan lobang tambang tersebut... read more
Kuli PETI (Gurandil) Swarga Kaum Gay
Mar 05, 2004
Betapa tidak, sebuah lokasi penambangan emas illegal dimana semua aturan dan norma hukum yang lazim dalam sebuah masyarakat yang beradab tidak berlaku termasuk tanpa pengawasan dari aparat penegak keadilan, hanya hukum rimba yang kuat mengalahkan yang lemah, yang kuat menjadi berhak atas eksplotasi yang lemah luar dalam, maka tempat itu mejadi benar benar menjadi swarga yang indah bagi kaum gay,... read more
Kuli PETI (Gurandil) Haus Seks
Mar 05, 2004
Seperti yang telah aku ceritakan terdahulu bahwa di lokasi penambangan emas liar banyak sekali fihak yang berkepentingan, menangguk keuntungan dari keboborokan sistem negeri brengsek ini dengan segala tipu daya dan muslihat menjungkir balikkan logika akal sehat, memeras tenaga gurandil sampai kering kerontang tak meninggalkan bekas apapun untuk kemajuan mereka apalagi untuk kemajuan masyarakat... read more
Kuli PETI (Gurandil) Permainan Brutal
Mar 07, 2004
Kebrutalan di lokasi penambangan emas liar merupakan kisah lama yang selalu berulang dari abad ke abad sepanjang tragedi kehidupan manusia. Pengasapan lobang penggalian hingga berakhir dengan kematian para gurandil merupakan hal yang dianggap lumrah saja oleh karena persaingan antar kelompok yang sama rakus sama tamak sama biadab sehingga nyawa manusia tak lebih sama saja dengan nyawa tikus got... read more
Kuli Serabutan; Paling Bokis Deh
Mar 07, 2004
Dua orang kuli memanggul peralatan galian berjalan di depan kamar kostku, ditengah hujan deras yang melanda Jakarta. Mereka berjalan sambil bercanda satu sama lain ditengah hujan lebat, entah apa yang mereka bicarakan namun kelihatan mereka sangat happy dan yang jelas kontol mereka berdua tampak ngaceng berat tercetak dengan tegas dibalik pakaian mereka yang basah kuyup itu. Aku sendiripun lagi... read more
Kuli Serabutan; Nge-joss banget
Mar 08, 2004
Setelah beberapa saat aku berada telanjang bulat diantara pelukan dua kuli serabutan yang baru saja menumpahkan pejuh kedalam mulut dan kedalam lobang pantatku, perutku mulai keroncongan. Maklumlah banyak sudah energi yang keluar apalagi diluar udara dingin dengan tiupan angin mengiringi hujan petir yang belum juga berhenti dari tadi membasahi bumi Jakarta, aku bangkit menuju pojokan dapur masih... read more
Akademi Fantasi Gay; Masa Training
Mar 10, 2004
Ke enam calon terpilih memasuki kampus Akademi Fantasi Gay. Seragam kaos buntung ketat dengan celana boxer tipis membayang, Adi kulit sawo matang pakaian warna merah, Bonar sawo matang pakaian warna jingga, Cokro kulit kuning pakaian warna kuning, Don kulit hitam pakaian warna hijau, Edmond kulit putih kuning pakaian warna biru dan Fred kulit hitam pakaian warna ungu. Warna warni pelangi, bendera... read more
Akademi Fantasi Gay; Sentuhan Akhir
Mar 10, 2004
Masa training hampir berakhir, sudah 3 bulan ke 6 akademia berada dalam kampus dan tak satupun tereliminasi oleh karena kemampuan mereka sangat baik dalam menerima latihan yang diberikan olehku, Gugun dan Koh Tjiang sangat teramat puas pada performance mereka, terutama setelah orgy yang dilakukan mereka bersama Koh Tjiang. Penampilan para akademia harus mendapat sentuhan agar layak jual pada... read more
Mar 11, 2004
Minggu depan para peserta akademia akan mulai bertugas di bar&pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar Jakarta, berarti kampus Akademi Fantasi Gay akan kosong entah untuk berapa lama aku belum mendapat order lain dari Koh Tjiang. Upacara yudisium untuk melepaskan para akademia akan segera diselenggarakan di kampus, kami sudah merencanakan sedetil mungkin tahap demi tahap jalannya upacara... read more
