Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Oct 24, 2014 - Home of 20308 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

! Ekshibisionis; Berlumuran Pejuh di KRL

By kontolgatal

submitted March 18, 2004

Categories: In Indonesian, In Malaysian

Text Size:

Memberikan sinyal rangsangan seksual kepada sesama lelaki merupakan kenikmatan dan kebahagiaan tersendiri bagi seorang homo tulen bin sejati seperti diriku. Tak perduli apakah rangasangan seksual tersebut menjelma menjadi permainan entot mengentot atau hanya cukup menyebabkan kontol penerima sinyal menjadi ngaceng berat, hal itu tak menjadi persoalan karena untuk selanjutnya toh pengalaman tersebut akan menambah perbendaharaan fantasiku ketika aku ngloco sendiri maupun ngloco bareng dan akan menambah dahsyatnya muncratan pejuhku. Sinyal rangsangan seksual tersebut akan sangat cepat ditanggapi bila kita berhadapan dengan kelompok lelaki muda usia, pre adolescent, dimana produksi hormon lelaki jantan melimpah ruah setiap hari sedangkan saluran pelampiasannya terbatas karena norma yang berlaku dimasyarakat maupun keterbatasan dana sehingga akses untuk ngentotin memek menjadi terbatas pula. Pagi buta di KRL menuju Jakarta merupakan titik kumpulan gerombolan lelaki muda usia yang menjadi penglaju, commuter, pencari sesuap nasi di belantara ibukota maupun dengan alasan lain seperti sekolah, pekerja kasar dan lain lainnya. Aku ikut dalam arus penglaju tersebut, hari itu aku memakai slack kaos ketat low hang sehingga celah pantatku mengintip keluar, tanpa CD tentunya, baju putih kancing atas terbuka tiga buah karena anak kancingnya hilang entah kemana tipis transparant sehingga pentilku yang merah jambu tercetak samar dibalik baju dan sesekali mengintip keluar dari pinggir baju yang terbuka. Bertatapan mata dengan sekelompok anak muda yang memperhatikan penampilanku yang agak seronok, aku tersenyum sambil mengelus kontolku yang tercetak tegas di celana slack ketat yang aku pakai, mereka tidak menunjukkan tanda penolakan terhadap isyaratku... aku lanjutkan dengan beberapa kali mengusap pentil merah jambu yang tampak samar dibalik baju putih transparan yang aku pakai, mereka masih saja mencuri pandang terhadap aksiku dan masih juga tidak menunjukkan tanda penolakan. Berdesakan dipinggir peron menunggu tibanya KRL, disekitarku beberapa anak sekolah teknik yang terkenal badung, sambil merokok bercanda sesamanya terkadang saling dorong atau saling tarik seakan tidak ada persoalan dengan sekitar, memakai seragam sekolah dengan back pack, baju putih dan celana abu abu ketat kepaha mereka yang relatif kekar. Aku merapat kekelompok anak muda tersebut, sedemikan berdesakan di peron sehingga terkadang kontolku dengan mudah aku gesek gesekkan ke daging buah pantat yang masih kencang dan terkadang daging buah pantatku pula yang tergesek gesek kontol anak muda tersebut, aku ngaceng didalam celana slack kaos sehingga tonjolan kontolku membentuk tenda dan kontol anak muda tersebut juga terasa mengeras didalam celana seragamnya yang ketat, maklumlah hari masih sangat pagi matahari belum keluar dan biasanya kontol lelaki muda belia sedang keras kerasnya ngaceng berat pada saat itu. "Ngentot ah, Gue ngaceng berat neh" kata anak muda dibelakangku kepada teman disebelahnya "Gue juga, tadi nggak sempat ngloco" jawab temannya "Hmm..." aku tersenyum mesum KRL tiba diperon segera diserbu calon penumpang yang sudak nggak sabaran menunggu dari tadi, sradak sruduk sradak sruduk akhirnya KRL dalam sekejap penuh bahkan sampai keatas atap gerbong. Penuh sesak dengan berbagai rupa manusia dan berbagai rupa keperluan untuk segera ke Jakarta, panas berkeringat berdesakan dan aku tak dapat tempat duduk berdiri di gang berdesakan dan masih diantara kumpulan anak muda tadi. Kembali lobang pantatku disodok kontol dan aku respons dengan sedikit geolan pada pantatku, sebuah isyarat seksual, akh... sementara kontol ngacengku semakin ngaceng menyodok sela paha anak muda didepanku, dia diam saja. Sementara dua orang teman mereka duduk dipegangan tangan pada kursi gerbong mengapit