Menonthenet.com Gay Erotic Stories. Last updated Oct 24, 2014 - Home of 20308 erotic stories

Your Cookies are not enabled. You will not be able to register or login to your profile.

Persahabatan yang tumbuh ketika praktek kerja lapangan.

By Julio Fernandez

submitted April 1, 2010

Categories: In Indonesian

Text Size:

TANAH-TANAH PERTANIAN YANG HABIS DIJUAL

Evan[Evander] terpaksa harus DO [drop out] karena orang-tuanya miskin, tidak ada biaya. Padahal Evan sudah kelas-2 high-school [SMU ?] dan di sekolahnya Evan termasuk anak yang cerdas dan pandai. Meskipun Evan sangat kecewa, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa,selain pasrah. Boleh jadi, secara diam-diam Evan sempat juga menangis atau sempat menangisi nasibnya.Tapi dengan menangis,tak ada yang akan berubah. Tetap saja orang-tuanya tidak punya biaya dan tetap saja Evan tak bisa sekolah.

Orang-tua Evan buruh tani dan sejak beberapa tahun sebelum Evan harus DO, memang berhektar-hektar tanah pertanian di desanya sudah diborong oleh orang-kota. Sehingga para buruh tani di desa itu dan desa-desa sekitarnya harus kehilangan mata-pencarian mereka.Kejadian semacam ini bukanlah yang pertama kalinya.Sudah pernah terjadi sebelumnya di daerah lain.Tapi tak pernah ada langkah apapun juga dari pemerintah yang bersangkutan, untuk mencegah munculnya kejadian seperti ini,baik dari Pemerintah Pusat [Central Government] apalagi dari Pemerintah Daerah[Local Government] yang para pejabatnya hanya sibuk mengurusi kantong sendiri dan kantong keluarga serta kerabatnya saja.

Demikianlah,kemiskinan menjadi lingkaran-setan[vicious circle - circulus vitiosus] yang seperti tidak pernah akan berakhir, diturunkan dari generasi ke generasi. Ayah dan Ibu Evan sempat tamat primary-school atau elementary-school [SD ?]. Tapi pendidikan yang rendah seperti itu agaknya tak cukup buat merubah nasib keluarga mereka. Untunglah mereka hanya punya seorang anak saja, sehingga beban ekonomi mereka tidak seberat jika mereka punya anak beberapa orang,

Sebelumnya, ada episode dalam kehidupan mereka dimana mereka bisa hidup cukup. Karena mereka sempat mengerjakan tanah seorang kaya yang baik hati. Orang kaya itu memberi modal untuk membeli rumah dan dagang kecil-kecilan. Tapi meskipun akhirnya rumah sempat terbeli,agaknya waktu tidak cukup untuk mengangkat ekonomi keluarga mereka.Sebab,si orang-kaya tiba-tiba meninggal dan hartanya dibagi di antara ahli-warisnya. Tanah-pertanian yang biasanya dikerjakan orang-tua Evan dengan bagi-hasil,tidak bisa lagi diolah karena sudah dijual para ahli waris dan hanya dijadikan lahan-tidur oleh pemiliknya yang baru. Rencana dagang kecil-kecilan juga batal dilaksanakan karena penyandang-dana untuk modal mereka meninggal dunia.Di awal episode itu Evan lahir dan ayahnya memberinya nama Evander, mengambil nama Evander Holyfield, nama petinju Amerika yang pernah terkenal pada masa itu. Ketika Evan naik ke kelas-2 SMU si orang-kaya pemilik tanah itu meninggal dunia akibat serangan-jantung. Kalau saja si pemilik-tanah itu tinggal di kota besar mungkin nyawanya bisa tertolong Tapi di desa tidak ada sarana kesehatan yang bisa mengatasi serangan jantung mendadak seperti itu.

Walaupun berasal dari desa dan dari keluarga miskin tapi Evan adalah seorang pemuda yang tampan. Meskipun ayah-ibu Evan penampilannya biasa-biasa saja - tapi Evan istimewa ! Mungkin Evan mewarisi ketampanan dari para nenek-moyang atau leluhurnya. Evan lahir di rumah, ditolong dukun, jadi tidak mungkin jika Evan adalah bayi yang tertukar.

Sejak di SLTP Evan sudah rajin menjaga fisiknya.Evan belajar dari seorang guru olah-raganya di SLTP yang menanamkan tentang pentingnya latihan fisik untuk menjaga kesehatan, kebugaran dan penampilan.Oleh karena itu,selain tampan, tubuh Evan juga bagus : atletis, ketat dan lumayan berotot! Seandainya saja ada pencari-bakat sinetron atau bakat artis yang sempat ketemu Evan,mungkin akan mengambil Evan untuk dibina menjadi aktor terkenal. Tapi rupanya tidak seperti itu yang terjadi pada Evan !

