Adult Circumcision: Gunting kulup cowok dewasa!
submitted June 21, 2005
Categories: In Indonesian
POTONG KULUP TARUNA AKMIL
Sunat merupakan sesuatu yang WAJIB bagi semua taruna AKMIL [Akademi Militer]. Oleh karena itu setiap taruna yang sudah lulus tingkat 1, Pratar [Prajurit Taruna] dan naik ke tingkat 2 [Kopral Taruna] WAJIB SUNAT jika kontol mereka masih [ber]kulup!
Taruna yang baru lulus tingkat 1 dan belum sunat HARUS sunat dulu sebelum mereka liburan. Karena itu setiap akhir tahun ajaran selalu ada acara penyunatan masal di AKMIL [Sunat Militer]. Tidak banyak Taruna yang perlu disunat,rata-rata hanya sekitar 15 - 20 orang saja per tahun.
Alasan untuk mewajibkan sunat pada taruna adalah untuk kebersihan dan kesehatan :
1)Agar kontol taruna tidak kotor[dan bau] akibat ta'i kulat [smegma] yang menumpuk di bawah kulup [foreskin, prepuce].2)Mencegah kanker penis dan kanker rahim [pada isteri taruna, jika kelak taruna itu kawin dengan cewek dan isterinya itu sering dientot]. Ta'i kulat [smegma] dari kontol yang tidak disunat, jika sering tergesek-gesek mulut rahim sewaktu ngentot - membuat sel mulut rahim berubah jadi sel kanker.3)Untuk mencegah penularan HIV/AIDS dan penyakit kelamin lain jika taruna itu kelak suka ngentot sembarangan dengan laki-laki atau perempuan tanpa kondom. 4)Bentuk kontol yang sunat lebih estetis dibanding-kan tidak sunat.5)Untuk meningkatkan rasa PD = Percaya Diri taruna. Mayoritas anggota militer disunat [Taruna yang tidak sunat biasanya tampak kemalu-maluan waktu harus mandi bareng telanjang bulat, atau waktu pemeriksaan kesehatan militer bersama, yang juga harus dilakukan dalam keadaan telanjang bulat!Taruna yang tidak sunat merasa malu kontolnya masih berkulup].5)Menyempurnakan kelaki-lakian taruna, karena COWOK YANG TIDAK SUNAT BUKAN LAKI-LAKI!
TANPA ANESTESI
Selain para taruna WAJIB SUNAT, penyunatan di AKMIL juga dilakukan "secara militer", artinya TANPA ANESTESI [tanpa pemati rasa] sama sekali. sehingga si taruna bisa "menikmati" rasa pedih, perih, nyeri yang teramat sangat - waktu kulup mereka digunting pelan-pelan oleh tim kesehatan.
Selain untuk memberikan kesempatan pada taruna agar benar-benar bisa "merasakan" proses sunat yang luar biasa nyerinya itu, juga karena di Amerika Serikat penyunatan pada bayi baru lahir [new born] dilakukan tanpa anestesi sama sekali sehingga si bayi menjerit-jerit kesakitan.
Tentu saja ironis sekali kalau bayi-bayi Amerika Serikat bisa disunat tanpa anestesi, sementara taruna AKMIL yang tanggap, tanggon dan tregginas itu bermanja-manja [dan cengeng] harus disunat dengan bantuan pemati rasa segala! Biarlah,cowok-cowok sejati itu [para taruna] sedikit merasa-kan pedih, perih, nyerinya kulup digunting.
Di negara berkembang seperti di Afrika dan Asia [termasuk Filipina], anak laki-laki juga disunat tanpa anestesi. Tentu memalukan sekali kalau taruna [calon perwira] kalah kuat menahan nyeri dibandingkan anak-anak!
Proses "sunat militer" di AKMIl sangat menarik, karena itu banyak abituren [alumni] AKMIL dan taruna lain [yang sudah sunat]yang sengaja hadir untuk melihat dan "menikmati" pemandangan sadis: guratan wajah taruna dan gelinjang kesakitan taruna yang sedang disunat! Banyak abituren yang sudah jadi PATI [Perwira Tinggi] masih rutin dan rajin hadir di Kampus Candradimuka setiap tahun hanya untuk menonton acara sunat militer itu!
Umumnya para taruna itu menggeliat kesakitan dan tubuh mereka [yang telanjang bulat] itu basah berkilat-kilat serta bercucuran keringat waktu disunat. Karena menahan rasa sakit yang teramat sangat, sewaktu kulup mereka sedang digunting pelan-pelan! Selaian bisa melihat gelinjang sang taruan yang sedang disunat, yang hadir juga bisa melihat seluruh bagian tubuh taruna yang disunat itu, karena si taruna memang sengaja ditempat-kan "exposed" baik : kontol, biji peler, jembut, pouting susu, bulu ketek. [Bahkan kadang-kadang lobang pantatnya juga bisa dilihat dari depan karena taruna yang sedang disunat mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar, sedangkan kedua lutut-nya terangkat]
Sunat militer taruna AKMIL dilaksanakan di Aula AKMIL atau di Gedung Olah Raga yang terletak di Kampus Candradimuka dan dilakukan "tertutup".