kami yang berdiri dan mata tak berkedip mulut sedikit ternganga tonjolan kontol mereka juga segera membesar memandang aktifitas erotik kami persis didepan mata mereka, penumpang lain dalam gerbong tersebut larut dalam kesibukannya masing masing, ada yang kembali berusaha memejamkan mata sejenak sebelum tiba di Jakarta, ada yang membaca koran pagi yang udah lecek akibat desak desakan tadi, ada juga yang memandang hampa keluar jendela gerbong atau ada juga yang heboh sendiri menata kembali barang bawaan maupun barang dagangannya karena habis brantakan. KRL mulai bergerak lambat menuju Jakarta, udara di dalam gerbong mulai terasa mengalir walaupun masih panas oleh hawa manusia yang berjubel. Kembali terasa pepetan anak muda dibelakangku, kontolnya terasa semakin mengeras didalam celana seragamnya, aku goyangkan sedikit pantatku yang disodok olehnya, geol dan tangannya mulai meraba daging buah pantatku dan tangan anak muda yang sela pahanya aku jejelin kontolku mengelus kepala kontolku yang merekah sambil mengelus kontolnya sendiri. Laju KRL semakin kencang bergoyang kekanan kekiri berirama, suara celoteh penumpang masih saja ramai didalam gerbong sementara hunjaman tonjolan kontol anak muda di lobang pantatku semakin liar juga dan desahan nafasnya terasa dekat sekali mendengus dengus di belakang kupingku. "Hhh... sshhh... hhh... sshhh" "Mmm..." aku menggumam menikmati sentuhannya "Pantat loe kenyal bangeth... hhh... sshhh" "Mmm..." aku masih menggumam "Locoin kontol gue ye ampe mancrut.. sshhh" "Mmm..." gumamku Tanganku kebelakang merayap kearah tonjolan kontolnya dan membuka ritsleting celana seragam dan ploph! kontol anak muda sedang naik birahi melompat tegak ngaceng keluar dari sarangnya, aku elus mesra kepala kontolnya yang merekah membesar kaya helm Nazi, aku genggam gemes batang kontol yang berdenyut denyut, menjalar kearah jembutnya yang tipis baru tumbuh dan ke biji pelernya yang gede yang masih tersimpan didalam celananya. Dia semakin mendekatkan tubuhnya sehingga tonjolan kenyal otot dadanya bersentuhan dengan punggungku, masih mengikuti irama goyangan gerbong KRL kekanan kekiri kontolnya aku masukkan kecelah daging buah pantatku dan keluar masuk penuh nafsu kontol ngaceng keras milik lelaki muda belia menonjok nonjok celah pantatku sampai crroooth... crroooth... crroooth... arrgghhh... dia menumpahkan pejuhnya yang banyak kental anget membasahi bagian celah pantat celana slackku. Sementara anak muda yang sela pahanya menjepit lepas kontolku sambil mengusap usap kedua kontol, kontolku dan kontolnya kini berbalik arah menghadapku dengan kontolnya sudah tegang memerah berkilat keluar dari celana seragamnya dan tangannya meloco kontol yang membara itu, tanganku mengusap memilin pentilnya yang melenting menonjol tercetak dibaju seragamnya yang basah berkeringat crroooth... crroooth... crroooth... shhh... ohh kembali pejuh kental anget membasahi bagian depan celana slackku, kedua temannya yang duduk di pegangan tangan kursi KRL juga terangsang berat dari tadi melihat permainan kami bertiga didalam gerbong KRL tersebut, terbukti tampak noda pre cum diujung tonjolan kontol di celana abu abu mereka, keduanya juga segera mengeluarkan kontol mereka sambil mengerang perlahan kedua kontol itu memuncratkan pejuhnya juga kearah sisi kiri dan sisi kanan celana slackku hingga depan belakang kiri kanan celanaku berlumuran pejuh anak muda siswa sekolah teknik dipagi hari didalam gerbong KRL. Kereta mulai perlahan memasuki stasiun, mereka turun sambil tertawa tawa melihat diriku yang berlumuran pejuh masih ngaceng berat belum sempat muncrat, tapi aku tak perduli karena aku telah merasa berbahagia penuh kenikmatan dapat memuaskan lelaki muda pada hari itu dan yang lebih penting lagi sensasi tonjokan gesekan dan lelehan pejuh kontol mereka dan desahan erotik yang terbangkit oleh karenanya terekam dengan baik didalam memori perbendaharaan fantasiku. Di bawah tatapan aneh mata kondektur KRL aku turun di pemberhentian stasiun berikut dengan kontol masih ngaceng dan celana berlumuran pejuh... arrggh, ngloco dulu ah!