PRAKTEK KERJA LAPANGAN (FIELD WORK)

Untungnya [atau sialnya?] kejadian itu bersamaan dengan masuknya sekelompok mahasiswa untuk melaksanakan kegiatan yang disebut praktek kerja lapangan atau field work.Seperti lazimnya pada masa-sialan itu maka para mahasiswa itu melakukan praktek lapangan dari bidang studi yang mereka tekuni di fakultas masing-masing dan penduduk desa diajak bekerjasama dengan mereka. Entah para mahasiswa itu dari jurusan apa saja.Ada di antaranya yang mengerjakan "proyek-proyek" di desa.Antara lain membuat batas-desa, jembatan di selokan, menggali parit-parit, membuat dinding sumur, dan mengaspal jalan-desa.Biaya untuk itu dikumpulkan dengan gotong-royong dan di antara mahasiswa itu juga ada yang membawa bahan bangunan dan uang.Di samping membangun sarana umum, ada juga mahasiswa yang mengumpulkan data [survei] sosial-ekonomi, bahasa, budaya, kesehatan dan pendidikan di kalangan penduduk.

Proyek-proyek itu dikerjakan bersama oleh penduduk desa,aparat desa dan para mahasiswa. Penduduk desa itu sudah mahfum bahwa sebagai orang-kota maka para mahasiswa itu banyak yang tidak bisa atau tidak biasa kerja kasar.Seperti mencangkul atau mengaduk semen. Di samping mereka tampak canggung, para mahasiswa itu juga cepat lelah. Tenaganya tidak sekuat orang desa. Meskipun ada juga di antara para mahasiswa yang tubuhnya cukup kuat dan mampu kerja keras dan kerja kasar.Mahasiswa yang kuat-kuat tubuhnya adalah mereka yang jadi anggota klub pencinta alam atau klub bela diri seperti : karate, kempo, yudo. dan binaraga. Ternyata di kampus mereka juga ada klub binaraga atau body building, sesuatu yang jarang dijumpai di kampus-kampus.

Para mahasiswa yang jadi anggota klub bela diri dan binaraga itu suka bekerja atau berkeliaran sambil bertelanjang-dada,sehingga tubuh-indah mereka yang ketat-berotot itu tampak nyata dan bermakna.Tanpa ragu, sekali-sekali mereka mengangkat tangannya ke atas untuk melakukan sesuatu,sehingga bulu-ketek mereka yang lebat dapat dilihat dengan jelas,tumbuh di dataran ketiaknya.Otot-lengan [biseps] mereka umumnya tampak besar, kekar, dan berotot. Terkesan jantan, kelaki-lakian dan amat menggoda! Ada kesan bahwa mereka lebih suka bertelanjang-dada.Mungkin karena mereka merasa lebih santai tanpa baju dan merasa tidak panas [tidak gerah] bekerja kasar dengan bertelanjang dada saja. Atau boleh-jadi mereka ingin memamerkan tubuh indah mereka dan juga bulu-ketek mereka yang lebat.

Ada sebagian laki-laki yang menganggap bulu-ketek mereka sebagai tanda-bukti kelaki-lakian.Pemuda-pemuda Filipina bangga dengan bulu-keteknya dan dalam buku-kenangan [memories] perguruan tinggi atau sekolah menengah atas [high-school] Filipina banyak alumni lelaki yang tampil dalam foto kenangan telanjang-dada dan tangan mereka sengaja diangkat ke atas untuk memamerkan bulu-keteknya. Persis seperti pose-favorit atau gaya-favorit foto lelaki homo di situs-situs homo-cabul internet ! Ta'i !

Mahasiswa yang suka telanjang-dada itu banyak yang otot tubuhnya sudah "jadi" dan otot-tubuhnya tampak amat ketat - sehingga puting-susu mereka terkesan tegang-melenting.Sebagian dari mereka tampak sekali-sekali meraba-raba atau mengelus-elus puting-susu mereka kiri dan kanan dengan ujung jemari mereka. Mungkin karena mereka merasa puting-susunya ketat, sehingga rasanya perlu diraba-raba.Atau boleh jadi mereka juga sedang mencari-cari atau merasakan kenikmatan surgawi yang ada di kedua puting-susu mereka itu ! Ta'i ! Jika para mahasiswa muda-remaja yang rata-rata berusia 20-an tahun itu sedang bekerja kasar,maka tampak tubuh mereka jadi berkilat-kilat oleh keringat yang membanjir.