Bahkan pintu aula dikunci dari dalam. CPM atau Provos AKMIL menjaga pintu dari dalam dan dari luar. Di samping untuk mencegah orang yang tidak berkepentingan masuk kedalam,juga untuk mencegah taruna yang akan disunat lari ketakutan setelah melihat penderitaan temannya yang sedang disunat dan kesadisan cara menyunat [yang disebut: "cara menyunat yang jantan dan militeristik" itu].
Agar tidak ada usaha atau pikiran dari taruna untuk kabur, maka Provos yang bertugas menjaga pintu itu dipilih orang-orang yang amat kekar berotot dan mereka menggenggam pecut besar yang siap dihajarkan ke tubuh taruna, kalau ada di antara mereka ada yang mau berbuat macam-macam. Termasuk kalaua ada yang mau kabur karena takut tidak tahan merasakan pedihnya kulup digunting tanpa pemati rasa sama sekali!
Pada acara itu, ke-20 taruna yang akan disunat dikumpulkan di dalam aula sudah dalam keadaan telanjang bulat - tanpa penutup selembar benang pun. Mereka akan bergantian disunat.
Sementara menunggu giliran, mereka disuruh duduk di lantai telanjang bulat. Tujuannya adalah agar lantai yang dingin itu bisa membuat tubuh bagian panggul/ selangkangan taruna yang akan disunat itu sedikit kebal akibat sentuhan lantai yang dingin.Sehingga mengurangi rasa nyeri [yang amat sangat] sewaktu kulup mereka nantinya digunting tanpa anestesi.
Untuk tempat menyunat disediakan meja khusus, sehingga taruna yang disunat berbaring setengah duduk dan bagian panggul/ selangkangan mereka exposed pada yang hadir.Dengan posisi demikian, yang hadir bisa melihat dengan jelas sewaktu kontol taruna itu sewaktu kulupnya digunting!
Kedua kaki taruna yang disunat itu mengangkang lebar dan masing-masing pergelangannya diborgol ke meja sunat,kedua lututnya agak terangkat ke atas,sehingga lobang pantatnya bisa dilihat dari depan.Demikian pula kedua tangan taruna ke atas sehingga kedua belah ketiaknya exposed dan yang hadir bisa melihat dengan jelas pola pertumbuhan bulu keteknya! Kedua pergelangan tangan taruna itu juga diborgol ke meja sunat dan pada bagian pinggangnya dipasangi sabuk pengikat dan fiksasi [restraint] agar taruna itu tidak bisa berontak sewaktu merasa amat kesakitan!
Pendeknya si taruna itu telanjang bulat sempurna dan bagian depan tubuhnya benar-benar EXPOSED. Sementara itu tubuh taruna itu juga benar-benar RESTRAINED di meja sunat,terfiksasi dan tak bisa bergerak sama sekali, kecuali menggelinjang atau menggeliat-geliat saja! Disediakan satu meja dan satu tim kesehatan saja untuk melakukan penyunatan ke-20 taruna itu! Agar waktu untuk menunggu giliran yang lama itu benar-benar merupakan "ujian mental" bagi taruna yang akan disunat.
NGELOCO BARENG SEBELUM DISUNAT
Taruna yang mendapat giliran disunat belakangan bisa melihat proses penyunatan teman-temannya yang terdahulu degan mata kepala sendiri. Tidak jarang ada taruna yang begitu ketakutan waktu menunggu giliran disunat, stress berat, sehingga pejuhnya keluar muncrat berceceran CROOOOOOOOOT! CROOOOOOOOT! CROOOOOOOOOT! tak terkendali!
Taruna yang memuncratkan pejuh karena stress dan amat ketakutan itu, tampak kemalu-maluan.Segera saja aula itu jadi semerbak bau pejuh!Karena itu ada Gubernur AKMIL yang mengharuskan taruna yang akan disunat itu - untuk onani bersama sebelum penyunatan dimulai.Ke-20 taruna yang akan sunat itu ngocok kontol bersama di aula dan pejuh mereka yang muncrat ditampung dalam gelas yang disediakan agar tidak mengotori lantai aula tempat acara sunat itu!.
Kewajiban ngeloco bareng itu juga penting agar sesudah disunat, pada masa penyembuhan, kontol mereka tidak ngaceng.Karena, kalau kontol mereka ngaceng, luka sunat mereka bisa terbuka lagi dan jadi lama sembuhnya.