Akademi Fantasi Gay: Zero Hour at Ground Zero
Mar 12, 2004
Jam 00.00 pada hari Minggu pembukaan bar& pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar. Undangan telah berdatangan hadir, aku melihat tokoh gay Indonesia dari Surabaya juga hadir malam itu dan banyak selebriti, pejabat, mantan pejabat, pebisnis, profesional muda dan juga atlit yang hadir malam itu. Acara dimeriahkan oleh sekelompok grup entertainer gay yang sudah kondang di Jakarta dengan penari... read more
Mar 13, 2004
"Oo it's ooo" awal kampanye pemilu sudah dimulai, entah apa yang di kampanyekan oleh puluhan partai yang tak jelas juntrungannya di negara republik drakula ini, hanya sekelompok petualang politik picisan yang berlomba untuk mendapatkan kesempatan menguras habis kekayaan yang berlimpah di negeri yang konon kabarnya gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja ini. Pesta demokrasi katanya,... read more
Mar 14, 2004
Salah satu keanehan mungkin satu satunya di dunia adalah pembentukan satgas pengamanan oleh masing masing partai setiap menjelang pemilu. Kan ada instansi resmi yang mengurusi masalah keamanan dan pengamanan, tapi entahlah semua partai di negara ini merasa penting membentuk satgas pengamanan sendiri yang terkadang justru membuat situasi menjadi tidak aman. Satgas yang dibentuk umumnya terdiri... read more
Mar 14, 2004
Semenjak awal kampanye hingga hari ini banyak sekali kegiatan calon legislatif dari masing masing partai yang berhamburan di negeri ini, umumnya segala cara dilakukan untuk menjaring massa calon pemilih agar mencoblos partainya dan gambarnya sebagai orang yang dipercaya untuk menyalurkan aspirasi mereka dalam pemerintahan yang akan datang. Bar&pub milik Koh Tjiang (baca : Akademi Fantasi Gay ) di... read more
00 it's 000; Deg deg ser dengan jurkam
Mar 15, 2004
"Deg deg ser..." hatiku bergetar tatkala melihat salah seorang juru kampanye diantara segerombolan jurkam diatas sebuah pentas. Masih muda diantara jurkam tua bangkotan perut buncit muka berminyak namun jurkam yang satu ini lain dan seakan aku pernah ketemu tetapi entah dimana. Kemarin dia ada juga disana tetapi sebagai juru kampanye partai lain, apakah aku salah lihat, deja vu?, entahlah... read more
00 it's 000; Erangan Erotik di Bilik Suara
Mar 16, 2004
Urusan logistik pemilu? Oo it's ooo... Hmm... membuat kita lebih sedih lagi melihat sistem kerja bangsa ini. Pemilu itukan sudah dijadwalkan setiap lima tahun, tapi selalu saja persiapannya on the last minute sehingga segala sesuatu dikerjakan terburu buru penuh masalah banyak task force den tentunya akn banyak penyimpangan dibanding bila dikerjakan secara apik rapi terprogram sejak lima tahun... read more
! Ekshibisionis; Aktualisasi Seorang Gay
Mar 17, 2004
Ya... keinginan kuat untuk mempertontonkan kontol biji peler, lobang kencing dan lobang pantat kepada sesama lelaki merupakan sumber kenikmatan tersendiri bagiku, apalagi disertai dengan manipulasi manual pada zona erotik tersebut dan mendapat reaksi terhadap aksiku dari sesama lelaki yang melihat baik reaksi positif artinya menikmati tontonan yang aku suguhkan maupun reaksi negatif dengan kening... read more
! Ekshibisionis; Berlumuran Pejuh di KRL
Mar 18, 2004