Untunglah rombongan itu hanya terdiri dari mahasiwa [laki-laki] saya sehingga mereka tidak perlu merasa risih bertelanjang dada di hadapan teman yang lawan jenisnya. Meskipun, bisa jadi ada juga mahasiswa lelaki yang homosex di antara mereka dan mahasiswa homo ini tentu menikmati pemandangan yang lumayan merangsang dan membangkitkan gairah untuk onani [coli] pada malam harinya. Sedangkan bagi penduduk desa itu, lelaki berkeliaran bertelanjang-dada adalah hal biasa. Sebagian lelaki di desa itu juga ada yang suka telanjang dada saja di rumah atau waktu mereka sedang bekerja di kebun atau di ladang. Buat mereka adanya sekelompok mahasiswa yang berkeliaran telanjang-dada di desa mereka bukanlah sesuatu yang istimewa: Not a big deal !

BANG LUKAS.

Di antara anggota rombongan mahasiswa yang datang kerja lapangan di desa Evan ada seorang lelaki yang berwajah tampan dan berkulit putih bersih. Para mahasiswa sering bertanya atau minta pendapat laki-laki itu dan dia dipanggil dengan panggilan Mas Lukas atau Bang Lukas. Bisa jadi dia adalah pimpinan atau ketua kelompok mahasiswa itu atau mungkin dosen atau asisten dosen.

Bang Lukas selalu ikut bekerja membantu pelaksanaan proyek-proyek sialan itu dan dia juga termasuk yang suka bertelanjang dada.Tubuh Bang Lukas memang indah - atletis,ketat, berotot. Otot-dadanya amat menonjol ke depan dihiasi oleh sepasang puting-susu yang tegang-melenting. Lengannya [biseps], besar,kekar dan berotot,indah sekali. Pinggangnya ramping dan perutnya rata, tetapi dihiasi tonjolan otot-otot yang membentuk six-packs. Jika Bang Lukas oleh sesuatu hal mengangkat tangannya ke atas [untuk melakukan sesuatu],maka tampaklah bulu -keteknya yang lumayan lebat,tapi enak dilihat dan cukup merangsang! Mungkin pola perumbuhan bulu-ketek Bang Lukas mirip dengan pola pertumbuhan bulu-ketek Henky Setiawan - salah seorang pesinetron yang ganteng dan sexy yang sering muncul di siaran TV Swasta. Bulu ketek Bang Lukas yang berwarna hitam itu terjepit di bawah lengannya yang kekar dan putih bersih.Bulu-keteknya yang hitam itu kontras sekali dengan lengannya yang putih bersih ! Ta'i !

Bang Lukas selalu mengenakan celana blue-jeans bertelanjang-dada.Terkadang dia bekerja di proyek-proyek sialan itu tanpa alas-kaki. Bagian-bawah celananya kiri-kanan digulung sehingga bulu-kakinya yang indah dan hitam itu jadi kelihatan dan Bang Lukas terkesan makin jantan dan sexy saja!

Para mahasiswa sialan itu menginap di rumah-rumah penduduk.Kebetulan,meski orang-tua Evan miskin tapi rumahnya agak baik dan bersih. Maklumlah rumah-baru, walaupun hanya rumah desa.Karena itulah Bang Lukas menginap di rumah orang-tua Evan. Seperti umumnya rumah-rumah di desa itu,rumah orang-tua Evan juga hanya terdiri dari 3 bagian, yaitu : bagian depan, bagian tengah, dan bagian belakang yang merangkap dapur. Kamar mandi dan WC ada di luar dan letaknya terpisah dari rumah yang setengah-tembok dan setengah-papan itu. Pada malam hari Bang Lukas tidur bareng Evan di ruangan depan di atas balai-balai bambu yang hanya dialas tikar.Ada dua bantal unuk alas kepala.Balai-balai bambu itu biasa digunakan untuk duduk-duduk keluarga,Evan bahkan juga untuk duduk-makan dan menerima tamu. Kedua orang-tua Evan tidur di kamar tengah.

Sebagian penduduk desa mandi di pancuran, karena mereka tidak punya sumur. Air melimpah di desa itu, bersih dan berkualitas. Ada beberapa pancuran yang sering dipakai penduduk buat keperluan sehari-hari.Salah satu pancuran, agak terpencil lokasinya,sebab itu jarang dikunjungi penduduk.Agar tidak mengganggu aktifitas penduduk desa itu, maka Bang Lukas menganjurkan agar rombongan mahasiswa yang dipimpinnya itu memanfaatkan pancuran yang terpencil, meski letaknya sedikit lebih jauh. Kata Bang Lukas kepada para mahasiswa :

"Tidak apa-apa. Sedikit agak jauh. Sekalian olah-raga. Supaya kita bisa lebih leluasa". Tak jelas, apa yang dimaksud dengan kata-kata Bang Lukas :"Supaya kita bisa lebih leluasa".