Displaying Page 1 - Records 1 to 30

More stories From kontolgatal

Kuli Gudang Dolog

Feb 23, 2004

Sore itu aku berada di depan gudang Dolog di bilangan Jakarta Timur, berjalan jalan menghirup udara sore hari melepas kepenatan setelah lima hari bekerja di kantor. Ada 2 buah truk penuh berisi beras import yang sedang diturunkan oleh sekelompok kuli keluar masuk dari truk kedalam gudang memanggul 2 atau 3 karung beras dipundak mereka yang kekar, kuat dan perkasa hmm... sangat menarik perhatianku... read more

Malam itu film India ditayangkan di bioskop tersebut, tak banyak lagi peminat bioskop semenjak sarana hiburan telah masuk langsung ke ruang tamu masing masing keluarga berupa TV, VCD maupun DVD. Hanya ada beberapa orang yang sedang menunggu di lobby sederhana bioskop tersebut menunggu loket karcis buka, termasuk aku yang sengaja datang ke bioskop tersebut untuk menyalurkan hobbyku menyedot kontol... read more

Perjalanan menuju lokasi logging sangat melelahkan, 2 hari 3 malam berada di dalam mobil Land Rover menempuh jalanan tanah berlubang, berlumpur, tak terawat, menembus rimba belantara yang telah rusak tercabik, bersama 2 orang staf perusahaan kayu yang hendak melakukan audit di lapangan karena hasil penebangan sudah semakin tak menguntungkan perusahaan sehingga dirasa perlu untuk meninjau lapangan... read more

Sore menjelang malam aku menuju barak C sesuai yang diperintahkan oleh kuli logging yang mengembat abis mulutku siang tadi, rahangku masih terasa pegel oleh karena terlalu lama menganga penuh untuk menerima sodokan kontol item gede sepergelangan tanganku. Sementara lelehan pejuh dicelanaku sudah mengering, membentuk gambaran tersendiri dicelanaku dan bila aku bersendawa maka uap pejuh kental... read more

Matahari telah keluar dari peraduannya, demikian pula kuli logging pada berkeluaran dari bedengnya masing masing, ada 5 bedeng dilokasi penebangan kayu tersebut, bedeng A sampai bedeng E, sama kumuh dan sama sempitnya, berisi rata rata 6 orang kuli per bedeng. Hari ini hari Minggu merupakan hari istirahat mereka, namun oleh karena lokasi terpencil ditengah hutan dan ketiadaan sarana transportasi... read more