Bahkan pernah ada Gubernur AKMIL yang mewajibkan taruna yang akan sunat itu harus ngeloco bareng setiap hari selama seminggu sebelum sunat!Supaya biji peler mereka benar-benar kosong dari pejuh dan sekurang-kurangnya selama seminggu, sesudah sunat, mereka tidak ngaceng kontolnya!
Para taruna itu sudah terbiasa ngeloco bareng. Karena setiap 6 bulan sekali mereka diperiksa kesehatannya dalam keadaan telanjang bulat.Pada pemeriksaan kesehatan itu, mereka juga disuruh ngocok kontol bareng. Agar contoh pejuh mereka bisa diperiksa di laboratorium untuk mengetahui kualitas pejuh [sperma ] mereka!
Setelah pejuh mereka muncrat, para taruna yang akan disunat,masih bertelanjang bulat semua,dan pada barusan ngeloco itu, secara berpasangan disuruh saling massage.
Untuk massage bergantian itu ada perwira yang memandu.Maka dalam aula itu tampak sekitar 10 pasang taruna yang sedang telanjang bulat saling memijat bergantian. Pijatan harus diarahkan ke bagian sekitar panggul,paha dan tungkai bawah. Agar otot-otot di bagian badan itu relax, darah tidak banyak keluar waktu sunat, dan mengurangi rasa nyeri waktu kulup digunting.
Supaya mudah dipijat, maka taruna yang dipijat terlentang [telanjang bulat] di lantai.Sementara itu, taruna yang memijat berlutut di sampingnya juga bertelanjang bulat dan mulai memijat teman-nya. Setelah pijatan dalam posisi terlentang selesai,taruna yang dipijat harus menelungkup di lantai [dalam kedaan masih bertelanjang bulat] agar temannya bisa memijat otot bagian belakang tubuhnya terutama bagian bokongnya [otot gluteus maximus].
Setelah taruna yang satu selesai dipijat, maka gantian si taruna pemijat yang dipijat oleh pasangannya.Begitulah,gantian memijat itu dilaku-kan terus sampai giliran mereka untuk disunat tiba.
PINGSAN KARENA AMAT SANGAT KESAKITAN
Tim Kesehatan yang dua orang itu sudah sangat ahli menyunat dan mereka terampil dalam membikin agar proses menyunat itu terasa senyeri mungkin. Tak heran jika banyak taruna yang jatuh pingsan, semaput karena merasa amat sangat kesakitan sewaktu disunat.
Yang masih bisa bertahan, biasanya menggeliat-geliat,menggelinjang kesakitan. Tubuhnya banjir keringat, sehingga tubuh mereka yang telanjang bulat itu tampak berkilat-kilat oleh keringat. Wajah mereka mengguratkan rasa nyeri yang amat sangat. Indah,jantan dan sadisss sekali [Ta'i!].
Meskipun merasa amat sangat kesakitan,tapi tidak ada taruna yang menjerit-jerit sewaktu disunat. Karena para taruna itu sudah biasa disiksa dan kalau sedang dihajar atau disiksa oleh senior atau pelatihnya, mereka dilarang keras berbunyi atau mengeluarkan suara apa pun dari mulutnya.
Selama pendidikan, para taruna itu dilatih untuk tidak mengeluarkan bunyi dari mulut mereka waktu disiksa,meski hanya desis kesakitan! Mereka akan dihukum[kena penalty] dengan tempelan besi panas di pahanya atau diberikan sengatan listrik di kontol, biji peler,puting susu,ketek atau bahkan di lobang pantat mereka,jika mereka berani berbunyi sewaktu sedang disiksa!
Karena itu,meski merasa amat kesakitan sewaktu disunat,tapi mereka diam saja,tak berbunyi,meski tetap saja menggeliat-geliat kesakitan dengan guratan wajah yang juga tampak kesakitan serta tubuh berkilat-kilat dan bercucuran keringat !
BERBARING TERLENTANG TELANJANG BULAT DI LANTAI
Jika tidak pingsan, maka taruna yang sudah selesai disunat disuruh duduk, diberi minum dan disuruh turun dari meja sunat. Sebagian taruna ada yang terhuyung-huyung waktu turun dari meja sunat.Karena masih nanar,puyeng dan lemas,karena kesakitan. Taruna yang baru sunat itu dipapah oleh temannya dan dibaringkan telanjang bulat di lantai tanpa alas. Lantai yang dingin itu akan membantu meringankan rasa nyeri di luka akibat sunat pada bekas keratan kulup di kontolnya! Ras nyeri itu baru berkurang setelah 1 - 2 jam. Ada taruna yang sepanjang hari sampwi malam masih kesakitan!