Maka selama dua-bulan kerja-lapangan di desa itu para mahasiswa dan Bang Lukas datang ke pancuran itu dua kali sehari. Pagi-pagi sebelum mulai kegiatan, sekitar pukul 06:00 dan sore hari sekitar pukul 17:00. Mereka biasa berangkat bareng atau berkelompok sambil bercanda. Umumnya mereka berangkat ke pancuran bertelanjang-dada. Rata-rata mengenakan celana-pendek.Tetapi ada juga yang hanya bersarung-handuk. Walaupun di bawah handuknya mereka mungkin mengenakan kancut juga ! Ta'i !

Pada awal kerja lapangan , para mahasasiwa memasang dua buah WC [latrine slab] sekitar 10 meter dari pancuran. Mereka mendemonstrasikan kepada para penduduk desa itu bagaimana membuat latrine slab, memasang leher angsa dan membuat atau menggali septik tank. Kedua WC yang dijadikan sebagai peraga itu kemudian dimanfatkan oleh para mahasiswa selama mereka tinggal di desa, Kedua WC dipasang bersebelahan itu tidak dibuatkan atap atau tembok tetapi berada di balik semak-semak.

Karena tidak ada penduduk desa yang mandi di pancuran itu maka Bang Lukas dan para mahasiwanya tidak ragu untuk mandi telanjang-bulat saja. Mereka pun bergantian berak di WC bekas alat-peraga, juga bertelanjang bulat!Agar mereka dapat cebok, mereka membeli dua buah ember dan gayung plastik. Yang akan berak,berjalan ke WC membawa ember yang sudah diiisi air dan gayung supaya setelah berak mereka dapat cebok.

Sebagai orang-kota mereka sudah "cukup maju" dan menganggap tak masalah untuk telanjang-bulat di depan sesama laki-laki.Mereka mandi sambil bercanda, saling siram-siraman air atau pun membandingkan ukuran kontol dan biji-peler mereka atau mempersoalkan jembut atau bulu-ketek di antara mereka. Rupanya kebersamaan mereka selama kerja-lapangan di desa itu makin meng-erat-kan pertemanan mereka. Karena mereka semua sesama laki-laki, mereka juga tidak risih untuk membicarakan masalah sex, termasuk onani [coli, masturbasi].

Bahkan lama-kelamaan mereka pun tidak ragu untuk menyingkir ke balik semak-semak untuk sekedar onani melepaskan syahwat mereka yang sudah naik ke otak. Dengan demikian, setelah onani mereka dapat langsung mandi-junub di pancuran itu.Tak jarang ada mahasiswa yang baru selesai onani dan kontolnya tampak masih tegang dengan kepala kontol [glans penis] yang merah-membara dan berkilat karena pejuhnya baru-saja dimuncratkan dengan teramat nikmat dari lobang -kencingnya. Sekali-sekali ada mahasiswa - yang berteman dekat - yang ngeloco bareng, dua atau tiga orang, di balik semak.

Beberapa mahasiswa yang PD [Percaya Diri] dengan tenang,tanpa ragu, ngeloco di hadapan teman-temannya dan di hadapan Bang Lukas - tanpa membalikkan tubuhnya, melainkan mereka menghadapkan tubuhnya frontal, ke arah mereka yang ada di pancuran itu.Sehingga semua yang hadir disitu dapat melihat proses perlocoannya : pengocokan kontol sampai dengan saat tergelinjang-kejangnya tubuh mahasiswa itu sewaktu akan mencapai saat puncak syahwat dan pejuhnya dimunratkan keluar : CROOOOOOT! CROOOOOOOT! CROOOOOOT! Melihat temannya mencapai puncak syahwat seperti itu,sebagian mahasiswa lainnya jadi terangsang ingin ngeloco juga.Tapi karena mereka tidak cukup PD,maka mereka pun terpaksa pergi ke balik semak-semak untuk onani !

Mahasiswa yang disiplin dengan latihan fisik rutin mereka, tidak ragu untuk push up dan sit up ratusan kali dalam keadaan telanjang-bulat di rerumputan sekitar pancuran itu. Setelah selesai push up dan sit up telanjang-bulat begitu biasanya kontol mereka juga jadi tegang [ngaceng],tapi tampaknya mereka tidak merasa perlu untuk malu!Karena mereka laki-laki dan yang ada disitu lelaki semua! Bang Lukas termasuk anggota rombongan yang juga rajin push dan sit up ratusan kali sebelum mandi pagi dan sore tentu saja bertelanjang-bulat!Selesai praktek kerja lapangan ada salah seorang mahasiswa yang menceritakan pada temannya, katanya :

"Wah, waktu kerja-lapangan suasananya cowok banget !". .