Aku masih terikat diambang pintu, telanjang bulat, jejas bilur sabetan dan bogem mentah serta bekas sundutan rokok dan cupang menghiasi sekujur tubuh, dengan pejuh berceceran diseluruh tubuhku, bahkan mengalir perlahan keluar dari anus membentuk aliran di selangkanganku turun ke buah pelerku dan menetes, turun juga ke kedua pahaku sampai ke betis, aliran pejuh hangat geli geli basah akhhh...... read more

PETI, penambangan tanpa ijin merupakan skandal terbesar di negeri ancur ancuran seperti di Indonesia ini. Lokasi penambangan emas dibangun, lobang penggalian dibuat dengan dana pemerintah yang tidak sedikit dan kemudian dinyatakan ditutup karena konon katanya tak menghasilkan dan selanjutnya penambang liar yang di kordinir oleh oknum PT Aneka Tambang yang mengoperasikan lobang tambang tersebut... read more

Betapa tidak, sebuah lokasi penambangan emas illegal dimana semua aturan dan norma hukum yang lazim dalam sebuah masyarakat yang beradab tidak berlaku termasuk tanpa pengawasan dari aparat penegak keadilan, hanya hukum rimba yang kuat mengalahkan yang lemah, yang kuat menjadi berhak atas eksplotasi yang lemah luar dalam, maka tempat itu mejadi benar benar menjadi swarga yang indah bagi kaum gay,... read more

Seperti yang telah aku ceritakan terdahulu bahwa di lokasi penambangan emas liar banyak sekali fihak yang berkepentingan, menangguk keuntungan dari keboborokan sistem negeri brengsek ini dengan segala tipu daya dan muslihat menjungkir balikkan logika akal sehat, memeras tenaga gurandil sampai kering kerontang tak meninggalkan bekas apapun untuk kemajuan mereka apalagi untuk kemajuan masyarakat... read more

Kebrutalan di lokasi penambangan emas liar merupakan kisah lama yang selalu berulang dari abad ke abad sepanjang tragedi kehidupan manusia. Pengasapan lobang penggalian hingga berakhir dengan kematian para gurandil merupakan hal yang dianggap lumrah saja oleh karena persaingan antar kelompok yang sama rakus sama tamak sama biadab sehingga nyawa manusia tak lebih sama saja dengan nyawa tikus got... read more



Dua orang kuli memanggul peralatan galian berjalan di depan kamar kostku, ditengah hujan deras yang melanda Jakarta. Mereka berjalan sambil bercanda satu sama lain ditengah hujan lebat, entah apa yang mereka bicarakan namun kelihatan mereka sangat happy dan yang jelas kontol mereka berdua tampak ngaceng berat tercetak dengan tegas dibalik pakaian mereka yang basah kuyup itu. Aku sendiripun lagi... read more

Setelah beberapa saat aku berada telanjang bulat diantara pelukan dua kuli serabutan yang baru saja menumpahkan pejuh kedalam mulut dan kedalam lobang pantatku, perutku mulai keroncongan. Maklumlah banyak sudah energi yang keluar apalagi diluar udara dingin dengan tiupan angin mengiringi hujan petir yang belum juga berhenti dari tadi membasahi bumi Jakarta, aku bangkit menuju pojokan dapur masih... read more

Koh Tjiang memanggilku untuk menyampaikan maksudnya memperluas bidang usaha bar&pub miliknya di bilangan Mangga Besar, yaitu menambah side wing eksklusif untuk gay. Untuk itu ia merasa perlu untuk melakukan seleksi ketat terhadap calon "waiter paripurna" yang akan mengisi lowongan tersebut, dan ia menetapkan beberapa syarat agar aku dapat mencarikan tepat sesuai keinginannya serta berjanji akan... read more