Memberikan sinyal rangsangan seksual kepada sesama lelaki merupakan kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri bagi seorang homo tulen bin sejati seperti diriku. Tak perduli apakah rangasangan seksual tersebut menjelma menjadi permainan entot mengentot atau hanya cukup menyebabkan kontol penerima sinyal menjadi ngaceng berat, hal itu tak menjadi persoalan karena untuk selanjutnya toh pengalaman... read more
! Fetish; Cenderamata Bernilai Erotik
Mar 18, 2004
Betapa bahagianya aku ketika membuka lemari yang berisikan barang cenderamata yang bernilai erotik bagiku yang semakin hari semakin bertambah. Dari mulai topi penutup kepala sampai dengan sepatu karet rombeng, dari sapu tangan bekas ngelap pejuh sampai dengan celana jeans robek, pokoknya segala macam pernak pernik barang yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kegiatan entot mengentot namun... read more
Mar 19, 2004
"Lagi bertugas mas?" "Dinas luar..." jawaban pendek tegas dari seorang seorang anggota polisi, namanya tertera dibaju seragam coklat, Sumarjo. Anggota polisi yang satu ini sangat menarik perhatianku, mungkin juga menarik perhatian anda yang mempunyai selera yang sama, "!" kontol ngaceng seorang homo fetish. Betapa tidak, anak muda gagah tinggi berbadan segitiga abis man, dada bidang kekar... read more
! Ekshibisionis; Fuck Me If You Can
Mar 20, 2004
Seperti umumnya seorang homo ekshibisionis sejati maka segala sesuatu tindakan dan perbuatannya selalu saja mengisyaratkan "fuck me if you can", entotlah aku bila kau mau, tentu saja aksi akan mendapatkan reaksi dari sesama lelaki homo ekshibisionis maupun homo voyeurism "i'm really greedy to fuck you, man", gua demen banget ngentotin loe. Nah, klop bukan bila mendapatkan hal tersebut, dimana... read more
Mar 20, 2004
"!", sebuah tanda baca yang mempunyai banyak arti, awas, hati hati, attention, beware, achtung dan sejuta makna dapat mengartikan tanda baca"!". Bagiku seorang homoseksual gay sejati maka "!" adalah kontol ngaceng,ya kontol ngaceng tegak berdiri siap untuk mengentot siapa saja yang menghendaki kontol ngaceng tersebut baik di mulut maupun di lobang pantat tapi tidak di memek. Homoseksual sebuah... read more
! Gay Gangbang; Gelapnya Sel Tahanan
Mar 20, 2004
"Aku tidak bersalah apapun" protesku "Nanti saja urusannya, pokoknya ikut ke kantor" "Anda tidak berhak menahanku" "Melawan petugas ya!" ancam petugas tramtib ketika mereka menertibkan kawasan liar di pinggiran rel kereta api, dua tangan kekar mencengkeram lenganku dikiri dan kanan dan menggelandang aku masuk kedalam mobil tahanan bersama beberapa orang lagi yang sudah berada didalam mobil... read more
! Gay Gangbang; Hasrat Seks di Sasana Tinju
Mar 20, 2004
Sasana tinju merupakan tempat favoritku memuaskan pandangan mata mengisi perbendaharaan fantasi seorang homo tulen seperti diriku, tempat dimana sekelompok lelaki muda kekar berbentuk segitiga abis berotot ketat kenyal dada bidang dengan otot dada menggelembung dihiasi pentil yang melenting perut rata berotot six pack kaya papan cucian pinggang ramping dengan daging buah pantat yang padat kenyal... read more
! Militer; Instruktur yang Sadis dan Sedap
Mar 24, 2004
Komplek latihan calon tamtama itu berada diluar kota, sepi, jauh dari kesibukan masyarakat umum, dikejauhan terdengar suara orang yang sedang latihan khas dengan nyanyian para militer yang datar dan tegas mengikuti oleh gerak mereka. Aku mengantarkan titipan barang yang ditujukan kepada sersan Bimo, instruktur calon tamtama disana, melapor di gerbang masuk, periksa identitas, barang titipan di... read more
















= Flash Play Button