PERTEMANAN DENGAN EVAN

Waktu rombongan mahasiswa itu masuk desa, Evan baru saja DO. Evan harus keluar dari sekolah, karena sudah enam-bulan tidak bayar uang sekolah.Secara teoritis seakan-akan Evan masih bisa sekolah - jika orang-tuanya mau mencari pinjaman uang.Tapi pada kenyataannya tidak seperti itu !Keluarga Evan sangat miskin. Berhutang hanya akan membuat mereka makin terpuruk, Selain itu,tidak ada orang yang mau meminjamkan uang pada buruh-tani [petani penggarap] miskin seperti mereka. Menjual rumah mereka juga bukan perbuatan bijak dan akan membuat mereka makin sengsara ! Di samping itu Evan harus membantu orang-tuanya untuk bertahan hidup.Ketiganya: ayahnya, ibunya dan Evan harus bekerja untuk mencari uang.

Sebetulnya, kedatangan rombongan mahasiswa itu meringankan beban keluarga Evan. Bang Lukas memberikan sejumlah uang kepada keluarga Evan. Ibu Evan juga mebantu memasak untuk sebagian rombongan mahasiswa itu - untuk makan tiga kali sehari.Jadi,paling tidak selama dua bulan itu keluarga Evan bisa makan cukup.

Hubungan pertemanan Bang Lukas dengan Evan juga makin erat. Keduanya punya banyak persamaan, meskipun beda umur mereka terpaut jauh.Evan umur jalan enam-belas tahun dan usia Bang Lukas hampir 30 tahun. Tidur bareng di atas balai-balai tiap malam dalam keadaan gelap-gulita juga makin mendekatkan kedua lelaki dewasa itu. Waktu tidur malam,Bang Lukas selalu menggenggam tangan Evan. Mula-mula Evan menganggap hal itu hanya "persahabatan-biasa saja".Tapi di malam-malam berikutnya Bang Lukas mulai suka memeluk lengan Evan yang kekar itu dan sekali-sekali Bang Lukas menciumi lengan dan jemari Evan dengan mesra !

Seminggu setelah mereka tidur bareng, Bang Lukas mulai melumat bibir Evan yang merah-merona ranum dan amat kelaki-lakian itu.Sebelum tidur, Evan selalu gosok gigi dan ..katanya ...Bang Lukas suka dengan bau harum pasta gigi Evan. Evan membiarkan saja perbuatan Bang Lukas itu. Mungkin karena Bang Lukas dianggap tamu.Bisa juga karena Bang Lukas sering memberinya uang.Akibatnya Evan jadi permissive !

Berikutnya, Bang Lukas sering memasukkan tangannya ke dalam kancut Evan dan memain-mainkan kontol Evan sampai kontol Evan jadi mengeras,ngaceng ! Evan selalu mandi bersama para mahasiswa dan Bang Lukas [telanjang-bulat] di pancuran yang terpencil itu.Karena itu Bang Evan sudah tahu bahwa kontol Evan berukuran besar - lebih besar dari ukuran kontol rata-rata lelaki kebanyakan dan kontol Evan disunat ketat [high and tight].

Suatu malam akibat kontol Evan dirangsang agak intens oleh Bang Lukas maka keterusan - sehingga pejuh Evan muncrat keluar - perlahan tapi pasti : CROOT! CROOT.. .CROOT ,..CROOT! Ketika itu Bang Lukas dapat merasakan denyutan di kontol Evan - saat kontol itu memancarkan pejuh-perdananya akibat diloco ! Bang Lukas dengan sengaja menampung muncratan pejuh Evan yang hangat itu dengan tangannya.Lalu,dengan diam-diam Bang Lukas menarik tangannya dan menjilati ceceran pejuh Evan yang ada telapak tangan, dengan lidahnya!Tentu saja Evan tidak tahu apa yang diperbuat Bang Lukas, karena kamar itu gelap gulita, Di rumah petani miskin itu belum ada aliran listrik dan lampu-minyak tanah yang biasa dipakai untuk penerang di rumah itu sudah dipadamkan untuk penghematan.Evan memang sudah beberapa kali mimpi basah tapi baru pertama kali itu dia merasakan kontolnya diloco. Evan memang belum pernah ngeloco ! Maklum umurnya baru enam-belas tahun.Evan memang masih dalam tahap awal "spermy youth" [masa remaja yang penuh pancaran pejuh].