Ke enam calon terpilih memasuki kampus Akademi Fantasi Gay. Seragam kaos buntung ketat dengan celana boxer tipis membayang, Adi kulit sawo matang pakaian warna merah, Bonar sawo matang pakaian warna jingga, Cokro kulit kuning pakaian warna kuning, Don kulit hitam pakaian warna hijau, Edmond kulit putih kuning pakaian warna biru dan Fred kulit hitam pakaian warna ungu. Warna warni pelangi, bendera... read more

Masa training hampir berakhir, sudah 3 bulan ke 6 akademia berada dalam kampus dan tak satupun tereliminasi oleh karena kemampuan mereka sangat baik dalam menerima latihan yang diberikan olehku, Gugun dan Koh Tjiang sangat teramat puas pada performance mereka, terutama setelah orgy yang dilakukan mereka bersama Koh Tjiang. Penampilan para akademia harus mendapat sentuhan agar layak jual pada... read more

Minggu depan para peserta akademia akan mulai bertugas di bar&pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar Jakarta, berarti kampus Akademi Fantasi Gay akan kosong entah untuk berapa lama aku belum mendapat order lain dari Koh Tjiang. Upacara yudisium untuk melepaskan para akademia akan segera diselenggarakan di kampus, kami sudah merencanakan sedetil mungkin tahap demi tahap jalannya upacara... read more

Jam 00.00 pada hari Minggu pembukaan bar& pub milik Koh Tjiang di bilangan Mangga Besar. Undangan telah berdatangan hadir, aku melihat tokoh gay Indonesia dari Surabaya juga hadir malam itu dan banyak selebriti, pejabat, mantan pejabat, pebisnis, profesional muda dan juga atlit yang hadir malam itu. Acara dimeriahkan oleh sekelompok grup entertainer gay yang sudah kondang di Jakarta dengan penari... read more

"Oo it's ooo" awal kampanye pemilu sudah dimulai, entah apa yang di kampanyekan oleh puluhan partai yang tak jelas juntrungannya di negara republik drakula ini, hanya sekelompok petualang politik picisan yang berlomba untuk mendapatkan kesempatan menguras habis kekayaan yang berlimpah di negeri yang konon kabarnya gemah ripah loh jinawi tata tentrem karta raharja ini. Pesta demokrasi katanya,... read more

Salah satu keanehan mungkin satu satunya di dunia adalah pembentukan satgas pengamanan oleh masing masing partai setiap menjelang pemilu. Kan ada instansi resmi yang mengurusi masalah keamanan dan pengamanan, tapi entahlah semua partai di negara ini merasa penting membentuk satgas pengamanan sendiri yang terkadang justru membuat situasi menjadi tidak aman. Satgas yang dibentuk umumnya terdiri... read more

Semenjak awal kampanye hingga hari ini banyak sekali kegiatan calon legislatif dari masing masing partai yang berhamburan di negeri ini, umumnya segala cara dilakukan untuk menjaring massa calon pemilih agar mencoblos partainya dan gambarnya sebagai orang yang dipercaya untuk menyalurkan aspirasi mereka dalam pemerintahan yang akan datang. Bar&pub milik Koh Tjiang (baca : Akademi Fantasi Gay ) di... read more



"Deg deg ser..." hatiku bergetar tatkala melihat salah seorang juru kampanye diantara segerombolan jurkam diatas sebuah pentas. Masih muda diantara jurkam tua bangkotan perut buncit muka berminyak namun jurkam yang satu ini lain dan seakan aku pernah ketemu tetapi entah dimana. Kemarin dia ada juga disana tetapi sebagai juru kampanye partai lain, apakah aku salah lihat, deja vu?, entahlah... read more

Urusan logistik pemilu? Oo it's ooo... Hmm... membuat kita lebih sedih lagi melihat sistem kerja bangsa ini. Pemilu itukan sudah dijadwalkan setiap lima tahun, tapi selalu saja persiapannya on the last minute sehingga segala sesuatu dikerjakan terburu buru penuh masalah banyak task force den tentunya akn banyak penyimpangan dibanding bila dikerjakan secara apik rapi terprogram sejak lima tahun... read more