Setelah seluruh taruna itu selesai disunat, mereka disuruh menginap di Klinik AKMIL selama seminggu sampai luka sunatnya kering. Selama seminggu mereka diharuskan telanjang bulat agar luka sunatnya lekas sembuh [tidak tergesek-gesek kancut atau celana].Ta'i!
POTONG KULUP BAYI LELAKI DAN COWOK DEWASA
Menggunting kulup selalu menarik perhatian.Sunat atau khitan atau sirkumsisi [circumcision] jadi perhatian cowok dan cewek, anak dan dewasa,gay dan straight.
Kulit di ujung kontol yang disebut kulup, fore skin atau prepuce, preputium adalah bagian yang ternikmat secara sexual dari seorang laki-laki. Begitu nikmatnya jika kulup dirangsang, sehingga si pemilik tidak puas hanya dengan merangsang, mengelus atau menain-mainkannya, tapi bahkan ia ingin menyakiti dengan cara melukai,menggunting, atau memotong. Itu lah awal dari tradisi sunat! Mula-mula ingin menikmati kulup secara maksimal dengan cara menggunting,lama-lama kelamaan ingin juga melihat orang lain digunting kulupnya.
Dalam agama Yahudi, setiap anak laki-laki wajib dipotong kulupnya pada hari ke-7. Dalam agama Islam, sunat merupakan tradisi, meskipun tidak tertulis kitab suci.
Di suku-suku primitif,seperti di Afrika, Aborigin Australia, Arab Yaman, bahkan dalam tradisi asli Filipina, sunat merupakan ujian kelaki-lakian. Bahkan kalganan di suku Afrika tertentu, kulup dipotong dua kali. Mula-mula dipotong sedikit, kemudian dipiotong sekali lagi, beberapa menit kemudian. Gila! Ada juga suku di Afrika yang mempunyai tradisi, setelah disunat, anak laki-laki itu dicambuki sebagai ujian kelaki-lakian!
Dibeberapa tradisi,sunat diusahakan dengan cara senyeri mungkin agar si laki-laki [anak, remaja, dewasa],tak melupakan rasanya disunat. Sementara itu, lelaki lainnya suka sekali melihat proses sunat itu! Karena mereka menikmati pemandangan sadis saat si laki-laki yang sedang disunat itu kaget waktu kulupnya digunting, menggelinjang, berontak, atau meronta-ronta karena kesakitan. Apalagi jika dia menunjukkan guratan wajah yang tampak amat kesakitan. Jadi, sunat dan sadisme merupakan pedang bermata dua!
Tradisi menyunat bayi baru lahir [new born] di Amerika Serikat[USA]ditengarai berlatar belakang sadisme dan komersialisasi ilmu kedokteran.Sunat dianjurkan [direkomendasikan] dengan berbagai alasan kesehatan dan kedokteran! Lucunya, sunat di Amerika Serikat pernah dianjurkan, dianggap bisa mencegah anak laki-laki agar tidak doyan ngloco,coli,ngocok kontol,onani atau masturbasi.
Sungguh suatu pembenaran hanya untuk memuaskan nafsu sadis dan motif mencari duit para dokter saja. Ta'i!
Di beberapa negara, anggota angkatan bersenjata atau korps militer tertentu diwajibkan untuk disunat. Antara lain adalah para agen rahasia Jerman Timur[sewaktu Jerman masih terbelah dua]: Stasie,diwajibkan untuk sunat,tanpa alasan yang jelas.
Diduga, komandan Stasie adalah seorang homosex fetis dan sadis yang amat menikmati pemandangan cowok sedang disunat yang tampak amat kesakitan. Para anggota Stasie disunat tanpa anastesi sama sekali, sehingga agen rahasia yang terdiri dari cowok-cowok tegap, atletis, berotot ketat itu, tampak menggelinjang,menggeliat kesakitan, tubuh-nye berkeringat,dan wajahnya menunjukkan guratan kesakitan sewaktu kulupnya digunting pelan-pelan tanpa anestesi - oleh dokter Stasie.
ANTICLIMAX
DI AMN [Akademi Militer nasional], taruna yang belum sunat,wajib untuk sunat pada saat mereka naik tingkat 2 dari Prajurit Taruna menjadi Kopral Taruna. Seperti halnya tradisi anggota Stasie, para taruna AMN ini juga harus disunat tanpa anestesi!Sehingga wajah mereka tampak amat kesakitan sewaktu kulup mereka sedang digunting, dan tubuh mereka berkilat-kilat dan bercucuran keringat menahan sakit, tampak menggelinjang - dan kelojotan!Sebagian ada yang pingsan, semaput tak sadarkan diri - karena reflex neurogenik - akibat merasa amat sangat kesakitan kesakitan! Ta'i!
[KONTOL DAN PEJUH]





















= Flash Play Button