Demikianlah, makin lama perbuatan Bang Lukas makin jauh ! Kontol Evan bukan hanya sering diloco Bang Lukas,pada malam hari waktu mereka tidur bareng,tapi sempat juga diisapnya [blow -job] ! Tentu saja sampai pejuh Evan muncrat tidak tertahankan :.. CROOOOOOOT..CROOOOOOOOOT! ..CROOOOOOOT! Evan amat menikmati diloco oelh Bnag Lukas seperti itu. Oleh karena itu pada malam-malam berikutnya,jika Bang Lukas mengobok kontolnya dia membiarkannya saja!

Diam-diam Bang Lukas sempat memperhatikan bahwa ternyata Evan mampu mengeluarkan pejuhnya tiap hari - bahkan lebih dari sekali dalam sehari. Suatu kali Bang Lukas juga sempat hampir menyodomi lobang-pantat [bo'ol] Evan.Tapi sebagai seorang dosen yang tahu psikologi dan andragogi [cara mendidik orang dewasa ], maka Bang Lukas tidak mau membuat Evan mengalami trauma karena merasakan sakitnya waktu silit [bool,lobang pantat] dirojok kontol!Oleh karena itu Bang Lukas hanya sekedar menggesek-gesekkan kontolnya di belahan pantat Evan sampai pejuh Bang Lukas keluar: CRROOOOT ! CRROOOT! CROOOOT! Agh !Nikmat juga ! Demikian, pikir Bang Lukas.

EPILOG

Akibat percabulan yang diperbuatnya setiap malam terhadap Evan, sang remaja tampan itu, agaknya Bang Lukas merasa tidak mungkin lagi berpisah dengan Evan. Maka seminggu sebelum praktek kerja lapangan itu berakhir, Bang Lukas minta Evan untuk pindah ke kota dan tinggal di rumah Bang Lukas, Bang Lukas akan membiayai sekolah Evan sampai tamat perguruan tinggi. Bukan itu saja, Bang Lukas juga akan memberi modal untuk berdagang kepada orang-tua Evan agar dapat melanjutkan rencana mereka - yang sempat terhambat - untuk mulai berdagang kecil-kecilan.

Demikianlah, agaknya kisah tentang EVan akan berakhr dengan happy ending. Apakah nanti ketika Evan tinggal di rumah Bang Lukas, setiap malam dia akan digauli, dicabuli, diloco, diisap kontolnya dan digosok belahan silitnya dengan kontol Bang Lukas ? Kita lihat saja nanti ! Let us wait and see ! Tentu saja kita berharap semua yang terbaik untuk Evan, orang-tua Evan dan tentu juga ....... untuk Bang Lukas sendiri, sang dosen ganteng dan atletis yang homosex itu !

Apakah Evan seorang lelaki straight, homosex atau bi-sex?Tidak jelas!Yang pasti Evan merasa lega[relieve] persoalan ekonomi keluarganya sudah diatasi dan dia bisa sekolah lagi. Meskipun Evan harus pindah sekolah ke kota dan dia harus menyesuaikan diri dengan pelajaran maupun pergaulan pola kota-besar. Demi masa depannya dia serahkan tubuh, kontol, dan silitnya untuk dinikmati Bang Lukas sepuas-puas nafsunya. Sekali-sekali, Bang Lukas juga minta Evan untuk menyedot kontolnya dan Evan lama-lama sudah terbiasa mengisap kontol Bang Lukas. Untunglah Bang Lukas bukan lelaki homosex sadis. Jadi,Evan tidak perlu merasakan lecutan-cemeti, tamparan, pukulan,sengatan listik atau pun tempelan besi-panas membara atau sundutan rokok menyala. Pola sunat kontol Evan juga sudah high and tight.Jadi,tak ada kulupnya yang tersisa sedikit pun. Semuanya sudah dikudung [dipotong] habis waktu dia sunat pada usia balita. Kebetulan waktu itu ada acara sunatan masal di desanya dan Evan disunat oleh dokter muda - mahasiswa kedokteran yang sedang praktek kerja lapangan dengan pola high and tight. Jadi tak ada alasan bagi Bang Lukas untuk menyunat ulang Evan secara militer [yang nyerinya luar biasa karena dilakukan tanpa anestesi itu] !

Agaknya sudah jadi nasib Evan hidupnya terkait dengan praktek kerja lapangan. Pada usia balita kulupnya disunat oleh mahasiswa waktu praktek kerja lapangan dan ketika dia remaja kontolnya dinikmati ketua rombongan mahasiswa yang melakukan praktek kerja lapangan di desa asalnya ! Agh ! Tai !