Ya... keinginan kuat untuk mempertontonkan kontol biji peler, lobang kencing dan lobang pantat kepada sesama lelaki merupakan sumber kenikmatan tersendiri bagiku, apalagi disertai dengan manipulasi manual pada zona erotik tersebut dan mendapat reaksi terhadap aksiku dari sesama lelaki yang melihat baik reaksi positif artinya menikmati tontonan yang aku suguhkan maupun reaksi negatif dengan kening... read more

Betapa bahagianya aku ketika membuka lemari yang berisikan barang cenderamata yang bernilai erotik bagiku yang semakin hari semakin bertambah. Dari mulai topi penutup kepala sampai dengan sepatu karet rombeng, dari sapu tangan bekas ngelap pejuh sampai dengan celana jeans robek, pokoknya segala macam pernak pernik barang yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan kegiatan entot mengentot namun... read more

! Fetish; Dinas Luar

Mar 19, 2004

"Lagi bertugas mas?" "Dinas luar..." jawaban pendek tegas dari seorang seorang anggota polisi, namanya tertera dibaju seragam coklat, Sumarjo. Anggota polisi yang satu ini sangat menarik perhatianku, mungkin juga menarik perhatian anda yang mempunyai selera yang sama, "!" kontol ngaceng seorang homo fetish. Betapa tidak, anak muda gagah tinggi berbadan segitiga abis man, dada bidang kekar... read more

Seperti umumnya seorang homo ekshibisionis sejati maka segala sesuatu tindakan dan perbuatannya selalu saja mengisyaratkan "fuck me if you can", entotlah aku bila kau mau, tentu saja aksi akan mendapatkan reaksi dari sesama lelaki homo ekshibisionis maupun homo voyeurism "i'm really greedy to fuck you, man", gua demen banget ngentotin loe. Nah, klop bukan bila mendapatkan hal tersebut, dimana... read more

! Attention!

Mar 20, 2004

"!", sebuah tanda baca yang mempunyai banyak arti, awas, hati hati, attention, beware, achtung dan sejuta makna dapat mengartikan tanda baca"!". Bagiku seorang homoseksual gay sejati maka "!" adalah kontol ngaceng,ya kontol ngaceng tegak berdiri siap untuk mengentot siapa saja yang menghendaki kontol ngaceng tersebut baik di mulut maupun di lobang pantat tapi tidak di memek. Homoseksual sebuah... read more

"Aku tidak bersalah apapun" protesku "Nanti saja urusannya, pokoknya ikut ke kantor" "Anda tidak berhak menahanku" "Melawan petugas ya!" ancam petugas tramtib ketika mereka menertibkan kawasan liar di pinggiran rel kereta api, dua tangan kekar mencengkeram lenganku dikiri dan kanan dan menggelandang aku masuk kedalam mobil tahanan bersama beberapa orang lagi yang sudah berada didalam mobil... read more

Sasana tinju merupakan tempat favoritku memuaskan pandangan mata mengisi perbendaharaan fantasi seorang homo tulen seperti diriku, tempat dimana sekelompok lelaki muda kekar berbentuk segitiga abis berotot ketat kenyal dada bidang dengan otot dada menggelembung dihiasi pentil yang melenting perut rata berotot six pack kaya papan cucian pinggang ramping dengan daging buah pantat yang padat kenyal... read more

Komplek latihan calon tamtama itu berada diluar kota, sepi, jauh dari kesibukan masyarakat umum, dikejauhan terdengar suara orang yang sedang latihan khas dengan nyanyian para militer yang datar dan tegas mengikuti oleh gerak mereka. Aku mengantarkan titipan barang yang ditujukan kepada sersan Bimo, instruktur calon tamtama disana, melapor di gerbang masuk, periksa identitas, barang titipan di... read more



Page 1 of 3

   1 2 3      

Table of contents


Legend

  • = Category Updated
  • Flash Video Play Button = Flash Play Button