Bermacam-macam pecut koleksi Bang Abdul
submitted June 29, 2005
Categories: In Indonesian
"Tiada hari tanpa lecutan,tiada hari tanpa siksa-an" barangkali itulah mottonya dari statusku yang pembantu alias kacung alias jongos. Tetapi seringkali statusku merosot jadi budak, lebih tepat: budak sex! Yach itulah nasib lelaki homo-sex yang doyan sado-masochist, jadi budak pun mau! Ta'i!
Bang Abdul,majikanku atau "Master"-ku sangat ter-gila-gila pada PECUT - artinya : hobby sekali mengayun pecut atau mencambuki orang - dalam hal ini[tentu saja] akulah yang jadi sasaran. Barang-kali kalau ada olah raga Ayun Pecut - Bang Abdul adalah dalah seorang penggemar beratnya
Seperti orang Palembang yang setiap hari harus makan empek-empek - demikian juga Bang Abdul. Setiap hari, dia seperti merasa ada yang kurang dalam dirinya, jika belum menghajar aku dengan cambuk alias PECUT!
Itulah sebabnya Bang Abdul selalu mencambuki bagian-bagian tubuhku secara sistematis,supaya tiap hari tetap masih ada bagian tubuhku yang utuh sehingga enak baginya untuk dihajar dengan ayunan cemeti!
Setiap kali akan dipecut, aku harus telanjang bulat dulu. Bang Abdul sendiri kalau di rumah selalu telanjang bulat tak berpenutup selembar benangpun juga. Sebetulnya aku juga diharuskan telanjang bulat, tapi karena aku harus sering ke luar apartemen dan harus berhadapan dengan orang luar, maka aku diizinkan berpakaian. Tapi hanya boleh mengenakan celana boxer saja[dengan kancut minim di bagian dalamnya], kecuali kalau aku keluar apartemen,barulah aku diizinkan oleh Bang Abdul untuk berpakaian sepantasnya.
Boleh dibilang selama aku jadi budak sex Bang Abdul, aku tidak pernah puas dan tidak pernah bosan dengan Bang Abdul. Bang Abdul itu bagaikan sambal terasi,nikmat,tapi pedas! Ada aura dalam diri Bang Abdul yang seakan mengikat atau memaku atau mematri aku pada dirinya.Bang Abdul bagai-kan Narkoba yang membikin orang ketagihan atau adiksi kalau mengkonsumsinya! Dientot, dipaksa mengisap kontol dan mengisap pejuhnya, bahkan dihajar dengan pecut oleh Bang Abdul membikin sukmaku moksa ke nirwana dari Puncak Himalaya. Ta'i!
Pemilihan Bang Abdul untuk jadi presenter topik-topik berbau seks sangat tepat,karena Bang Abdul adalah sex symbol dan dia adalah laki-laki yang paling seksi di studio Metro TV.
Bahkan sekarang gambar-gambar Bang Abdul sering ditampilkan untuk iklan acara-acara Metro TV dan dia difoto dalam berbagai gaya dan posisi yang amat menggemaskan. Dapatkah anda membayangkan jika Bang Abdul berada dalam posisi demikian, tapi dalam keadaan telanjang bulat seperti yang yang aku hadapi setiap hari di rumah? Ta'i!
Dihajar dengan pecut oleh Bang Abdul sungguh suatu ekstase [puncak kenikmatan rohani].Bayang-kan,Bang Abdul sudah telanjang bulat menggenggam sebuah cemeti [cat o'nine tail]yang besar dengan ujung lancip. Aku yang sudah bertelanjang bulat dan disuruh berdiri dengan kedua pergelangan tanganku diborgol dan tergantung dengan rantai logam ke atas, kedua kakiku disuruh mengangkang.
Kemudian aku dengar dengus bercampur suara nafas Bang Abdul yang merupakan kombinasi antara suara lelaki yang sedang bernafsu dan suara orang yang sedang mengerahkan tenaganya untuk mengayunkan pecut menghajar tubuhku.Setelah itu :JEPPRETT!, suara pecut Bang Abdul beradu keras dengan kulit di salah satu bagian tubuhku!
Bersamaan dengan itu aku menggelinjang, kaget, kesakitan! Rasa pegal, nyeri, pedih mengalir di tubuhku dari arah bagian tubuhku yang dihajar dengan pecut oleh Bang Abdul - bercampur rasa nikmat luar biasa di tubuh dan jiwaku dan kontol-ku ngaceng dan makin tegang bahkan sampai keluar mazie [pre-cum].Ta'i!
Lecutan itu terus dihajarkan ke kulit tubuhku berkali-kali. Terasa pegal,pedih, perih, nyeri, bercampur rasa nikmat, yang makin nikmat, makin keras, makin sadis, makin jantan, makin kelaki-lakian.
Tapi nafsu tidak sejalan dengan kekuatan fisik-ku.Nafsuku ingin terus menikmati lecutan-lecutan yang pedih-perih-nyeri itu, tetapi tubuhku tak kuat lagi menahan hajaran pecut yang luar biasa keras,kejam dan sadis dari lelaki jantan perkasa yang bernama : Abdul Rahman Rasyid.
Aku jatuh pingsan, semaput tak sadarkan diri - dalam keadaan tergantung pada borgol dan rantai dan bertelanjang bulat.