[JULIO FERNANDEZ]



Displaying Page 2 - Records 31 to 52

More stories From Julio Fernandez

KARYAWAN HOTEL BINTANG-5Meski punya ijazah S-1,Valery atau Ery sukar mendapat pekerjaan yang cocok dengan ijazahnya. Oleh karena itu, ketika dia diterima bekerja di sebuah hotel berbintang - Ery memutuskan untuk menerima pekerjaan itu. Di hotel bintang-5 itu, pekerjaan Ery praktis selevel dengan room boy.Tapi Ery tidak kecil hati. Dia bersyukur sudah dapat pekerjaan. Masih banyak... read more

BERITA MEDIASejak terjadi demokratisasi dan keterbukaan di suatu negara [yang tak perlu aku sebut namanya], maka kebebasan pers merajalela.Bukan kebenaran yang jadi berita melainkan kebohongan, gosip, dan rumor [ dasar media ta'i !!!].Paradigma atau konsep yang dianut para pemred [pemimpin redaksi] adalah... read more

DARRIOTemanku Darrio[Cedarrio] adalah mahasiswa kedokteran.Entah dia sudah dudukdi semester berapa. Umurku jauh lebih tua dari Darrio, tetapi kami seperti teman seumur.Tidak jelas apakah aku yang berjiwa muda atau Darrio yang berjiwa tua.Sebab, umurku sudah hampir 30 tahun, sedangkan umur Darrio belum 20 tahun. Kami sering jogging bareng di jogging track di sekitar apartemenku.Darrio... read more

JUBILEUMNamanya Yubi. Sebetulnya namanya... read more

GUDANGPerusahaan tempatku kerja punya gudang yang letaknya agak jauh dari kantor kami. Oleh karena itu harus ada tim yang khusus bertanggung-jawab mengelolaatau mengurus gudang.Pengelola gudang itu adalah Melki [Melkisedek].Menurutsalah seorang temanku di kantor,nama Melkisedek adalah nama yang ada dalamAl Kitab [Injil,Bible] yang ditulis Melkhisedek atau Melchisedec.Mungkin masalah... read more

HIS ROYAL HIGHNESS PRINCE AKHMEDYang Mulia pangeran Akhmad Al-Malik As-Syrarif adalah anggota keluarga atau dinasti yang berkuasa di suatu negara di Timur Tengah [Middle East].Orang yangsemacam itu biasa disebut sebagai... read more

PERSAHABATANPertemanan atau persahabatan antara Damian dan Damsyik adalah suatu yangunik. Sebab, Damian berdarah Cina [Tionghoa], sedangkan Damsyik berdarah Arab-Melayu. Keduanya bersahabat sejak di sekolah dasar sampai perguruan tinggi.Oleh karena itu,ketika mereka akan memulai usaha, mereka sepakat untuk berkongsi. Dengan maksud, agar tersedia modal yang cukup untuk membukausaha.... read more

AJUDAN PEJABATBang Elka adalah ajudan seorang pejabat penting. Seperti lazimnya ajudan para pejabat, Bang Elka juga berwajah tampan, bertubuh atletis, ramah, simpatik dan cekatan.Aku berkenalan dengan Bang Elka ketika ada kunjungan pejabat ke sekolahku.Waktu itu aku kelas-3 SMU/SMA dan aku jadi salah seorang anggota penyambutan rombongan pejabat sialan itu. Tak heran,jika ketika itu aku... read more

SYAILENDRASyailendra adalah butler [pelayan?] pesanggerahan atau villa yang letaknya di tengah suatu perkebunan teh. Di era penjajahan,villa itu adalah rumah pimpinan perkebunan teh itu.Tetapi dengan perubahan zaman, maka para pengelola atau manajer perkebunan itu sudah jarang ada yang mau tinggal di tempat terpencil seperti perkebunan.Supaya tidak waste [tersia-sia] maka manajemen... read more

FIRHANFirhan [bukan Farhan] adalah teman sepupuku. Kalau sepupuku berkunjung ke apartemenku,Firhan kadang-kadang ikut.Sekali-sekali Firhan juga datang sendiri untuk ngobrol.Banyak juga cerita Firhan, tidak jarang ceritanya bersifat pribadi yang seharusnya disimpan untuk diriya sendiri. Tapi mungkin Firhan perlu teman curhat. Sebagai orang yang lebih tua, aku bersikap tut wuri handayani... read more



KULI-KULIBerbeda dengan di masa lalu, maka kuli-kuli atau pekerja bangunan di masa kini banyak yang punya pendidikan lumayan.Ada yang tamat Sekolah Dasar,ada jugayang tamat Sekolah Lanjutan Pertama,Sekolah Menengah Atas,bahkan ada jugayang tamatan perguruan tinggi walaupun seringkali hanya DO [Drop Out].Wendy bekerja di suatu kontraktor bangunan yang terkenal dan perusahaan itu... read more