Tampak bilur, lebam,lecet, berdarah di sekujur tubuhku bagian belakang. Sebelum pingsan, Aku bisa melihat dari dua buah cermin besar yang ter-pasang di depan dan di belakangku di dalam kamar tidur yang merangkap kamar siksa itu.
Puting susuku bagian kiri pecah dan berdarah. Jembutku menjadi berwarna merah hitam, campuran warna jembut dan darah. Bang Abdul teramat suka sekali [hobby]menghajar puting susuku dan bagian kulit perut yang ditumbuhi jembut dengan ayunan ujung pecutnya sampai berdarah-darah! Ah, indah, indah, nikmat,ekstase,ekstase dan jantan sekali. Ta'i!
Aku akan dibiarkan Bang Abdul pingsan dalam keadaan tergantung dan bertelanjang bulat begitu sampai aku siuman.
Kalau aku sudah siuman maka Bang Abdul akan melepaskan aku dari gantungan rantai itu. Lalu aku akan dipaksa ngeloco sampai pejuhku muncrat berceceran di lantai kamar tidur yang merangkap kamar siksa itu. Kemudian aku masih dipaksa lagi menjilati [dengan lidahku] pejuhku sendiri yang berceceran di lantai kamar itu sampai bersih!
Belum puas memperlakukan aku seperti itu. Bang Abdul masih ingin "menolong" aku mengobati luka-luka di tubuhku akibat cambukannya. Luka-lukaku akan diolesi dengan alkohol atau yodium tinctur. Aku kelojotan karena kesakitan dan kepedihan!
Terkadang rasa perih luka dioles yodium tinctur terasa 100 kali lebih perih dibandingkan dengan saat tubuhku dicambuk dengan ayunan pecut yang teramat sangat keras dengan sekuat tenaga Bang Abdul Rahman Rasyid yang tampan,jantan dan bool-nya masih perawan itu! Ta'i!
Kalau aku kelojotan waktu luka-lukaku dioles dengan yodium tinctur oleh Bang Abdul, maka Bang Abdul akan membentak: "DIAM!".Tapi karena luka hasil pecutan terasa teramat sangat PEDIH jika dioles yodium tinctur - aku tidak bisa menahan reflex gelinjang, geliat atau kelojotan tubuhku!
Kalau sudah begitu, Bang Abdul mengancam aku akan menyundut tubuhku dengan rokok menyala dan itu PASTI DILAKUKANNYA! Maka setelah selesai mengolesi semua luka pecutan di tubuhku dengan yodium tinctur,Bang Abdul akan melanjutkan tugas-nya menyiksa aku dengan sundutan-sundutan rokok menyala!Maka tubuhku akan dihiasi lepuh-lepuh dan luka bakar yang dijamin akan lama sembuhnya! Ta'i!
Bang Abdul punya koleksi puluhan pecut alias cambuk alias cemeti alias whip. Setiap kali Bang Abdul ke luar negeri atau ke luar kota, pulang-nya pasti membawa "oleh-oleh" pecut. Ada yang dari kulit, dari tali, dari karet, dari plastik, bermacam-macam ukuran. Ada yang dirancang untuk mencambuk/ menghalau binatang [kuda, sapi] di pertanian.Ada yang di-disain untuk permainan sex sadis.Ada yang berbentuk cambuk biasa[cat o'nine tail], ada juga yang berujung ganda [multiple]yang biasa dipakai untuk menghajar pesakitan [nara pidana] di zaman pertengahan di Eropa.
Bang Abdul hanya suka menggunakan "cat o'nine tail". Jadi, aku belum pernah "menikmati" atau merasakan dicambuk Bang Abdul dengan pecut yang berujung ganda!
Bang Abdul juga punya "birch" yaitu suatu alat pemukul untuk menghukum kelasi di kapal-kapal Inggris pada tahun 1930 - 1960 yang terbuat dari dahan-dahan berduri!
Setiap ada tambahan koleksi pecut yang baru aku harus "menikmatinya", meskipun [seperti biasa] aku tidak punya kesalahan apa-apa pada Bang Abdul.Hanya karena Bang Abdul ingin melampiaskan nafsu sadisnya!Tapi aku anggap itu sah-sah saja -itulah gunanya budak [that is a slave for]. Apa gunanya punya budak, kalau tidak boleh disiksa? Ta'i!
Itulah kisahku!Kisah jadi kacung merangkap budak Bang Abdul. Tak pernah terbayangkan olehku bahwa aku akan jadi kacung jadi kacung hanya digaji Rp 500.000,- sebulan, mengerjakan macam-macam, juga sekalian dihajar dan dijadikan pemuas nafsu sex.
Jadi,apa gunanya aku belajar 12 tahun di SD,SMP, SMU : matematika,biologi, sosial,entah apa lagi! Kalau akhirnya aku hanya jadi kacung, merangkap budak?
Tapi, itu lah hidup. Itulah hidupku yang indah, indah sekali!Hidup bersama dengan Bang Abdul - yach, Bang Abdul Rahman Raysid [Metro TV].
[Sebagai kalimat penutup,coba bayangkanl betapa indahnya jembut dan bulu ketek Bang Abdul yang hitam pekat itu!]






















= Flash Play Button