MOZESMozes adalah... read more

JACINTHO GUZMANKadang-kadang aku tidak mengerti mengapa orang seperti Jacintho Guzman bisajadi dokter dan bisa diterima jadi dokter militer. Aku bukan mempertanyakan soalkepandaian atau kecerdasannya.Sebab Guzman memang pintar dan selalu juarakelas sejak masih di sekolah dasar.Tapi aku mempertanyakan masalah mental atau kepribadiannya [personality].Guzman temanku di sekolah dasar... read more

BANG ALDYDinar sering sekali bercerita tentang Bang Aldy. Katanya orang yang dipanggil Bang Aldy itu bekerja sebagai reporter suatu Stasiun TV.Terkadang aku kasihan pada Dinar. Dia bercerita tentang sesuatu yang seharusnya dirahasiakannya ! Sebab,cerita-ceritanya tentang Bang Aldy itu nyata-nyata menunjukkan minatnya pada sesama jenis.Untunglah Dinar hanya bercerita kepadaku, orang yang... read more

ENRIKOEnriko bekerja di suatu perusahaan otomotif di negaranya.Perusahaan itu adalahperusahaan multi nasional yang besar. Nama Enriko mungkin diambil dari nama Italia atau Spanyol yang biasa ditulis... read more

HUKUM BESI Sudah lama aku naksir Rudy,tetapi aku belum punya kesempatan mencabulinya. Padahal sudah jadi... read more

APARTEMENRumah susun dan apartemen sama artinya, tapi seringkali sumah susun [rusun] punya konotasi rusun BTN atau Perumnas yang di sewa-belikan pada golongan sosial-ekonomi lemah.Sedangkan apartemen punya konotasi,bagus,mewah dan mahal dan dibangun oleh perusahaan real estate.Banyak apartemen mahal yang tidak laku atau sedikit sekali tingkat huniannya. Ada juga apartemen yang... read more

POMPA BENSINBentuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum [SPBU] yang lazimnya dikenal sebagai pompa bensin sudah banyak berubah. Kemungkinan standarnya yang berubah, karena ketika cerita ini ditulis umumnya SPBU memanfaatkan lahan yang luas dan menyediakan fasilitas restoran atau toko barang pernak pernik.Di samping itu beberapa pompa bensin juga mulai selektif memilih petugasnya.Ada yang... read more

ERROL FLYNNKata orang-orang tua,dulu di tahun 1950-an ada bintang film Amerika yang nama-nya Errol Flynn. Mungkin dari nama bintang film itulah nama Bang Errol diambil. Nama panjang Bang Errol hampir sama dengan bintang film sialan itu.Hanya saja nama Bang Errol ditulis dalam satu kata dan dibaca dalam satu nafas:Errolflynn.Karena aku tak pernah melihat bintang film Errol Flynn maka aku... read more

PEGAWAI PABRIKTemanku Phil [ Phillistine, diambil dari nama Palestina di zaman dulu ] adalah laki-laki penikmat sejenis macam aku.Seperti aku juga, Phil biasanya berburu lelaki di hotel,kolam renang,fitness,kampus, dan mal. Phil juga tidak ragu memanfaatkan tingkat kemiskinan yang tinggi dan terbatasnya lapangan kerja di negaranya buatmemangsa para pemuda remaja dengan uangnya.Phil... read more



SARAPAN BARENG YUDAKami memutuskan sarapan di warung yang bersih itu.Semula aku akan naik ojek, tapi Mas Yuda menganjurkan kami boncengan saja. Aku membayar tukang ojek dan menyuruhnya pergi.Tukang ojek itu tidak kecewa,karena aku memberinya tiplumayan. Aku membonceng Mas Yuda naik motornya. Pagi itu aku merasa amat bahagia bisa ketemuan Mas Yuda,bisa berkunjung ke kontrakannya, boncengan... read more

DEWAN KOMISARISMentang-mentang aku masih keluarga dari owner [pemilik] perusahaan itu, makaaku sengaja diangkat menjadi anggota dewan komisaris perusahaan milik paman [oom]. Kelihatannya pamanku ingin merangkul semua kerabatnya dengan bagi-bagi rezeki. Itu sah-sah saja sih!Hanya saja mungkin paman jadi bertindak tidak profesional.Maklum saja,aku tak punya background pendidikan apapun di... read more

Page 2 of 2

        

Table of contents


Legend

  • = Category Updated
  • Flash Video Play Button = Flash Play Button